Kekasihku Manusia Harimau

Kekasihku Manusia Harimau
POV Lucifer


__ADS_3

POV


Lucifer..


Malam itu, aku tak pernah menduga, akan terjadi sebuah peperangan terhebat di sepanjang sejarah. Peperangan yang melibatkan empat bangsa yang kemudian berakhirlah dengan sebuah tragedi penghabisan seluruh manusia.


Saat itu, yang terjadi di masa itu adalah, aku berdiri seorang diri, tanpa adanya siapapun yang berdiri di sampingku. Ayah dan kerabat ku semuanya tewas, menyisakan aku dan Wilson seorang, yang pada akhirnya, adik lelakiku pun tewas pula setelah puluhan tahun hidup menua bersama denganku.


Manora!


Jika ada yang bertanya soal wanita itu, wanita itu memilih untuk lari ke gunung, menumpas satu demi satu kejahatan di negerinya sendiri...


Namun di suatu malam, aku melihat kilatan cahaya yang turun bergantian, seolah ingin menghujani kota itu dengan sebuah ledakan yang amat dahsyat.


Meski letaknya sangat berjauhan dengan kami, yang di beri pembatas gunung dan hutan, tapi teriakan mereka yang begitu menakutkan jelas terdengar di telingaku dan Wilson pada saat itu.


Ya, saat itu Wilson belum tiada. Dia masih gagah di usia tiga puluh tahun, dan menjadi seorang pemuda yang sangat tampan bagiku.


Hanya saja, sejak malam itulah, semuanya habis. Bak dedaunan di makan ulat, saat aku dan Wilson mendatangi kota mereka, yang kini tidak ada lagi sosok penguasa, atau pun seorang raja yang memimpin, kecuali Manora yang terus mencoba memberantas kejahatan yang terjadi antara mereka.


Tubuh mereka hancur berkeping-keping, terbakar oleh sebuah meteor yang jatuh dan menewaskan mereka semua.


Aku dan Wilson tidak bisa melakukan apapun, selain mencari di mana jejak Manora berada, lalu mengubur wanita itu dengan damai.


Bagaimanapun, dia sahabat kami, dia adalah bagian terbaik yang pernah mengisi dan menjadi garis depan dalam perjuangan kami.


Kami mengubur jasadnya, dan meninggalkan kota itu dengan penuh kematian.


Seiring waktu berlalu, Wilson pun semakin menua, rambutnya mulai putih, dan kulitnya mulai keriput.


Tapi, aku sangat berbeda, aku tidak mengalami penuaan, aku juga tidak merasa tubuh ini semakin tua, yang aku rasakan adalah, seolah aku ini masih berumur panjang.

__ADS_1


"Mutiara itu telah membuat kamu awet muda, ya, kak! lihatlah kita sekarang! aku lebih pantas jadi kakek kamu, di banding adik kamu.."


Aku ingat betul, begitulah beberapa ucapan yang terucap dari mulut Wilson sebelum dirinya pergi untuk selama-lamanya.


"Jika begitu, kau pasti akan bertemu lagi dengan Andrea, kalian pasti akan kembali berjumpa di masanya kelak!"


Ingin sekali aku menyembuhkan sakit di badannya, namun aku bukanlah seorang dokter, aku juga bukan pria yang punya kekuatan istimewa untuk menyembuhkan penyakit yang bersarang di tubuh adikku.


Saat melihat tubuhnya menua, dan sering sakit-sakitan, hatiku sungguh sakit, padahal seharusnya, akulah yang dia temani di hari kematianku, tapi lihatlah, hidup menjadi manusia abadi memang agak menyedihkan.


Nafasnya berhembus, dan itu adalah hembusan nafas terakhir yang aku dengar. Aku tak menangis, ya, tidak terlalu keras juga aku menangis, hanya sedikit terisak, namun bukan berarti aku merelakan kepergiannya, aku hanya sudah cukup tangguh, melewati beberapa kematian di depanku.


