Kekasihku Manusia Harimau

Kekasihku Manusia Harimau
#Dasar Jayden


__ADS_3

Dari kejauhan, Andrea terlihat melepas senyuman manisnya kepada Jayden, dan terlihat senang karena perjalanan jauhnya akhirnya sudah sampai pada titik yang dia harapkan.


Jayden dengan ramah membalas senyuman gadis itu, dan berdiri untuk sekedar menyambutnya.


Sudah bisa menebak bagaimana ekspresi Manora pada saat itu? mengingat wanita itu sudah lama menaruh cintanya pada Jayden, tapi dia sama sekali tidak mendapatkan kesempatan meskipun hanya berupa senyuman sekilas saja dari pria itu.


Dan sekarang, entah kesambet angin dari mana, hingga membuat pria itu malah menebar senyum manisnya pada sosok Andrea, membuat hati Manora di buat makin geram oleh gadis itu.


Ada seberkas rasa benci yang kemudian dia tumbuhkan di hatinya untuk Andrea, gadis itu baginya sudah merebut semua yang dia miliki.


Kepercayaan Jayden padanya, dan juga mungkin, ke depannya, hati Jayden juga dalam masalah. Mungkin saja gadis ini bisa merebut hati Jayden darinya.


Itu sedikit prasangka buruk di hati Manora untuk Andrea, hingga dia sejujurnya, amatlah ingin membunuh Andrea dengan pedang miliknya.


"Hai!" sapa Andrea pada Jayden, lebih canggung.


Andrea tersenyum kaku, karena memang pada dasarnya, dia sedang berhadapan dengan musuh kelompok Harimau.


Dia datang hanya karena sebuah janji, jadi tidak menutup kemungkinan baginya untuk lari sejauh mungkin jika dia sudah selesai dari tanggung jawabnya.


"Kau naik ke sini seorang diri?" tanya Jayden masih terlihat ramah.


"Sayangnya, iya, Lucifer sejak pagi aku tidak berbicara dengan dirinya, entah kemana anak itu pergi, padahal sudah janji akan menemani aku ke sini, jadi, aku hanya datang sendirian." Jawab Andrea.


"Baiklah," mengangguk saja, "kau masih mau melihat luka di tubuhku?"


Manora menatap tajam wajah Jayden yang terlihat polos, entah polos atau mungkin pria ini memang sedang berpura-pura bodoh, Jayden bahkan menawarkan dirinya sendiri.


Dasar kau!


Umpat Manora untuk pria itu, pria yang sekarang masih saja menebar senyuman manisnya untuk gadis asing yang menjadi segel untuk Mutiara itu.


"Ya, aku memang harus memeriksanya," ucap Andrea, "kau masih saja terlihat pucat, aku yakin luka di tubuh kamu sudah lumayan membaik, tapi kamu masih dalam masa penyembuhan, seharusnya tadi pagi tidak perlu turun bukit untuk sekedar minta maaf," ucap Andrea, sedikit mengingatkan.


"Hahh! aku turun gunung dengan sekuat tenagaku, tapi tetap saja Lucifer tidak memaafkan aku, sungguh bodohnya aku," ucap Jayden mencari muka.


"Tidak apa-apa, dia memang pria yang seperti itu, dingin dan tidak ramah, jadi jangan terkejut jika permintaan maaf kamu hanya di balas dengan penolakan saja olehnya!"


"Iya, aku tahu, tapi aku sungguh tulus meminta maaf padanya, entahlah, dia bahkan seolah tidak pernah menatapku," dia terlihat sedih, "baiklah, ayo kita mulai pengobatannya, kau harus memastikan aku baik-baik saja.."


"Baiklah, ayo!"


Jayden menatap Manora dengan tatapan tajam dan menusuk, seolah dia benar-benar menghalangi kebencian Manora untuk gadis ini.


Entah isyarat apa yang di berikan oleh Jayden lewat kedua matanya itu, tapi yang jelas, dia sungguh memberi peringatan keras untuk Manora.

__ADS_1


Jayden mempersilahkan Andrea untuk masuk lebih dulu, dan dia terlihat menyusul di belakang Andrea.


Namun, sesuatu mendadak terjadi.


Andrea yang saat itu sedang berjalan seperti biasa di depan Jayden, secara mendadak ada sebuah pukulan keras yang menimpa bagian lehernya.


Bukk!!


"Arkh!" pekik Andrea sekilas, dan setelah itu, dia tidak sadarkan diri..


Brukk!


