Kekasihku Manusia Harimau

Kekasihku Manusia Harimau
#Terlahir Kembali


__ADS_3

Mendadak dia tersentak. Bayangan hitam berlari dengan cepat memutari area kamarnya, hingga membuat seisi kamarnya hancur berantakan.


"Aaahhh.."


Pekik Andrea sambil terus meringkuk, dan menutup kedua telinganya dengan sangat rapat. Kejadian ini, sama seperti yang ia alami dalam mimpinya, saat dia masuk ke dalam kabut yang tebal, dan entah mengapa, kabut itu membawanya untuk mendekat.


"Aaahhhh.."


Gubrak!


Gubrak!


Seluruh benda yang tersusun rapi di kamar pribadinya mendadak berjatuhan, seperti ada kekuatan angin yang mendorong benda-benda itu terjatuh dari tempatnya.


Buku-buku di rak, vas bunga, kursi, kipas angin, dan lampu tidurnya, semuanya berhamburan di lantai, dan menimbulkan suara gaduh yang terdengar hingga di lantai bawah.


"Sis? kau dengar itu?" tanya ibunda Andrea sambil terus menatap ke lantai dua.


"Iya, Bi, aku mendengarnya.." Jawab Siska juga menatap ke atas.


Menyadari ada suatu hal yang tidak beres, buru-buru saja Siska meletakkan pisau yang sedari tadi ia pegang, dan ia gunakan untuk memotong daun bawang, dan langsung berlari menuju ke lantai dua.


Tak berbeda pula dengan Siska, sang ibu pun langsung melepas celemek yang menempel di tubuhnya, dia lempar saja ke sembarang tempat, lalu akhirnya dia juga bergegas untuk lari menemui putrinya.


Sang ayah yang sejak tadi di buat asik menata halaman, membersihkan dan memotong rumput yang mulai tumbuh liar, akhirnya juga bergeming, usai mendapati putrinya yang terus berteriak, dan di iringi suara benda-benda yang berjatuhan ke lantai.


Tak tak tak tak tak tak tak


Derap langkah kaki tiga orang yang terdengar berlari cepat itu menyerobot masuk kamar Andrea, dan di situlah mereka semua di buat tercengang.


Brak!


"Andrea!!!!"


Teriak semua orang. Ibundanya, dan juga Siska hanya bisa mematung di depan pintu, tak sanggup melihat suatu hal yang sangat mengerikan di depan mata mereka.


Tubuh Andrea yang seolah di tahan oleh jeratan kabut yang hitam dan tebal, tak mampu bergerak, atau pun bersuara, karena leher yang terus di cekik, dan jeratan makhluk aneh itu membuat Andrea tidak mampu melakukan apapun untuk melepaskan dirinya.


"Andrea!!!"


Jack terlihat datang dari arah luar, bersamaan dengan petir yang mendadak saja menyambar halaman rumahnya, menciptakan sebuah lubang yang lumayan bisa membuat tanah di halaman rumah mereka retak.

__ADS_1


"Dre!?"


Sang ayah berlari mendekat ke arah putrinya, berusaha untuk melepas jeratan makhluk ghaib bak iblis bertanduk dua di sana..


Di sisi lain, Lucifer tengah menikmati satu cangkir kopi di kamar pribadinya, menulis buku, dan sesekali berpikir bagaimana dia akan menuangkan kata-katanya di dalam cerita tersebut.


Ia mengetuk-ngetuk muka meja tempat dia menulis, sambil terus berpikir bagaimana dia akan melanjutkan ceritanya.


Sampai akhirnya, ia tak menyadari udara di luar menjadi lebih pengap, meskipun begitu, cuaca nampak dingin berkabut tebal, hingga dengan cepat, seluruh permukaan dataran tertutup oleh awan yang gelap gulita.


Ia masih tak menyadari apapun, hanya bisa duduk termenung sambil terus berpikir. Sampai pada beberapa detik setelahnya, seekor lalat terlihat masuk, dan jatuh di atas bukunya.


Lalat itu menggelepar, hampir mati bak keracunan oleh sesuatu yang tidak dia ketahui. Tak hanya satu, terhitung ada tiga lalat yang kemudian masuk dan juga mati di atas bukunya.


Melihat hal tersebut, Lucifer menjadi waspada, di ambil saja satu bangkai lalat yang telah mati, dan memunculkan warna hitam di sekujur tubuhnya.


