Kekasihku Manusia Harimau

Kekasihku Manusia Harimau
#Berkunjung Ke Makam Gilbert


__ADS_3

Andrea tersenyum padanya, senyuman manis yang telah ia rindukan selama lebih dari empat ratus tahun lamanya.


Kini takdir menyatukan mereka, membunuh semua musuh yang memang seharusnya di singkirkan, membersihkan semua rintangan di jalan, meski harus bersimbah darah demi menggapai tujuan awal, membuat mereka kembali bersama.


Dan kini kebahagiaan itu akhirnya terjalin, menjadi bukti bahwa cinta tak selamanya berjalan mulus, pun tak selamanya akan mendapatkan bencana.


Mereka berdua telah bahagia menjadi satu dengan tak ada lagi perbedaan di antara keduanya, tak lagi terhalang oleh cinta dua dunia yang berbeda, atau mungkin dua ras berbeda.


Keduanya adalah manusia biasa, manusia yang pada dasarnya normal tak memiliki kekuatan apapun.


Andrea yang memang sejak awal tak memiliki kekuatan apapun selain keistimewaan di masa lalu, dan Lucifer yang harus kehilangan semua kekuatannya, pedang apinya, kekuatan ras harimaunya, dan terakhir kali, ia harus kehilangan mutiara itu, benda kecil yang pada mulanya bisa membuat dia menjadi manusia hidup abadi.


Semua itu sudah tak lagi ada dalam dirinya, kini tinggal hidup normal dan menjalani hari-hari berikutnya secara biasa, bak manusia biasa yang akan mengalami masa penuaan, dan mengalami kematian.


Ia akan melalui semua itu, bersama-sama dengan Andrea, gadis yang sangat dia cintai dan ia nantikan kehadirannya sejak empat ratus tahun silam.


Hahh!


Takdir tak juga kejam bukan? bukankah sejak awal semuanya seolah sudah di atur? memberi kesempatan mereka untuk bertemu, lalu dari pertemuan itu, mereka akhirnya di satukan dalam balutan cinta yang hangat dan indah untuk di kenang.


Sampai pada akhirnya, keduanya harus merasakan kehilangan yang amat berat, seolah memberi mereka sebuah keputus asaan yang hebat tiada tanding, terutama untuk Lucifer yang di biarkan saja untuk menunggu sampai empat ratus tahun lamanya, bukankah itu sebuah pembelajaran, bahwa selagi masih ada, kita harus menghargainya sebelum pergi, dan tak tahu lagi kapan kita akan menemuinya lagi?


Dan sekarang takdir mempertemukan mereka, dalam situasi dan kondisi yang tak jauh beda di masa lalu, hanya sedikit sentuhan berbeda waktu, apa itu semua sebuah kebetulan, atau memang sejak awal takdir yang sudah mengaturnya?


Supaya mereka di beri pelajaran hidup yang pahit, dan akhirnya setelah perjumpaan mereka setelah empat ratus tahun, kini mereka akan saling menghargai satu sama lain, karena takut takdir akan kembali memisahkan mereka....


Mungkin begitulah satu potong kalimat yang bisa menggambarkan hidup keduanya yang di penuhi tantangan, pun di penuhi warna.


Seharusnya benar kata Andrea, jika bukan karena Gilbert yang mengajaknya pergi ke pegunungan dan menginap di villa malam itu, mungkin ia tak akan bisa berjumpa dengan pria harimau bernama Lucifer yang akan menjadi pelabuhan cintanya hingga akhir hidupnya.

__ADS_1


Namun pantaskah jika ucapan terima kasih itu dia berikan pada Gilbert yang sudah hampir melecehkan dia, dan juga menodai dia di malam itu?


Syuuurr...


Wosh....


Bunga-bunga di taburkan di atas makam Gilbert yang letaknya berada di kampung halaman anak itu. Di sampingnya terlihat Lucifer yang selalu merangkul pundak mungilnya, dan tetap menemani gadis itu sampai selesai.


Di belakang mereka berdua, terlihat ibu dari Gilbert dan satu asistennya yang terus menjaga ibu Gilbert kemana saja wanita itu pergi.


