
Prok! Prok! Prok!
Lucifer telah selesai memotong kue nya, tanda kemenangan besar setelah keberhasilan pelumpuhan tersangka kasus yang di alami oleh Andrea.
Semua orang berbangga diri, merasa puas dengan hasil akhir yang begitu memuaskan. Namun raut wajah Lucifer datar-datar saja, ya, karena pria itu memang seperti itu..
"Anda sudah bekerja keras, Pak! terima kasih telah melumpuhkan musuh yang sudah lama kita incar! sekarang saatnya merayakan keberhasilan kita!!"
"Bersulang!!!!"
Tring!
Gluk!
Gluk!
Gluk!
Jam sebelas malam, Lucifer akhirnya pulang dari klub malam, setelah dia menghabiskan beberapa botol minuman di sana, dengan beberapa kawan seperjuangannya.
Pria itu tidak mabuk juga, meski puluhan botol minuman sudah dia tenggak. Dia memang paling jago untuk urusan minum, tidak ada yang bisa menandingi raja minuman ini.
Pria itu berjalan masuk ke dalam mobilnya yang terparkir di area klub malam, lalu duduklah dia di kursi kemudi.
Sejenak dia termenung, tidak langsung mengendari mobilnya. Dia memikirkan sebuah kejadian di mana saat itu Andrea tersayat di bagian lehernya, apa kabar dengan gadis itu, dia ingin sekali tahu, hanya saja, dia masih tidak berani memunculkan wajahnya di depan Andrea.
Namun kerinduan di dalam hatinya amatlah besar, rasa ingin berjumpa, dan memeluk tubuh Andrea lagi, sungguh semakin besar di hatinya, menjadi boomerang yang bisa saja membuat dia tewas dengan kerinduan dalam hatinya sendiri.
Dia nekad!
Kali ini dia nekad. Entah apa yang dia pikirkan, hingga langsung saja dia mengendari mobilnya, menuju ke arah rumah sakit, tanpa berpikir mungkin saja Andrea akan sangat terkejut saat melihat kedatangan dirinya.
Vroooooommmmmm
ππππππ
"Dan akhirnya, tuan muda Bei Yan pun bisa menikahi Putri tunggal pewaris harta kekayaan dari grup Song! cerita ini akan di lanjutkan kembali, di volume dua, yang akan segera di rilis!"
__ADS_1
Kreb!
Siska menutup bukunya. Di depannya, Andrea hanya bisa tersenyum, usai terbangun dari komanya yang memakan waktu empat hari empat malam di rumah sakit.
"Lagi-lagi harus di sambung di volume dua, kapan aku menemukan komik yang benar-benar tamat!" ucap Siska dengan penuh kekecewaan.
"Sis, aku ingin sedikit bercerita padamu.."
"Ya? cerita apa? sepertinya cerita darimu akan sangat menarik.." Ucap Siska sambil meletakkan buku komiknya di atas nakas sebelah ranjang Andrea.
"Ya, bagiku, entahlah, aku juga bingung bagaimana mengatakan semuanya.."
"Katakan saja, setiap ucapan kamu, aku pasti mengerti, yang tidak aku mengerti adalah, kenapa kau bisa sampai sejauh itu berjalan dengan Gilbert, itu saja, selebihnya, akulah yang paling mengerti kamu, Dre!" ucap Siska dengan senyum cerianya.
"Hari itu, aku datang ke sebuah dunia.. Dunia lain, yang belum pernah aku lihat selama ini..."
"Maksud kamu?" entahlah, mendengar permulaan cerita Andrea saja, Siska sudah menganggap hal itu mustahil.
"Aku tidak minta kamu untuk percaya padaku, aku hanya ingin, kau mendengar cerita ini saja, karena aku juga merasa, seolah semuanya antara nyata dan fana.."
Dengan perlahan, Andrea mulai menjelaskan sebuah perjalanan mesin waktu, yang membawa dan menyeret tubuhnya ke masa lalu, dan dari perjalanan itulah, dia berjumpa dengan seorang pria yang bernama Lucifer.
