
Pertarungan tak bisa di hindari, keduanya saling menunjukkan kemampuan, dan keahlian masing-masing, hingga seolah rumah itu bak terkena gempa yang dahsyat, hingga seluruh isi ruangannya hancur berantakan.
Lucifer menjebak Lucas untuk berpindah alam, dan juga berpindah dari tempat yang tidak seharusnya mereka jadikan Medan pertarungan.
Di bawalah iblis itu menuju dunia lain, menuju sebuah lubang yang tercipta dari api, dan di kelilingi oleh kilatan petir.
Lubang itu tercipta dari pedang Lucifer, yang di hantamkan ke tembok, dan dari tembok tersebut, muncul retakan, yang kemudian terciptalah lubang menuju alam lain.
Namun sialnya, belum juga Lucifer menutup lubang tersebut, Lucas lebih dulu menjatuhkan pedangnya, hingga terjatuh pula Lucifer di atas kubangan air yang bercampur api di sisi dunia lain.
Brak!!
"Arkh!!"
Pedang itu jatuh di tempat yang jauh, dan tidak mudah untuk di gapai secepat itu oleh Lucifer, paling tidak, pria itu harus berlari secepat mungkin agar tiba dengan cepat di tempat pedangnya berada.
Namun Lucas seolah tahu apa yang ada di pikiran Lucifer, hingga iblis itu berulang kali mencoba menahan Lucifer agar tidak sampai pada pedangnya.
Iblis itu berulang kali menghantamkan tubuh Lucifer ke bebatuan, dan kemudian membanting pria itu di pesisir jurang.
"Arkh!!"
Dia memekik lagi, darah segar menyembur dari mulutnya, sebenarnya ia bisa melawan, hanya saja, keadaan yang selalu memojokkan dia membuat dia berulang kali gagal menaklukkan iblis biadab ini.
"Untuk apa kau hidup!? jika melawanku dua kali saja, kau sama sekali tidak mampu!!"
Lucas yang semakin gahar, dengan sebelah wajahnya yang telah berubah, menjadi sosok menyeramkan, bergerigi bak venom, dan memiliki mata dua tanduk di atas kepalanya, bukan hanya untuk penyamaran saja, tapi iblis yang terusir dari neraka itu benar-benar sudah memiliki kekuatan yang cukup besar untuk mengalahkan Lucifer.
"Kini aku hanya perlu mengeluarkan mutiara itu dari jantungmu, dan setelah itu, aku tak lagi harus mati, untuk bangkit kembali!! hahaha..."
"Mimpi saja kau!!"
Buk!!
Dengan sisa-sisa tenaga yang di miliki oleh Lucifer, di pukul saja wajah buruk rupa milik Lucas dengan kekuatan tangannya yang tak tertandingi, hingga terlihat dengan jelas serpihan-serpihan daging bercampur dengan api dan arang mengelupas, dan jatuh dari pipi Lucas.
"Iblis serakah! sudah tahu takdir mutiara ini bukan untuk kamu, tapi lihatlah dirimu! kau hampir sama dengan kucing yang meminta ikan dari nelayan!"
Buk!
__ADS_1
Dan sekali lagi, Lucifer memukul area wajah bergerigi tajam itu, sampai terlihat dengan jelas, wajah menyeramkan itu retak, dan sedikit terpisah dari kepalanya.
Mengerikan!
Lucas melepas jeratan tangannya di leher Lucifer, dan mundur, sekedar menggelengkan kepalanya, dan meraba wajahnya yang sudah setengah rusak.
"Kau tahu? kau lebih tampan di masa lalu, di banding saat ini, setiap orang yang melihat kamu, mungkin akan berkata kau sungguh menjijikan!"
"Bocah kurang ajar!!!'
Hiyaaaaa!!
Pertarungan kembali berlanjut, kali ini semakin gahar saja keduanya saling menyerang, saling memukul dan beradu ketangkasan di sana.
Di sisi lain, Andrea mulai sadar, sang ayah terus menepuk pipi gadisnya itu, sementara dua wanita di sampingnya nampak cemas dan penuh dengan ketakutan, apa lagi saat harus menyaksikan pertarungan dua pria aneh di dalam sebuah lubang yang mengarah pada dunia lain, keduanya benar-benar tercengang, seolah semua yang terjadi di hadapan mereka adalah mimpi.
