Kekasihku Manusia Harimau

Kekasihku Manusia Harimau
#Ada Apa Denganmu, Lucifer?


__ADS_3

"Dengar, Lucifer! ayahku juga akan bergerak saat gadis itu bergerak, dia akan membawa pasukannya dengan jumlah yang besar dan kuat, setidaknya kalau aku masuk ke tim kalian, kami bisa menambah jumlah kalian," ucap Jayden terlihat memaksa.


"Cih! aku bahkan bisa melawan sepuluh lawan seperti ayahmu! kau tidak usah mencemaskan kami, karena kami punya jalan kami sendiri, jika ingin bergerak, maka bergerak saja sendiri! tidak perlu mengikuti Andrea, atau kami semua!" ucap Lucifer benar-benar membuat Jayden kalah telak.


Pria itu hendak pergi meninggalkan kumpulan mereka, namun, selarik kalimat yang di lontarkan Jayden membuat dia berhenti.


"Andrea, kau masih punya janji padaku, kan?!" tanya Jayden, seolah tidak mau kehilangan mereka semua.


Bagaimana tidak? ini rencana yang sangat bagus, menghadapi perjalanan yang sulit bersama lawan, dan setelah itu hasilnya, dia sendiri yang akan mendapatkannya. Bagus sekali, kan?


"Ah?!" Andrea di buat bingung.


Lucifer terlihat berhenti, lalu menoleh dengan cepat ke arah Andrea dan Jayden. Dua mata mereka bahkan terlihat kembali beradu. Huhh! kenapa mendadak panas sekali?


"Janji! kau masih punya janji, akan melihat keadaanku selama satu Minggu, lalu bagaimana kalau kau melakukan perjalanan? kau tidak akan menepati janji kamu itu?!" tanya Jayden sengaja menjebak Andrea dalam situasi sulit penuh dilema.


"Ka-kau benar, aku, aku masih punya janji denganmu!" dia memang berkata jujur.


Jayden merasa lega dan puas saat mendengar jawaban dari Andrea untuknya. Setidaknya jawaban itu bisa menjatuhkan Lucifer, dan membuat pria itu tidak mungkin lagi melarangnya.


"Biarkan dia menepati janjinya padaku, hanya selama satu Minggu, lalu setelah itu, kalian bisa memusuhi aku.."


Mungkin dia pikir, Lucifer tidak punya otak yang jernih, mungkin dia berpikir dengan cara itulah dia dan kedua sobatnya bisa ikut berjalan dalam petualangan nanti.


Tapi, apa itu sungguh akan terjadi?


"Jadi, kau akan tepati janjimu pada dia!" ucap Lucifer pada Andrea, "aku akan memberi kamu kesempatan untuk menepati janjimu, lalu setelah itu, barulah kita berangkat!" ucap Lucifer mantap.


Tapi itu bukan jawaban yang di inginkan Jayden, bagaimana ini? semua rencana sudah gagal.


"Tidak ada kesempatan bagi kelompok musuh untuk bergabung, lagi pula, kalian sendiri yang telah memilih jalan kalian! jangan gunakan janji Andrea sebagai kesempatan untuk keserakahan kalian!" ucap Lucifer, yang pada akhirnya dia juga terlihat pergi.


Sial!


Umpat kekesalan di dalam benak Jayden, mendapat jawaban yang sangat mengejutkan dari pria itu.


Bukan itu jawaban yang aku mau!


Tiga orang itu terlihat pergi kembali ke asalnya, dan meninggalkan kawanan harimau di tempat itu.

__ADS_1


Andrea tersenyum simpul. Dia menangkap sebuah pemandangan menakjubkan dari diri Lucifer. Pemandangan yang begitu gagah, dan terlihat amat berani dalam bicaranya.


Rupanya ada sisi yang sangat menonjol dari Lucifer, yang ternyata telah membuat dirinya merasa terkagum-kagum pada pria itu.


Tapi di manakah dia? seharusnya dia kini sedang senang karena berhasil membuat Jayden kalah telak.


Andrea melihat ke sekelilingnya, dan berhasil menemukan pria itu tengah terduduk manis di tempat yang sama seperti semula, dengan posisi yang juga sama.


Tanpa berpikir banyak, Andrea terlihat mendekati pria itu, dan langsung saja duduk di sebelahnya.


"Hei!" sapa Andrea untuk memulai perbincangan.


Namun tidak ada reaksi apapun dari Lucifer. Pria itu masih saja tangguh dengan posisinya, bahkan tidak terlihat menoleh sama sekali.