Sama hal nya seperti yang aku lakukan pada Manora beberapa tahun silam, aku juga mengubur mayat adikku yang tercinta. Sangat terasa dalam pelukanku, badan Wilson yang sangat kecil, dan bisa aku rasakan beberapa tulangnya dalam dekapanku.


Dan sejak saat itu, aku mengarungi hidupku seorang diri, berjalan dari tempat ini ke tempat lain, melakukan kewajiban militer yang aku sendiri tidak pernah tahu di negara mana kiranya aku melakukannya.


Hingga terciptalah tubuhku yang memang sejak awal sudah sering di kagumi oleh banyak orang. Aku menjadi pengawal raja, pada awalnya, hingga seiring berjalannya waktu, sebuah pemerintahan mulai terjadi.


Hahh!


Hidup yang terlalu panjang bukan?


Hingga akhirnya aku berpindah tempat, bekerja sebagai anggota militer di berbagai wilayah, dan sampai saat ini, aku pun masih seperti itu. Bertahun-tahun bekerja di satu tempat, sampai akhirnya memilih untuk pensiun, dan beralih lagi ke tempat lain yang belum mengetahui siapa aku.


Begitulah yang aku lakukan sampai saat ini...


Kini aku pun masih setia melakukan tugas sebagai seorang pria dengan julukan komandan.


Aku melatih kemampuan ini, meski aku sendiri tahu, betapa besar yang ada dalam tubuhku, hanya saja, aku memang harus mengimbanginya dengan latihan yang cukup.


Sampai pada suatu ketika, saat aku mendapat sebuah tugas dari atasanku, untuk menyergap dan melumpuhkan target seorang ped*fil.

__ADS_1


Pada saat itu, aku tidak yakin aku akan melakukannya, entah apa yang aku pikirkan, sampai rasanya aku tidak ingin bergeming ke sebuah Villa.


Empat ratus tahun berlalu, dan aku akan memburu seorang ped*fil. Bukannya aku tidak pernah melakukannya, tapi aku sedang asik dalam goresan tinta di buku cerita milikku, yang menceritakan tentang cinta yang aku pendam untuknya selama lebih dari empat ratus tahun.


Namun entahlah, seolah ada dorongan dalam hatiku, yang meskipun aku malas, tapi aku tetap saja menerima perintah tersebut.


Kami mengawasi target sejak dari awal keberangkatan, tapi kami tidak bisa melihat korban saat itu, sampai pada akhirnya, kami berhasil melumpuhkan sosok tersangka, dan kami terpaksa menembaknya.


Dor!!!


Bruk!


Pria itu tewas. Arkh! lebih tepatnya seorang pemuda, yang usianya paling juga baru dua puluh lima tahunan.


Tapi siapa sangka dia sudah memakan banyak korban, dan rata-rata adalah gadis di bawah umur. Sampai saat itu terjadi, tanganku masih bergetar hebat.


Kalian pasti sudah tahu alasannya kenapa!


Ya!


Karena pada saat itu, aku berjumpa dengan Andrea, untuk pertama kalinya setelah melalui empat ratus tahun menanti untuk hari ini.


Aku menyelamatkannya, aku membawa dia ke rumah sakit, dan ku bopong tubuhnya yang mungil, sama seperti empat ratus tahun yang lalu saat dia datang..


Hatiku bergetar hebat, namun yang sangat di sayangkan adalah, dia mungkin melalui semuanya seperti mimpi, iya, dia mungkin berpikir semua yang dia lalui bersamaku hanyalah sebatas mimpi.


Sangat sulit baginya untuk mempercayai sebuah perjalanan kembali ke masa lalu, dan jatuh cinta pada seorang pria.


Sampai pada akhirnya, aku kembali di buat bingung. Ingin sekali aku merengkuh tubuh kecilnya yang sudah aku rindukan selama ratusan tahun, tapi saat seperti ini, apakah aku akan seyakin itu untuk melakukannya?


Meskipun aku amat merindukannya, apa mungkin dia akan mengingat wajahku? atau mungkin, aku baginya hanya sebuah khayalan semata?

__ADS_1


💜💜💜💜💜💜💜💜💜


__ADS_2