Kekasihku Manusia Harimau

Kekasihku Manusia Harimau
#Permainan Di Alam Liar


__ADS_3

Tanpa berpikir panjang, Lucifer terlihat mendekatkan wajahnya pada wajah gadis itu, lalu menyambar mulut Andrea, kemudian mel*matnya.


"Uhm...."


Des*han Andrea bahkan amat memikat. Gadis itu terpejam, dan menikmati setiap sentuhan yang di berikan oleh Lucifer pada sekujur tubuhnya.


Dia bahkan terlihat begitu lihai saat memerankan peran di pangkuan Lucifer. Apa lagi benda tegak di bawah sana yang berhasil mengganjal duduknya.


Andrea masih memejamkan mata, menikmati permainan lidah Lucifer yang amat menggiurkan.


Sesekali dia melenguh, dan melepas suara rintihan nya dengan puas, tak peduli ada berapa nyawa dan mata yang mungkin saja sedang mengawasi mereka dari dalam tenda ajaib.


Dengan perlahan, Lucifer terlihat menyingkap dres panjang yang di kenakan oleh Andrea, lalu mulai bergerak nakal memijit paha gadis itu yang mulus.


Sambil terus bermain dengan lidahnya, tangannya juga terlihat makin liar, menyingkap seluruh pakaian yang di kenakan Andrea, lalu melucutinya tanpa ampun.


Menolak?


Entah mengapa Andrea bahkan tidak berpikir sejauh itu. Dia bahkan membiarkan saja saat mulut Lucifer mulai terengah karena melihat lekukan tubuhnya yang memang amat menggoda.


Ya, dia akui saja, memang tubuhnya begitu erotis, apa lagi dua gundukan kembar di dadanya, itulah ikon yang paling dia minati pada tubuhnya sendiri.


Lucifer terlihat meneguk salivanya, merasa kagum dan tergiur dengan keindahan di depan matanya.


Dia menatap Andrea, dan mencoba bertanya pada gadis itu apa dia sudah yakin dengan apa yang akan mereka lakukan.


"Kau yakin akan melakukannya?" tanya Lucifer.


Namun Andrea hanya diam, dan terus menatapi Lucifer dengan sorot mata penuh nafsu.


"Terkahir kali aku ingat, kau lari kesini karena kekasihmu akan melecehkan kamu! bagaimana kalau kau juga lari dariku saat aku melakukannya padamu!?" tanya Lucifer dengan cemas.


Ya, pria sejati, yang harus mendapatkan persetujuan dari sang wanita meski untuk melampiaskan nafsunya sekalipun.


"Kita tidak punya hubungan yang abadi, kau akan tetap tinggal di sini, dan aku juga akan kembali ke duniaku! mungkin ini akan jadi kenangan terbaik untuk kita! meski sejujurnya, aku tidak pernah ingin pergi dari sisimu!"


Cup!?


Namun gadis berusia dua puluh tahun itu malah menyerang lebih dulu. Dia daratkan ciuman panasnya di bibir Lucifer, lalu bermain dengan lihai di dalam sana.


Sementara itu, tangan Lucifer pun tak mau kalah. Tubuh yang indah di depannya tidak mau dia anggurkan begitu saja.

__ADS_1


Dengan penuh hasrat nan menggelora, dia rem*s dua bola kenyal nan menonjol yang menyembul bahkan sampai menyentuh dagunya.


Bola yang memang terbilang punya ukuran yang cukup memuaskan, dengan hiasan dua titik kecil di ujung berwarna pink.


Lama sekali Lucifer bermain-main di tempat itu dengan kelihaiannya di dalam lum*tan mulut Andrea pula.


Merasa cukup dengan rem*san di dua gundukkan kenyal itu, kini tinggal mulutnya yang beraksi.


Di lahap saja ujung berwarna merah muda itu ke dalam mulutnya, lalu di mainkan dengan lihai lidahnya menyentuh si kecil di ujung, hingga membuat Andrea mengeluarkan suara des*han manja dari mulutnya, bahkan tanpa harus di pandu sama sekali.


"Agh!"


Di dalam tenda, semuanya sudah tertidur dengan pulas. Rosella yang tidur berpelukan dengan William, dan Wilson yang memilih tidur memeluk sang beruang.