Tubuhnya ambruk di dalam dekapan Jayden, dan dengan sigapnya, Jayden mengangkat tubuh mungil yang memang terasa begitu enteng baginya.


Dua sahabat serta beberapa serigala lainnya terlihat merubah dirinya menjadi serigala, dan setelah itu, memberi penjagaan ketat untuk pergi dari gua itu.


"Bantu aku pergi dari sini, Vincent!" ucap Jayden sambil berlari secepat kilat mencoba membawa kabur Andrea dari tempat itu.


Kretak kretak kretak!


Dan kawanan serigala itu pun pada akhirnya berhasil menculik Andrea, dan membawa gadis itu pergi sejauh mungkin dari kawasan hutan yang menjadi pembatas antara kubu harimau, dan kubu serigala.


Beberapa saat setelah itu, Lucifer terlihat telah tiba di gua tersebut. Dia merubah dirinya menjadi manusia biasa, dan segera masuk ke dalam gua yang sama.


Namun dia mendapati gua tersebut telah kosong, dengan beberapa bekas pijakan para serigala, dan bau yang amat familiar di area hidungnya.


Lucifer nampak geram usai menyadari gadis miliknya telah di culik, dan di bawa kabur saja oleh Jayden.


Dia bergegas mengubah dirinya, menjadi si loreng kembali, dan segera mengendus sisa-sisa aroma yang tertinggal di sana.


Groarrrrrrrrr!!!!!


Kretak! kretak! kretak!


Aku akan menghabisi kamu! Jayden! kematian kamu harus berada di tanganku!!


Kretak! kretak! kretak!


Langkah kakinya terdengar gusar, dan di penuhi dengan amarah yang luar biasa. Dia terus saja berlari, bahkan sampai malam tiba, dia masih mencoba mencari dan mengikuti jejak yang di tinggalkan oleh para kawanan serigala itu.


Namun..


Hosh Hosh Hosh...


"Arkh!!"

__ADS_1


Krakatak!!!


Langkah kakinya dia tarik mundur, usai dia mendapati jurang dalam, yang bisa saja menewaskan dirinya pada saat itu juga.


Dia kehilangan jejak. Bau yang dia cium, dan yang dia gunakan untuk mengikuti kemana arah Andrea dan Jayden pergi, menghilang dan berhenti di sana.


Hosh Hosh Hosh..


Sungguh mustahil jika Jayden dan para kawanan serigala nya berhasil melalui jurang dalam ini, kecuali mereka sudah tidak ingin hidup.


Namun, kenapa jejaknya mengarah ke sini, bahkan baunya juga, atau mungkin, ini memang sebuah jebakan.


"Sial!!" umpat Lucifer sambil terus mengatur nafasnya, dan berdiri, bertumpu pada ke empat kakinya.


Groarrrrrrr!!!


Pria itu terlihat marah. Seluruh tubuhnya bak terdapat api yang berkobar, api yang berwarna merah menyala, dengan asap kemarahan yang luar biasa.


Jayden telah berhasil menipunya. Dua anggota serigalanya menyobek pakaian Andrea, dan meninggalkan jejak aroma gadis itu, untuk terus menuntun Lucifer hingga menuju tempat ini, padahal sebenarnya, gadis itu telah di bawa lari ke tempat yang jauh, yang tidak di ketahui oleh Lucifer.


Lucifer memilih berbalik, dan bergerak kembali ke pedesaan, mencoba menyiapkan semua yang dia perlukan, untuk menyusul dan menemukan gadis itu lagi.


Sampai larut malam, dia akhirnya kembali ke rumahnya, membuat keterkejutan pada ayah dan adiknya, serta kedua kawannya.


Gubrak!


Dia bahkan membuat bunyi kerusuhan di dalam rumahnya, hanya untuk sekedar menyiapkan semua perlengkapannya, senjata, dan beberapa perlengkapan lain yang mungkin akan dia butuhkan nanti.


"Kemana gadis itu?" tanya Tan Ash pada putra sulungnya.


"Dia di culik!"


"Apa!?" Rosella nampak terkejut.


"Aku akan menyusul dan mencarinya! Jayden si brengsek itu yang menculiknya!"


"Baiklah, kami semua akan ikut!"


"Persiapkan diri kalian! pertarungan dan petualangan besar tengah menunggu kita!" ucap Lucifer mantap.


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Andrea emang suka bikin gara" deh


Awas ntar kalau sampai gak ikut Lucifer pulang, tak getok kepalamu 🔨

__ADS_1


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


__ADS_2