Kekasihku Manusia Harimau

Kekasihku Manusia Harimau
#Ruang Operasi


__ADS_3

Bip! bip! bip!


Bunyi alat pendeteksi jantung yang terpasang di sisi ranjang tempat Lucifer harus melakukan operasi.


Pria itu hampir terenggut nyawanya setelah mengalami luka dalam dan kerusakan di beberapa organ tubuhnya, seperti lambung, paru-paru dan jantungnya akibat pertarungannya dengan Lucas di dunia lain.


Kini ia tengah berjuang melawan garis kematiannya yang sudah berada tepat di depan mata, hanya tinggal menunggu waktu saja untuk terjadi.


Beberapa dokter canggih terlihat di kerahkan di dalam ruang operasi, berusaha semaksimal mungkin untuk menolong komandan yang satu ini.


Bagaimanapun, sekarang Lucifer hanyalah manusia biasa. Ia kehilangan kekuatan dan mutiara yang membuat dia tetap hidup abadi, dan sekarang, artinya pria itu harus bergerak seorang diri, mencoba bangkit tanpa harus bergantung pada si jimat keberuntungannya yang di berikan oleh Andrea padanya.


Di luar ruangan, terlihat Andrea yang tengah di buat gusar dengan kecemasan di hatinya yang terus saja melanda. Tangisnya tak kunjung reda sejak kedatangan dia kemari.


Tepat di sampingnya, Siska juga ada di sana, bersama dengan kedua orang tua Andrea pula. Mereka semua berusaha untuk menenangkan Andrea apapun caranya.


"Dre, kau harus tenang, minum dulu, ya.." Tawar Siska pada gadis itu.


"Sis, bagaimana kalau dia tewas?" tanya Andrea sambil sesekali tersedu.


Dua orang tua Andrea hanya bisa terdiam, berdiri di pojok, namun juga tak luput dari pengawasan terhadap Andrea.


"Aku yakin dia akan selamat.."


"Jack.." Bisik istrinya dengan lirih.


"Ya?" Jack pun membalasnya dengan lirih pula.


Kini kedua orang tua Andrea tengah di buat asik dengan percakapan lirih mereka mengenai pria komandan yang terluka akibat menyelamatkan Andrea.


"Aku pikir dia kekasih Andrea.." Ucap ibunya dengan lirih di telinga Jack.


"Sayang, kau tahu, aku jadi bingung di sini.."


"Kenapa? kenapa kau bingung?"

__ADS_1


"Coba kau pikir saja, anak kita pergi ke villa dengan Gilbert, lalu sekarang, baru beberapa hari saja dia selamat, dia langsung berpacaran dengan komandan itu? kapan mereka berkenalan?"


Mereka berdua sedang di ruwetkan oleh masalah yang tidak bisa masuk ke dalam otak mereka.


Meski berulang kali Andrea menjelaskan soal perjalanan panjang yang dia lakukan menuju masa lalu, tapi entah mengapa kedua orang itu sama sekali tidak mengerti, mereka tentu tak punya akal sampai membayangkan sejauh itu bukan?


Yah!


Sejauh ini masih Siska dan Sam yang percaya akan cerita perjalanan Andrea ke masa lalu, dan pertemuan dengan Lucifer yang mengagumkan.


"Baiklah, aku tak mau pusing soal itu, kau tahu, membayangkan betapa mengerikannya kejadian saat di rumah tadi, aku pun merasa semuanya bak seperti mimpi.." Ucap ibunya Andrea.


"Ya, aku juga sama, memikirkannya saja sudah membuat kepalaku sakit, huhh! biarkan saja anak kita jatuh cinta pada dia, mereka sepertinya pasangan yang sangat serasi.."


"Kau ini lari kemana si bicaranya? sudahlah, diam saja, anak kita masih sedih karena kejadian yang menimpa komandan itu, jadi sudahlah, diam dulu.."


Mereka menghentikan acara bisik-bisik asik yang mereka lakukan, dan mencoba untuk kembali beralih ke putrinya yang masih saja menangis di kursi tunggu.


"Jack..."


"Sam! kau datang..."


Keduanya berpelukan, dan saling menepuk punggungnya, berharap bisa saling menguatkan dan memberi dukungan satu sama lainnya.