Hahh!


Bahkan mereka telah menjadi kawan baik.


Lucifer terlihat makin mahir bermain cantik dengan dua gundukkan itu, hingga rasanya yang di bawah sana semakin tidak mau dia kendalikan.


Di buka saja seluruh pakaian yang menutupinya nya, dan terlihatlah badan kotak-kotak nan memukau menyembul di depan mata Andrea, hingga membuat gadis itu terperangah terpesona.


"Agh! Lucifer!!"


Andrea menggigit bibir bawahnya, saat dengan nakal Lucifer menyentuh bagian sensitifnya dengan kelima jari kekar Lucifer.


Pria itu masih bermain dengan lihai di dua gundukkan kenyal di dada Andrea dengan mulutnya, sedangkan satu tangannya masih setia mencoba menguasai mahkota Andrea.


Andrea memejamkan mata, merasakan kenikmatan yang sungguh luar biasa tidak ada duanya.


Dia menggelinjang, saat cairan panas terasa keluar dari mahkotanya, hingga membuat Lucifer berhenti menggelitik bagian itu.


Andrea menatapi Lucifer yang juga tengah menatap kedua matanya.


"Kau tidak akan menyesali ini, kan?" tanya Lucifer sekali lagi.


Andrea hanya melenguh saja, dan membiarkan seluruh tubuhnya untuk pria ini.


Melihat tidak adanya penolakan dari Andrea, membuat Lucifer semakin beringas. Dia hujam saja mahkota berwarna terang milik Andrea, yang di padu padankan dengan hutan lebat nan erotis di sana.


Bles!!

__ADS_1


"Arkh?!" pekik Andrea sedikit keras, bahkan sampai keluar air matanya, akibat rasa sakit yang dia rasakan sampai ke dalam rahimnya.


Ukuran senjata milik Lucifer memang terlampau besar nan panjang, hingga sekali masuk saja, rasanya sudah benar-benar menghujam hingga ke dalam rahim Andrea.


Sejenak Lucifer mendiamkan adiknya di sana, sambil menunggu Andrea sedikit tenang. Gadis itu memang masih merasa kesakitan, ya, jelas saja karena kondisinya yang masih belum ternoda.


Melihat air mata mengalir dari dua mata Andrea, Lucifer tak tahan lagi, dia menggerakkan satu tangannya, menghapus jejak air mata itu, lalu meraba pipi Andrea yang mulus.


Andrea membuka matanya, dan menatap Lucifer dengan wajah kesakitan.


"Apa terasa sakit!?"


"Sakit sekali...." jawab Andrea sambil merintih.


"Baiklah, aku akan melakukannya dengan pelan! aku janji!"


Cup!


Lucifer terlihat kembali bermain dengan lidahnya, mungkin akan sedikit memberi pengalihan pada Andrea akan rasa sakit akibat hujaman pedang tumpulnya di area kebanggan Andrea.


Dengan perlahan, dia mulai beraksi, memaju mundurkan tubuhnya, hingga terjadilah dua benda yang bergesekan menimbulkan rasa nikmat yang tiada tara.


Kini wajah Andrea mulai terlihat tenang. Gadis itu bahkan mulai berani melenguh dengan nikmat tatkala dia mulai merasakan rasa sakit itu yang berubah menjadi kenikmatan.


"Umh.. agh! umh...."


Lucifer menatapi wajah polos Andrea, dengan perasaan senang dan entah rasa apa lagi yang tak mampu dia utarakan untuk gadis ini.


Dia tersenyum, dan mendekat ke arah Andrea, sambil terus bermain maju mundur di area bawah sana.


Di dekatkan wajahnya di area belakang telinga Andrea, dan di kecuplah dengan mesra, hingga menimbulkan bercak merah akibat perbuatannya.


"Agh!"


Gadis itu kembali melenguh, merasakan lahar panas miliknya memuncah keluar, membuat basah sekitar area V nya.


Dia mencengkeram punggung Lucifer dengan kedua tangannya, sementara, Lucifer masih di buat asik menggigiti lagi area leher jejang Andrea sampai terlihatlah beberapa noda merah yang terlukis di sana dengan indah.


"Dre! kau membuat aku terpesona... Ugh!"


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺

__ADS_1


__ADS_2