"Kau tahu? cerita Lucifer itu, sesungguhnya agak membuat aku bingung, apa kau memang sedang bermimpi, atau kau memang mengalami hal itu.." Ucap Siska sesaat setelah dia mendengar runtutan cerita yang di katakan oleh Andrea.
"Entahlah, aku merasa semua itu nyata, tapi sekali lagi, aku kembali ke ruangan itu, dan semuanya tampak normal.." Sahut Andrea sambil terus menggelengkan kepalanya.
"Jadi dari cerita kamu itu, kita bisa mengambil kesimpulan, kalau kau hanya sedang berhalusinasi saja, seolah kau mendapat pintu keluar ajaib yang membawa kamu keluar dan selamat dari Gilbert!" itulah kesimpulan yang Siska ambil sebagai akhirnya, "oh iya, bagaimana leher kamu? apa masih terasa sakit? atau agak sulit untuk beraktivitas?"
"Tidak, aku sudah lebih baik.."
Gadis itu nampak bingung dengan segala yang terjadi dalam hidupnya, entah mengapa saat dia terbangun dari komanya, jantungnya terus berdegup dengan kencang, apa lagi nama Lucifer itu, seolah menari-nari bahkan wajah tampannya terus saja menghiasi otaknya.
Bak hantu yang terus gentayangan, semua yang terjadi dalam perjalanan masa lalunya terus menghantui dirinya, sampai dia sendiri tak sadar, ada seorang pria yang tengah memperhatikan semua yang dia lakukan dari arah luar bangsal.
Benar dugaanku! kau hanya berpikir semua ini mimpi belaka!
Lucifer berbalik, dan bergegas melangkahkan kakinya keluar dari rumah sakit. Sambil sesekali menata hatinya yang gundah, dengan nafas yang tertahan bak di tindih benda seberat satu ton, hatinya dan juga dadanya terasa amat sesak.
__ADS_1
Kini pria itu melajukan lagi mobilnya, dan segera pergi untuk kembali menuju kediamannya..
"Bagaimana aku akan datang ke hadapanmu, kalau kau sendiri hanya menganggap semua yang terjadi sebatas mimpi!"
Vroooooommmmmm...
Tak tak tak tak tak!
Langkah kaki Lucifer terdengar pelan masuk ke dalam rumahnya, dan kemudian menyalakan lampu.
Tek!
Namun dia sungguh terkejut, saat mendapati sosok Sam yang tengah terduduk sambil membaca sebuah cerita yang dia tulis secara diam-diam dari sang sahabat itu.
"Baru aku tahu, kau mengagumi gadis yang kau selamatkan dari tragedi itu!" ucap Sam tanpa menatap Lucifer sedikitpun.
Lucifer meletakkan jaket tebalnya di sandaran sofa, kemudian terduduk di samping Sam yang terlihat kesal padanya.
"Aku memang telah berjumpa dengannya." Ucap Lucifer akhirnya mengatakan tentang kegelisahan hatinya juga.
"Apa yang kau maksud di sini, adalah gadis bernama Andrea?" tanya Sam, yang kali ini, dia berusaha untuk menatap sang sahabat.
Lucifer pun menatapnya, kali ini raut wajahnya di penuhi kejutan hebat, mendengar pertanyaan dari Sam untuknya.
"Bagaimana kau bisa tahu?" tanya Lucifer dengan penuh menelisik.
"Lucifer, dia putri dari sahabatku, Jack! dia adalah gadis yang selamat dari kejahatan yang terjadi di Villa itu, bersama mantan kekasihnya yang bernama Gilbert! kau pikir aku ini bodoh?" tanya Sam pada Lucifer dengan lirih.
Lucifer mengalihkan pandangannya, menatap kosong almari yang berisi perbukuan di hadapannya..
"Dia adalah gadis yang aku maksud, dia yang ingin aku kenalkan padamu, itulah mengapa aku merasa kalau kalian berjodoh!"
"Sudahlah! aku tidak bisa menemui dia lagi!" ucap Lucifer sambil beranjak dari duduknya.
"Kenapa tidak bisa?" tanya Sam pada Lucifer.
"Karena dia hanya menganggap semua ini sebatas mimpi! apa gunanya aku datang, kalau dia tak pernah menyangka aku benar-benar ada?"
__ADS_1
πΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