Kisah ABG

Kisah ABG
Di Cap Pelakor


__ADS_3

Jam istirahat yang menyebalkan!


Neva berjalan tergesa-gesa sambil membawa tumpukan buku untuk diantar ke ruang XII IPS 2, buku akuntansi itu menumpuk di tangan Neva. Sebenarnya ini berat sekali, ditambah lagi bekas kebodohan memasak tadi malam belum hilang dari jarinya. Ini adalah hukuman dari pak guru itu karena tidak mengerjakan tugas beliau.


Perasaannya mulai tidak enak ketika memasuki lorong itu, banyak mata yang menatapnya demgan berbagai macam perasaan. Namun langkahnya tetap di buat se tegas mungkin, ini adalah ruangan Inggri.


"Per-misi, Kak. Aku Neva anak kelas XI IPS 2 mau mengantar buku akuntansi kalian dari pak Epo." Neva berusaha se sopan mungkin untuk menghormati kakak kelasnya.


Ruangan ini tidak terlalu sepi, ada beberapa murid perempuan yang masih di dalam sambil makan-makan.


Neva berdecak malas, sombong sekali mereka ini. Tidak ada yang mepedulikannya. Neva masuk saja dan meletakkan tumpukan buku itu di atas meja guru.


Saat Neva hendak berjalan pulang ke arah pintu, tiba-tiba ada seorang yang memanggilnya.


"TUNGGU!" orang itu berjalan angkuh menghampiri Neva


Neva diam menatap perlawanan pada perempuan ini. Masih anak sekolah, tapi gayanya seperti tante-tante. Rambut diwarnain tergarai, lipstik tebal, baju mulai terlihat sempit, Kaos kakinya sudah tidak sepanjang peraturan sekolah, matanya itu,, uuuihh. Neva mengejek dalam hati.

__ADS_1


"Nama gue RATU!" ucap perempuan itu sok.


Nggak ada yang nanyak juga.


"Lo yang nganter buku itu?" tunjuk Ratu ke arah meja guru. "Pasti lo kena hukum sama Pak. Epo karena nggak ngerjai tugas," Ratu tersenyum sinis "GAYSS!! INI NIH SI PELAKOR ENDRU DAN INGGRI!! TERNYATA PE MA LAS NGERJAIN TUGAS. WUUUIII!!" teriak. Ratu sekencang mungkin agar di dengar banyak orang.


Mereka semua ikut tertawa menghina Neva.


Ratu menarik kasar rambut kuncir kuda Neva, dan menjambaknya. Ratu tertawa terbahak-bahak melihat penampilan Neva yang berantakan. Ratu semakin mengacak-acak rambut Neva sampai kusut sangat kusut. Ratu dan beberapa temannya tertawa melihat aksi pembulyan itu.


"NAHH! INI PAS NIH! LO HARUSNYA NGACA LO SIAPA, LO NGGAK SECANTIK INGGRI, NGGAK SEJENIUS INGGRI, TUBUH LO JUGA BIASA AJA. LO ITU TUH YA, NGGAK AKAN BISA SEPANGKAT INGGRI PACARAN SAMA ENDRU!! SOK MAU NGEREBUT ENDRU DARI INGGRII SIH LO, SOK KECAKEPANN!!"


hinaan Ratu ini merendahkan harga diri Neva berkali lipat. Ratu melepaskan jambakannya dan mendorong tubuh Neva. Untung saja Neva sigap bertopang pada papan tulis, kalau tidak ia pasti jatuh.


Lagi dan lagi Neva menjadi pusat perhatian, anak kelas tiga berdatangan ke kalas itu. Ratu dan gengnya tertawa puas, seperti mendapatkan hiburan baru.


Tangan Neva meraba sesuatu yang ada di bawah papan tulis, ada penghapus yang sudah berdebu spidol.

__ADS_1


"PULANG SANA KE KELAS LO!' sentak Ratu.


Sebelum Neva benar-benar pergi, Neva berjalan mendekati Ratu dan menempelkan penghapus tadi di kemeja Ratu. Secepat kilat Neva berlari melewati kerumunan siswa yang berada di luar pintu.


Ratu berteriak ingin mengejar Neva tetapi dihalangi oleh siswa yang lain. Baju Ratu kotor ternoda debu spidol papan tulis.


Ratu cepat-cepat menaiki lift untuk turun ke lantai dua, menuju kamar mandi yang ada di dekat perpustakaan.


Neva menangis di sana, memcuci wajahnya yang kusut.


Semenjak ia dekat dengan Endru, ada saja masalah yang datang. Karena kejadian di kantin kemarin, bahkan guru-guru muda menggosipinya. Sekarang, pasti anak kelas tiga juga menertawainya.


Semuanya terasa sesak. Jarinya kembali terasa perih karena tersiram air. Rambutnya sangat kusut sekarang, seragamnya juga sudah keluar.


Neva mengutip karet gelang yang ada di dalam tempat sampah kamar mandi, menyisir pakai jari pelan-pelan mengikat rambutnya serapih mungkin. Merapihkan baju dan dasinya, lalu mencuci wajahnya agar terlihat segar.


šŸ‘‡šŸ‘‡šŸ‘‡

__ADS_1


__ADS_2