
TTTINNNNNNN!
semua mata tertuju ke arah mobil hitam yang berada di luar gerbang sekolah "HEYYY!" sapa di pengendara yang kepalanya nongol dari jendela mobil.
"Bang Bian. Kok,,hah?" si Neva bingung sendiri melihat abangnya belum pulang, tubuhnya masih tersembunyi oleh sudut ruangan.
Bu Priska berlari menghampiri Bian dengan tergesa "Bian. Bisa murid kami menumpang ke jalan Setia Raya?"
"Bisa, dengan satu syarat!"
"Aa itu?"
"Biarkan Neva ikut."
Tidak butuh bernegoisasi lama, kepala sekolah menyanggupi permintaan Bian. Neva sudah muncul dari antah-berantah, "Iya Bu Habis dari toilet" kilah Neva saat ditanyai kok tiba-tiba muncul dari arah yang bukan kelasnya bahkan tanpa dipanggil dari kelasnya.
Yulan dan ke dua timnya sudah duduk di kursi penumpang yang di tengah, sedangkan Neva duduk santai di bangku depan di samping abangnya.
Namun tiba-tiba ada sesuatu yang membuat se isi mobil terkejut.
BUKKK
"AAAA. KOK, KAK ENDRU MASUK MOBIL KITA?" teriak Yulan panik stengah mati melihat ada orang yang menyelonong masuk ke dalam mobil di bangku penumpang belakang.
Tidak ada waktu lagi, Bian sudah melajukan mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata. Tak peduli dengan kehebohan yang terjadi di dalam mobilnya.
__ADS_1
"Emang Lo ikut peserta, makanya ikut?" tanya Neva sewot.
"Lo juga nggak peserta kali, ngapain juga Lo ikut mereka?"balas Endru menyeimbangkan ke sewotan Neva.
Ngikk.
"Gue ikut buat memberi dukungan sama Yulan temen Gue. Paham?"
"Nahh, Gue juga," Endru memberi jeda memikirkan alasan selanjutnya. Ditiupnya telinga Aldi adik kelas X yang sempat ia ikut sebagai anggota MOS dalam kelompoknya kemarin, memberi kode. Aldi diam mematung. "Gue juga mau memberi dukungan sama--" Endru merangkul bahu Aldi dari belakang kemudian menepuknya "Aldi. Iya nggak, Al?"
Yang ditanya sedang menahan kepanikan "I-iya, Kak." Aldi gugup.
Neva tahu ada yang aneh dengan Endru, ada udang di balik batu tapi tak tahu entah udang jenis apa.
"Seterah Lo lah ya. Bokap Lo kan yang punya sekolah, jadi suka-suka Lo mau buat apa."
Semua orang di dalam mobil kecuali Bian, mempunyai pemikiran yang sama. Baru kali ini mereka melihat tingkah Endru yang se ajaib ini, namun tak dapat berkata apa-apa Seperti kata Neva tadi, jabatan orang tua bisa memuluskan apa saja.
"Sampeee. Silahkan turun, abang mau parkir mobil dulu."
Yulan dan ke dua temannya sudah lebih dulu berlari ke dalam menghampiri guru Geografi mereka.
"Lo ngapa dah, ngikut Gue mulu?" Neva jengah menghadapi Endru yang dari tadi menyempili langkah kakinya.
"Suka Gue dong, kaki kaki Gue." Endru menjawab santai sambil melipat tangannya di dada.
__ADS_1
Bukk.
"Auhhh." Endru meringis saat kakinya di injak Neva dengan sengaja.
"Dengerin Gue," Neva menatap nyalang ke arah pria ini. "Jangan ganggu Gue lagi. Gue cape di liatin sinis satu sekolah hanya karna mulut kompor si Chatryn. Gue mau cari aman untuk bersekolah, bukan cari masalah yang nggak berfaedah. Dan asal Lo tahu, deket-deket sama Lo sama aja namanya cari mati. Kekasih Lo si Inggri itu adalah ratu iblis di sekolah, siapa aja bisa di bully hanya karna persoalan tentang Lo." setelah mengatakan itu, Neva berlari menaiki tangga kaki lima gedung.
Endru masih diam mematung. Ia lupa masih ada Inggri yang akan menjadi penghalang terbesarnya untuk mengejar Neva, harus mencari cara agar ia bisa memutuskan Inggri.
"Ck. Hah, ribet banget." Endru mengeluh. Ia tidak menyadari tatapan orang di sekitarnya, ngapai dia berdiri sendiri seperti tiang bendera karena badannya yang tinggi menjulang.
Ddretttt.
Endru merogoh ponselnya dan mengangkat telepon yang tersambung.
"Haloo."
"CEPAT SUSUL KE DALAM. YULAN DALAM BAHAYA, YULAN TERKUNCI DI DALAM KAMAR MANDI!"
Degggg.
"Ok. Thanks infonya, Will. Terus pantau Chatryn di sekolah, perempuan itu yang sabotase bus sekolah."
Tut tut tut.
Hanya Endru dan Willangga yang tahu gelang apa yang sedang dipakai Yulan sekarang. Alat perekam seukuran kartu memori diselipkan di antara mainan gelang tersebut. Ini semua sudah dipikirkan secara matang, baru kali ini ketua tim olimpiade diganti. Sebelumnya Chatrynlah yang selalu diikutkan padahal masih ada siswa yang lebih pantas dari gadis rubh itu.
__ADS_1
"SIAPAPUN DI LUAR BUKA PINTUNYA. TOOLONGG!! TOLONGG!!"
ššš