"Tiga lalat, apa yang sebenarnya terjadi?" gumamnya dengan lirih.


Dia menoleh ke arah jendela, dan baru menyadari sebuah fenomena yang amat ganjil baginya.


Jlger!!!


Kabut hitam dan pekat itu sudah hampir menutup seluruh permukaan jendela kamarnya, dan seketika kawanan lalat yang menabrak jendela kacanya pun berjatuhan satu demi satu, mati oleh kabut hitam aneh itu.


Ia berlari, saat menyadari sesuatu yang gawat terjadi. Dengan bergegas, pria itu mengenakan jaket hitam tebal miliknya, dan berlari saja dia tanpa menggunakan mobil.


Jalan kaki baginya jauh lebih cepat, apa lagi kalau dia berlari, bak angin topan tornado yang bisa menempuh jarak beberapa mil hanya dalam waktu satu jam.


Swosh!!


Ya!


Kekuatan itu memang masih ada, dan masih bersemayam dalam dirinya, terkubur dan terpendam sekian lama, hanya bisa ia gunakan saat dalam masa terdesak seperti ini.


Langkah kakinya secepat kilat menyambar, hanya memakan beberapa detik saja baginya untuk tiba di kediaman Andrea.


Benar saja dugaan dia, saat ia tiba, ia menjumpai beberapa hal ganjil yang ada di rumah Andrea. Mulai dari lubang akibat Sambaran petir di halaman rumah, lalu keadaan gelap gulita yang ada di rumah, dan memenuhi seluruh ruangan.


Tanpa permisi atau sekedar basa-basi, Lucifer terlihat memasuki rumah itu, dan mencari keberadaan Andrea.


Hingga akhirnya dia menemukan semua orang di kamar Andrea, tengah berusaha menolong Andrea dari jeratan iblis itu.

__ADS_1


Brak!


Lucifer terlihat menendang pintu kamar Andrea, lalu menatapi tiga orang di sana yang tengah berusaha untuk menarik paksa Andrea dari iblis tersebut.


Iblis itu memunculkan separuh wajahnya, yang lebih mirip dengan bayangan Lucas, namun hanya separuh, tidak semuanya wajah Lucas.


"Kau!!" dan suara itu pun, masih terdengar mirip dengan Lucas.


"Kau masih hidup! kenapa aku sama sekali tidak tahu?" tanya Lucifer dengan tenangnya.


"Pak polisi! tolong bantu kami! bantu kami selamatkan Andrea!!" teriak ibu Andrea sambil terus menarik lengan putrinya.


"Lepaskan dia! kau tidak lagi bisa macam-macam padanya!"


"Oh ya?"


Bruk!


Mendadak kabut hitam itu melepaskan Andrea, hingga jatuhlah tubuh Andrea ke atas lantai, dan tidak sadarkan diri.


Lucas bergerak mendekati Lucifer, dan dengan cepat mencoba menyerang Lucifer.


Swosh!


Namun Lucifer bukan sosok pria yang mudah di kalahkan. Pernah membunuh iblis ini di masa lalu, artinya dia juga bisa menghabisi Lucas untuk kedua kalinya di sini.


"Rupanya kau bisa selamat dari kawasan Ratu Laut, aku tidak mengira akan berjumpa kembali denganmu di sini, namun sayangnya, kau tak cukup kekuatan untuk menghabisi aku."


"Benarkah? aku bangkit kembali, kekuatan ini memang belum sepenuhnya pulih, tapi kau tak bisa menganggap remeh diriku yang sekarang! kau masih saja bukan tandinganku!"


"Benar sekali! aku bukan tandingan kamu, karena aku, adalah malaikat maut bagimu!! kali ini, akan aku pastikan, kau tewas dan tak lagi bangkit di kehidupan ketiga!!"


Swosh!!


Sebuah pedang mendadak muncul, berapi-api dari balik tubuh Lucifer, dan dengan api yang berkobar itu, Lucifer gunakan untuk menyerang Lucas.


"Kau hanya menggunakan senjata yang sudah usang, mana bisa di bandingkan dengan kekuatanku yang baru!!"


"Kita lihat saja bagaimana keadaan pedangku yang usang ini!!"


Swosh!!

__ADS_1


Blam!!


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


__ADS_2