Kekasihku Manusia Harimau

Kekasihku Manusia Harimau
#William Yang Pucat


__ADS_3

Blam!


Terdengar berulang kali tubuh William di banting, di hancurkan di bebatuan, dan singkat cerita, berubahlah dia menjadi manusia biasa, karena ia tak lagi mampu melawan Jayden.


Ya!


Jayden bukanlah lawan mainnya, kekuatan dia dan Jayden tidak ada separuhnya, tapi dia dengan gigih mencoba melawan Jayden.


"William!!"


Nampak Rosella yang dengan cemasnya mencoba menolong sang kekasih. Di rengkuhlah kepala William, dan di letakkan kepala itu di atas pangkuannya.


"William, jangan sampai hilang kesadaran! tetaplah bangun dan hidup! hiks hiks..." Ucap Rosella sambil terus mengusap wajah William.


"Hahh! sudah tahu berhadapan denganku hanya akan mati saja, tapi kau masih saja bersikeras untuk melawanku! kau pikir kau pintar! aku rasa kau jauh lebih bodoh dari yang aku kira!" ucap Jayden dengan sombongnya.


Sementara itu, dua sahabat Jayden, Vincent dan Manora mulai kembali di buat kesal oleh Si Jayden.


Pada mulanya mereka memang merasa kasihan, karena luka di kaki Jayden yang hampir memotong kaki pria itu secara total!


Tapi saat mereka melihat, kalau Jayden mengambil sebuah kesepakatan, dan sebuah perjanjian dengan Lucas, mereka akhirnya tahu, betapa buruknya manusia serigala ini yang tidak pernah menganggap mereka berdua sebagai teman, hanya kekuasaan dan hidup abadi yang ada di mata Jayden.


Swosh!


Di belakang sana, terlihat Manora dan Vincent menghunus pedangnya, mendekati Jayden dan meletakkan pedang mereka di ceruk leher Jayden, mengepung dan mengambil posisi memutar, hingga tidak dapatlah Jayden bergeming dari tempatnya.


"Kalian mengkhianati aku!" ucap Jayden dengan lirih.


"Tidak! bukan kami yang mengkhianati kamu, tapi kamu yang telah berkhianat pada kami dan ayahmu!" Jawab Vincent dengan gagah berani.


Sementara di sisi lain, Wilson tengah di sibukkan mencari tanaman herbal untuk mengobati luka parah di tubuh William.


"William!!"


Dan Rosella selalu menepuk pipi kekasihnya, berharap William tidak tidur untuk waktu sebentar, atau pun selamanya.


Tidak!


"Kau yang terlalu serakah, Jay! kami tahu kau tidak berniat membawa mutiara itu untuk Tuan Zhagler jika kau sudah kembali, tapi kau hanya ingin mengambil mutiara itu seorang diri!" ucap Manora terlihat marah yang amat sangat di sorot matanya.

__ADS_1


"Hahh! apa hubungannya dengan kalian? jika memang aku berinisiatif untuk mengambil mutiara itu untuk diriku sendiri, lalu kalian mau apa? mau protes? mau coba membunuh aku? ingat! kalian ini hanya budak! kalian hanya di takdirkan untuk hidup di bawah kakiku!"


"Tidak! kami hidup di bawah kaki Tuan Zhagler, dan kau, sekarang kau memilih hidup di kakimu sendiri, atau mungkin, kau sekarang jauh lebih memilih untuk berada dalam naungan iblis itu! kau sungguh laknat! berani mengambil perjanjian semacam itu untuk dirimu sendiri!" jawab Vincent.


Ya!


Beberapa saat yang lalu, saat mereka tak lagi bisa berjalan, karena kondisi Jayden yang terluka parah di kakinya, kemudian datanglah Lucas dengan janji-janji manisnya, membisikkan sebuah kalimat manis, dan menyembuhkan luka di kaki Jayden.


Hingga akhirnya Jayden yang kepincut akan kekuasaan, dan kekuatan besar itu pun, tanpa berpikir panjang mengiyakan tawaran manis si iblis penipu.


"Baiklah, aku memang gila akan kekuasaan! jadi bagaimana menurut kalian!? kalian tidak ingin menyerangku, hari ini?" tanya Jayden menantang dua kawan setianya.


Swosh!