"Siapa yang seharusnya sedih di sini, aku yakin seharusnya kau yang bersedih.." Ucap Sam pada Jack.


"Kau ini sedang bicara apa?" tanya Jack pada Sam.


"Dia itu pria yang ingin aku jodohkan dengan putrimu, tapi, ya, begitulah, kau malah menolaknya.."


"Apa?" mendengar pernyataan dari Sam akhirnya berhasil membuat Jack terkejut di buatnya.


Pada awalnya Jack memang menolak keras tawaran yang di berikan oleh Sam padanya soal pria yang ingin di jodohkan dengan putrinya.


Ia pikir masa depan putrinya masih sangat panjang, jadi tidak mau menyia-nyiakan masa muda anaknya dengan kata menikah.

__ADS_1


Namun, tak bisa di pungkiri, Lucifer adalah menantu idaman baginya. Sejak dulu ia ingin memiliki seorang menantu yang bisa menjaga anaknya dari bahaya, ya, dan Lucifer memang berhasil masuk ke kategori tersebut.


Jujur saja, tolakan darinya di hari itu, jika di pikirkan, agaknya membuat dia menyesal. Huhh! andai saja sejak awal dia tahu yang di maksud Sam adalah komandan tampan itu, mungkin ia akan langsung menerima tawaran dari Sam.


"Memangnya kau siapanya dia?" tanya Jack masih dengan berbisik-bisik dengan Sam.


"Kau pernah dengar cerita soal pria berusia ratusan tahun, dan masih hidup awet muda sampai sekarang? mungkin pria itu ingin hidup selamanya dengan kekasih hatinya? kau tahu apa maksud perkataanku ini?" tanya Sam memang agak membingungkan.


"Sam, kau jangan membuat aku semakin pusing, aku sudah di buat pusing dengan penjelasan putriku soal perjalanan ke masa lalu, aish, aku bahkan tidak bisa berpikir sampai sejauh itu.."


"Tapi itu nyata, Jack! putrimu melakukannya, dan karena perjalanan itulah mereka berdua bertemu, lalu jatuh cinta, kau boleh percaya atau tidak dengan cerita ini, tapi Lucifer masih mencintai anakmu sampai sekarang, setiap hari dia menulis di atas bukunya, menyempatkan diri untuk menuangkan segala keluh kesahnya dalam penantian menemukan gadis selama lebih dari empat ratus tahun," jelas Sam pada Jack dengan sangat panjang.


Jack hanya bisa terpaku mendengar penjelasan dari Sam yang baginya sungguh tidak masuk akal. Namun gawatnya lagi, cerita tidak masuk akal baginya itu, adalah cerita nyata, yang memang pernah terjadi pada putri kandungnya.


Pantas saja baru beberapa hari Andrea pulang dan sembuh, ia langsung mengenali Lucifer. Padahal sebelumnya, gadis itu mana mungkin pernah berjumpa dengan pria komandan itu.


Cklek!


Mendadak pintu ruangan operasi di buka dengan lebar, menampilkan seorang dokter yang masih mengenakan semua pakaian hijau di tubuhnya, dan jangan lupakan juga masker medisnya di sana.


Langsung saja tubuh Andrea bangkit dan mendekati sang dokter hanya untuk sekedar bertanya bagaimana kiranya keadaan Lucifer sekarang.


"Dokter, bagaimana keadaan dia, Dok?"


Sang dokter terlihat membuka masker medisnya, dan menyimpulkan senyuman lebar di bibirnya. Dokter berusia sekitar empat puluh tahunan itu tersenyum senang di depan wajah Andrea. Sejujurnya ini bisa jadi berita bagus..


"Dia selamat.."


Andrea langsung memeluk Siska, merasa bahagia dengan kabar yang dia dengar dari sang dokter.


Dengan air mata yang masih saja menghiasi wajah Andrea yang manis, namun gadis itu masih saja terlihat cantik meski di bawah matanya sudah berkantung akibat menangis selama berjam-jam lamanya.


"Komandan Lucifer memang selalu berhasil dari maut, kami pun senang melihatnya kembali hidup!"


🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2