"Dre, bangun sayang! bangunlah!" panggil ayahnya dengan perlahan, dan berharap semoga putrinya bangun.
Tak lama setelah itu, terlihat kedua mata Andrea yang terbuka, dan mulai menyadari segala hal yang ia ketahui.
"Lucifer!!!" panggil Andrea sambil membangkitkan tubuhnya, membuat tiga orang di sampingnya ikut terkejut.
"Lucifer? siapa dia?" tanya ibunya, "tenanglah, Nak! tenang, jangan cemas begitu.."
Andrea melihat sebuah lubang, yang dari dalamnya menyemburat lah api yang berkobar, dan seolah bisa menghanguskan siapa saja yang masuk ke dalamnya.
Dengan bergegas gadis itu bangun dari baringnya, dan berlari menuju lubang api tersebut.
"Tidak, Nak!" namun sang ibu berushaa menghentikan langkahnya, sebelum Andrea menyentuh lubang api itu.
"Ibu, lepaskan Andrea, Bu!"
Bukan hanya ibunya saja, namun Siska dan Jack pun terlihat menahan dia untuk pergi ke dalam sana.
"Tidak! ibu tidak mau kehilangan dirimu lagi! sudahlah, cukup sampai di sini!!" ucap ibunya.
"Tidak!" tolak Andrea dengan cepat, "Andrea harus menyelamatkan dia! dia dalam bahaya!!"
"Dia siapa?" tanya Jack pada putrinya.
__ADS_1
"Lucifer! Andrea harus menolong dia! dia berada dalam bahaya, ayah!!"
"Tidak, Nak! ayah tidak mengizinkan kamu!" ucap sang ayah sambil menggelengkan kepalanya.
"Ayah!! apa ayah tega melihat dia tewas karena menyelamatkan putri ayah?" tanya Andrea penuh belas kasihan, "izinkan Andrea, yah! dia harus selamat! dia adalah pria yang Andrea cintai, yah! dia yang sudah membawa Andrea pulang ke sini, membuat Andrea kembali di sisi ayahnya, tolong, izinkan Andrea, yah!!" pinta Andrea dengan sangat memohon.
Sang ayah hanya bisa terdiam. Ingin menolak keinginan putrinya pun, rasanya sungguh tidak bisa, seolah dia benar-benar berat mengucapkan kata tidak untuk kali ini.
Namun ibunya terus menangis, menolak keras permintaan Andrea untuk masuk ke dalam sana, dan membahayakan nyawanya sendiri.
"Tidak, Dre! jangan kesana! tidak!!" ucap ibunya dengan cemas yang bercampur bersama luruhnya air mata.
"Ayah, Andrea pernah melakukannya! kami satu tim yang hebat!"
Mendengar ucapan putrinya, sang ayah akhirnya melunakkan hatinya sendiri, mencoba menerima apa yang memang harus di lakukan oleh putri tercintanya.
Dari sorot mata putrinya, yang selalu mengarah kepadanya, membuat dia tahu, dan menyadari, kalau putrinya yang sekarang, sudah jauh berbeda di banding dulu.
Putrinya terlihat lebih berani, dan tidak lagi manja, seperti yang selalu di lakukan Andrea di masa lalu.
Dan entah mengapa, pria itu merasa percaya pada putrinya sendiri, di anggukkan saja kepalanya, dan kemudian mengizinkan putrinya untuk masuk ke dalam sana.
"Ya! ayah mengizinkan kamu!"
"Tidak, Jack! kau gila!" namun sang ibu masih menentang suaminya.
"Ibu, percayalah pada putrimu!" ucap Andrea meyakinkan.
"Tidak, Dre! kau tak boleh masuk ke dalam sana!"
"Sudahlah! izinkan dia untuk pergi! aku tahu putri kita bisa melakukannya!" ucap Jack pada istrinya, lalu melepas putrinya, dan memeluk sang istri.
"Aku pergi! jaga ibu baik-baik, ayah!"
"Ayah janji! pergilah!"
Langkah kaki Andrea terlihat mantap, mulai menjauh dari ayah dan ibunya, dan bergerak menuju lubang tersebut.
Tanpa ragu lagi, Andrea masuk ke dalam lubang tersebut, dan setelah itu, gadis itu pun tenggelam, hilang bersamaan dengan lubang api yang juga lenyap.
__ADS_1
"Dre!!!!!"
πΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊπΊ