
"Apa yang sedang kau bicarakan?" tanya William pada sang sahabat.
Wajah Lucifer nampak sedih, berat untuk melepas sosok Andrea dalam hatinya, hingga membuat air mata itu mengalir deras di pipinya.
Perpisahan yang tidak pernah dia dambakan, bahkan saat Andrea berbuat konyol di awal perjumpaan mereka, benarkah harus berakhir hanya sampai di sini?
Andrea mengusap air mata yang keluar deras membasahi pipi laki-laki itu, dan berusaha membuat Lucifer percaya akan kemampuan yang dia miliki.
"Hei, Lucifer, bukankah kau menginginkan akhir dari semua masalah kita? jika aku masuk ke dalam laut ini, dan menemukan mutiara itu, maka aku akan jadi penyelamat dunia, dan penyelamat sejarah, terlebih lagi, mutiara itu akan lebih aman saat bersama denganku, kau paham maksud ucapanku?" tanya Andrea benar-benar membuat hati Lucifer merasa kacau.
"Aku tidak mau membiarkan kamu masuk ke dalam sana sendirian! aku harus ikut!" ucap Lucifer yakin.
"Tidak! jika ayah dan kelompok kamu punya larangan untuk masuk ke dalam sana, seharusnya kau juga begitu, jadi biar aku saja yang masuk, kau tidak boleh!" ucap Andrea dengan yakin.
"Tapi nyawa kamu dalam bahaya, Ratu Laut akan menggunakan kemampuan tipuannya untuk mengelabui kamu, dan cara dia mengendalikan pikiran kamu, dia akan dengan mudah membuat kamu memberikan mutiara itu untuknya!" ucap Lucifer dengan cemas.
"Takdir akan menuntun mutiara itu untuk di miliki siapa, bahkan aku pun bukan manusia yang di takdirkan untuk memiliki mutiara itu, aku hanya segel yang membukanya, dan menentukan nasib mutiara itu."
Lucifer masih saja menggelengkan kepalanya, tidak rela jika akhir cerita cintanya juga sama dengan ayah dan ibunya.
"Lucifer, kau harus menerima semuanya! aku memang datang untuk hal ini, tidak ada yang bisa mengendurkan niatku untuk masuk ke dalam sana, dan mengambil mutiara itu dari tempatnya!"
Dengan yakin Andrea terjun dari kudanya, dan seketika di susul saja oleh keempat kawan seperjuangannya.
"Kalian semua, terima kasih telah mengantar aku untuk sampai di sini, tanpa bantuan kalian, seharusnya aku tidak akan tiba di sini dan memenuhi takdirku, terima kasih atas segalanya!" ucap Andrea pada kawan-kawannya, karena dia tahu, nasibnya akan di adu di tempat ini, antara dia bisa meloloskan diri, namun harus kembali ke asalnya, atau dia akan segera mati di tempat ini, dan meninggalkan Lucifer serta teman-temannya untuk selamanya.
Rosella datang mendekat dan memeluk erat tubuh Andrea yang sudah mulai berisi. Di peluk saja tubuhnya dengan erat, dan di tumpahkan segala kasih sayang dan cintanya pada gadis itu.
"Aku tahu aku sangat sedih dengan takdir kejam ini, hanya saja, kau telah melalui banyak hal, ini adalah tugas terakhir kamu di sini, jadi berjuanglah! aku tahu kau bisa!" ucap Rosella menyemangati adik perempuannya, ya, baginya Andrea adalah sosok adik yang hebat.
Wilson pun mendekat, memeluk dan bersikap manja pada Andrea, "aku minta maaf, telah merepotkan kamu sejak awal, aku menyesal sore itu tidak memaksa kamu untuk ikut bersamaku, untunglah kak Lucifer bisa menemukan kamu, tidak tahu bagaimana jadinya kalau para serigala itu yang menemukan kamu!" ucap Wilson penuh sesal, mengingat kembali momen pertama kali saat dirinya bertemu Andrea.
__ADS_1
"Tidak apa-apa..." Andrea melepas pelukan keduanya, dan beralihlah ke wajah William.
Meski kedekatan mereka berdua agak canggung, tapi Andrea tahu laki-laki itu pasti juga menyayangi dirinya.
Dia tersenyum pada William, dan menunggu laki-laki itu memeluknya.