Sejak kepergian Gilbert di hari itu, ia nampak tidak baik-baik saja, selain terkejut karena mendengar kabar putranya telah tewas di tembak anggota kepolisian, ia juga terkejut saat mendapati putra kesayangannya telah menjadi pemangsa keperawanan anak di bawah umur.


Pada mulanya Andrea merasa ragu apa ia harus datang ke makam Gilbert untuk sekedar menaburkan bunga, ia ragu apa mungkin ibunya Gilbert tidak akan benci padanya, karena bagaimanapun juga, di malam itu, ia lah yang bersama dengan Gilbert.


Tapi untunglah keadaan tidak seperti yang ia kira. Ibunya Gilbert tak membencinya sama sekali, justru ia menerima kedatangan Andrea dengan hangat, dan tak lagi berpikir kalau Andrea lah yang menyebabkan tewasnya Gilbert di malam itu.


"Terima kasih Gilbert, karena kau, aku berjumpa dengan Lucifer, meski kesalahan kamu tak bisa aku maafkan, setidaknya kau berbuat sesuatu yang menguntungkan hidupku.."


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Tak!


Tak!


Dua cangkir teh di suguhkan di meja tamu untuk Lucifer dan Andrea di sana. Keduanya masih terlihat canggung pada dua orang tua Gilbert yang masih berkabung atas meninggalnya sang putra.


Namun agaknya dua orang tua Gilbert malah tidak melakukan apapun pada mereka, tak membenci mereka atau semacamnya, mereka malah menyambut kedatangan mereka dengan baik-baik saja.


"Paman, Bibi, maafkan aku, karena kejadian di malam itu, putra kalian harus tewas.."

__ADS_1


"Kau tidak perlu minta maaf, semua ini juga kesalahan kami, kami yang membiarkan dia hidup di kota seorang diri, dan terus mempercayai dia kalau dia adalah anak yang baik.." Jawab ayah dari Gilbert.


"Kami bahkan lupa kalau dia hampir melecehkan teman SD nya saat dia masih kecil, Huhuhu...." Sahut ibu dari Gilbert.


Mendengar ucapan ibunya Gilbert, Andrea pun akhirnya tahu kalau semua yang terjadi sejak kemarin, memang karena Gilbert yang sudah kecanduan dan tidak bisa berhenti dari dunia itu.


Anak itu sudah lama memiliki kelainan dan memang kedua orang tuanya tidak ada yang tahu, karena setelah Gilbert berada di kota, mereka selalu mengira anak mereka akan baik-baik saja, dan tidak pernah berpikir kalau semua yang terjadi di kampung akan terulang lagi, bahkan jauh lebih parah dari sebelumnya.


"Baiklah, Bibi, kami harus pamit pergi, terima kasih telah menyambut kedatangan kami dengan hangat.." Ucap Andrea pada ibu dari Gilbert.


"Jangan sungkan jika kau ingin kembali lagi kemari, rumah ibu akan selalu terbuka untukmu, mungkin kedatangan kamu juga bisa menyembuhkan penyesalan Gilbert akan semua dosa-dosa yang ia lakukan padamu.." Ucap ibunda Gilbert dengan ramah.


"Baiklah, Paman, Bibi, kami pamit.."


......


Blam!


Pintu mobil Lucifer di tutup, dan kemudian melaju saja mereka keluar dari jalanan desa menuju kembali ke kota.


"Kau sudah lega sekarang?" tanya Lucifer pada Andrea sambil terus menggenggam tangan Andrea, sementara tangan satunya lagi berada di kemudi mobil.


"Ya! aku sudah lega," jawab Andrea dengan senang hati..


"Baguslah, itu artinya, kita bisa melakukan rencana selanjutnya.." Ucap Lucifer memang terdengar sangat membingungkan..


"Ah? rencana selanjutnya? apa yang sedang kau bicarakan? aku tidak mengerti apa maksud perkataan kamu...." Wajahnya bahkan terlihat begitu polos.


"Aish! aku tidak menyangka kau lupa kalau kau sudah berjanji pada kakek tua ini..."

__ADS_1


♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️


__ADS_2