Pedang di tarik, dan meneteslah darah dari luka sayatan yang di ciptakan oleh pedang Manora dan Vincent di ceruk leher Jayden.


Meskipun hanya luka kecil, namun hal itu sungguh membuat Jayden berada dalam amarah besar.


"Sial!" umpat laki-laki itu, hingga akhirnya terjadilah pertempuran sengit antara kawan setia satu kelompok.


Swosh!!


Blam!!


Di sisi lain, terlihatlah William yang tengah berusaha di obati oleh Rosella. Dengan ramuan yang di ciptakan dari tanaman-tanaman obat yang di temukan oleh Wilson barusan, Rosella mencoba menyembuhkan luka parah di sekujur tubuh William dengan kedua tangannya.


Dua tangan itu terus bergetar hebat, seolah tak punya nyali untuk menghadapi luka-luka yang amat memprihatinkan itu.


Namun sekali lagi, Rosella mencoba untuk terus berlanjut, tak peduli betapa ngerinya dia melihat luka-luka di tubuh kekasihnya.


"Will, aku mohon, bertahanlah!!" ucapnya sambil terus menangis terisak.


Hingga pada saatnya, tangan William bergerak menuju tangan Rosella, dan menggenggam dengan lemah.


Melihat hal itu, Rosella menghentikan aksinya mengoleskan ramuan di tangannya, dan beralih menatapi William yang semakin terlihat membiru dan pucat.


"Will!?"


"Jaga dirimu baik-baik, aku mencintaimu, lebih dari apapun yang aku miliki...." Ucap William dengan lemahnya.

__ADS_1


"Kau tahu kalau aku juga mencintai kamu, karena itu berjuanglah untuk tetap hidup," jawab Andrea dengan tangisnya.


"Aku tidak bisa lagi menemani kamu, sudah terlalu lama sejak kita kecil dan kemudian tumbuh bersama tanpa adanya orang tua... bahagialah....."


Wilson dan Rosella terus saja berlinang air mata, tatkala dengan perlahan William terlihat menutup kedua matanya.


"Tidak, Will! kau tidak boleh mati! Will! bangunlah! Will, aku mohon!!" wanita itu terus mencoba membangunkan sang kekasih, sampai pada titik ia sadar sepenuhnya, kalau William telah tiada.


Wilson menunduk di tangan William yang di penuhi oleh luka gigitan serigala. Luka yang di sebabkan oleh Jayden, dan luka itu, kini terlihat semakin memucat.


William telah tewas.


Dua orang di samping jasadnya terlihat terus menangis, tanpa mempedulikan Jayden dan dua kawannya yang kini tengah bertarung saling melawan.


Kehilangan sosok William, bagi mereka berdua adalah kehilangan segalanya!


Terlebih lagi untuk Rosella, wanita yang amat mencintai William, bahkan belum genap dua bulan penuh mereka menjadi sepasang kekasih. Haruskah mereka melalui takdir kejam semacam ini?


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


"Ah! aku tahu itu kau! dasar pengganggu!!" umpat wanita yang muncul dari dalam air.


"Kau belum menjawab pertanyaan dariku, bagaimana kabarmu, saudara sepupu?" tanya Lucas pada Ratu Laut yang terlihat melemah.


"Kau sengaja memancing aku untuk keluar, supaya aku bisa kehilangan kekuatan yang aku miliki!!"


"Hehh! lagi pula kau sendiri yang aneh! kau adalah api, tapi kau lebih nyaman dan kuat saat berada di dalam air, karena itulah, aku senang, jadi tidak susah kalau harus mengalahkan kamu!!" ucap Lucas dari atas tebing.


Wanita itu terlihat terbang dan naik ke permukaan, meski dia tahu keadaan ini sangat berbahaya bagi dirinya. Ratusan tahun menetap di dalam laut, saat keluar, bukannya dia akan mendapat kekuatan yang lebih besar, malah justru ia akan semakin lemah.


"Kau hanya anak yang di kutuk menjadi putri duyung api, mau mencoba naik untuk melawanku?" tanya Lucas dengan sombongnya.


"Jika aku di kutuk harus hidup di dalam air, maka aku juga harus membuat kamu merasakan hal yang sama seperti aku!!"


Hiyaaaaaaaa!!


Swosh!!


Blam!!!

__ADS_1


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹


__ADS_2