"Lucifer!?" panggil Andrea, memastikan apakah pria itu baik-baik saja atau tidak.


Entahlah! sejak dia kembali beberapa saat yang lalu, Andrea merasa ada yang aneh dari pria ini.


Sikap yang mulanya berubah hangat, dengan nada bicara yang mulai membaik, kenapa mendadak kembali dingin dan acuh begini?


Sementara, tiga kawan lainnya tengah asik membakar makanan mereka, dan tidak mempedulikan situasi canggung antara Andrea dan Lucifer.


"Kau tak perlu lagi minta maaf, kau tidak bersalah.." Ucap Lucifer tanpa menunjukkan ekspresi di wajahnya sama sekali, tapi di dengar dari jawabannya, pria ini jelas sekali tengah menyembunyikan sesuatu.


"Aku, aku tidak mengerti apa yang salah dariku, tapi kau membuat aku merasa bingung, apa kau sungguh baik-baik saja?" tanya Andrea sekedar mencemaskan perasaan Lucifer.


Namun pria itu malah pergi dan meninggalkan Andrea di sana sendirian.


Pria itu terlihat berjalan menuju hutan, dan tenggelam sudah bayangan Lucifer dari pelupuk mata Andrea.


Dia kenapa si? kenapa aku merasa ada yang aneh darinya?


"Hei, Dre!!" teriak Rosella dari kejauhan.


Andrea hanya menoleh saja, menatap ke arah suara itu..


"Ya?!" tanya Andrea pada Rosella.


"Kemarilah, Dre! makan siang kamu sudah siap!" Rosella terlihat menunjukkan satu porsi burung bakar yang siap di hidangkan, membuat Andrea terlihat tersenyum, dan mencoba baik-baik saja dalam prasangkanya pada Lucifer.

__ADS_1


"Baiklah, aku datang!" ucap Andrea sambil berdiri dan kemudian terlihat berjalan menuju ke arah tiga sahabatnya.


"Lihatlah! aku membakar dua untuk kamu! kau pasti akan kenyang nanti!" ucap Wilson sambil menunjukkan satu ekor untuk Andrea lagi di tangannya.


Andrea lagi-lagi tersenyum, memberi jawaban senang atas perkataan dari sahabat-sahabat yang ia temui di sini.


Beruntung sekali dia, yang datang ke tempat asing, namun tanpa menunggu waktu lama, dia menjumpai orang-orang sebaik mereka.


Seharusnya dia merasa sangat senang sekarang, iya, kan?


"Buat kamu saja, aku akan kenyang meskipun hanya makan satu ekor saja, tapi lihat dirimu! kau perlu makan banyak supaya kemampuan memanah kamu semakin hebat." Ucap Andrea menolak secara halus.


"Oh? benarkah? kau tidak mau yang satu ekor ini?!" wajah terlihat gembira..


Andrea terlihat tersenyum memperlihatkan deretan gigi-gigi putihnya yang membuat wajahnya semakin anggun, lalu mengangguk memberi jawaban iya atas pertanyaan dari Wilson.


"Hahaha.. aku dapat dua ekor, terima kasih bayi kecil, kau sungguh baik sekali, tidak seperti ayah dan ibumu ini," menunjuk pada William dan Rosella, "mereka hanya tahu makan saja.." Ucap Wilson pada mereka semua.


"Hei sadarlah! bukankah kau sendiri yang terlihat rakus!? dasar anak ini! tahunya hanya makan saja!" ledek William.


"Sudahlah, makan lah dengan tenang, oh iya, di mana Lucifer? kenapa dia malah pergi?!" tanya Rosella pada Andrea.


"Entah, dia tidak bicara apapun padaku.." jawab Andrea sedikit aneh.


Iya, dari wajahnya dia terlihat acuh tak acuh, tapi, hatinya, entah mengapa merasa tidak nyaman dengan hal itu.


Kenapa Lucifer pergi? kenapa dia tidak ikut makan bersama kami? dan kenapa dia terlihat acuh padaku?


Semua pertanyaan itu berkumpul dan menggumpal di otaknya, membuat kepalanya seolah terasa membeku. Padahal, ada banyak yang ingin dia ceritakan soal kekuatan Phoenix itu pada Lucifer, tapi, agaknya pria itu sedang tidak bisa dia ganggu..


Aku harap kau kembali lagi Lucifer!


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


Wah, ini ada apa ya sama si Lucifer?


Kok dia kaya berubah dingin gitu sama si Andrea?


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2