William dengan bergegas memeluk Andrea, juga menumpahkan rasa kesalnya pada anak ini, rasa kesal karena Andrea harus menempuh perjalanan sesulit ini, hanya untuk sebuah perpisahan.
"Andai aku dapat merubah takdir, aku pasti akan merubah takdirmu, Nak! kau begitu berharga di mataku, tapi pertemuan kita memang harus sesingkat ini, berjuanglah! aku pun tahu kau anak yang hebat!"
William melepas pelukannya, dan mencoba menyemangati Andrea dengan segala yang dia bisa.
Kini tinggal satu orang yang belum dia ambil keputusannya, satu orang ini lah yang akan menentukan apakah dia akan maju ke depan, dan seluruh dunia akan aman bersamanya, atau dia akan mundur, membiarkan saja mutiara itu, meskipun gerhana matahari akan segera tiba, dan itu artinya dia tidak akan bisa berfungsi sebagai segel lagi.
Mutiara itu akan memilih tempat bersemayam sendiri, dan akan memilih tuannya sendiri. Entah itu jatuh pada Ratu Laut, Lucas, Tuan Zhagler, atau mungkin Lucifer sekalipun, Andrea tidak lagi punya kuasa untuk menahannya.
"Lucifer!" panggil anak itu dengan lirih.
"Aku tahu kau mencemaskan aku, tapi yang aku butuhkan adalah, dukungan semangat darimu, bisakah kau memberikannya untukku?" tanya Andrea dengan lembut.
Tangan mereka saling menggenggam, tak mampu untuk melepas.
Lucifer menghapus noda kesedihan di wajahnya, dan mencoba tersenyum untuk takdir yang Andrea pilih.
Pria itu mengangguk, ya, terpaksa harus mengangguk, karena ini adalah pilihan untuk Andrea, "ya, aku berharap kamu berhasil melalui semuanya!" ucap Lucifer dengan tegar.
Andrea tersenyum dan memeluk pria itu, membenamkan kesedihan mereka di dalam kehangatan antara mereka.
Kini Lucifer tidak lagi berpikir ingin mempertahankan Andrea. Dia tahu, mempertahankan Andrea sama hal nya seperti dia memusnahkan kelompok yang hidup pada masa itu.
Mungkin ini memang takdir yang harus mereka lalui, hanya saja, dia tidak akan pernah bisa membiarkan Andrea dalam bahaya, setidaknya anak itu harus kembali pada tempatnya, dan bisa berkumpul lagi dengan keluarganya, dengan ayah yang selalu membuat dirinya menyesal telah membangkang, dan dengan ibunya yang sangat menyayanginya.
__ADS_1
Dia berpikir mungkin keluarga Andrea juga sedang mengkhawatirkan kondisi putrinya sekarang, sementara itu pintu untuk kembali ke dunia Andrea hanya ada saat mutiara itu di ambil oleh Andrea.
Jadi bagaimanapun juga, dia harus mengambil pilihan untuk menuntaskan semua permasalahan ini.
Keduanya kembali mencium, setidaknya ini adalah kenangan terakhir sebelum mereka harus berpisah, dan mengarungi takdir masing-masing.
Dengan sedih, Andrea mengakhiri kecupan di bibir Lucifer. Dia melepas semuanya, termasuk tubuh Lucifer yang sejak tadi malam tak ingin jauh darinya.
"Aku harus pergi!" ucap Andrea dengan lirih.
Lucifer hanya mengangguk saja, membiarkan dan melepaskan gadis yang ia cintai untuk pergi darinya.
"Kau juga harus tegar!" ucap Andrea lagi padanya, lalu akhirnya mendekatlah Andrea ke bibir pantai.
Hap!
"Nyonya, aku akan merindukan kamu," ucap sang beruang dengan sedih.
"Modi, kau harus bisa melupakan aku, ini adalah ujungnya, jadi lepaskan aku, hiduplah dengan tenang dan damai!" ucap Andrea sambil melepas beruang besar itu, dan tetap berjalan menuju arah laut yang dalam.
Clup!
Dan bayangan sosok Andrea pun menghilang dari mata mereka semua.
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Ada yang gak setuju kalau mereka di pisahin? 😁😁
Sama, saya juga 😁😁😁😁
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
__ADS_1