
Cciittttttt!!!
Kaki jenjang itu muncul gerakan elegan dari balik pintu mobil disusul oleh tubuh berseragam sekolah terlihat modis dengan kaca mata hitam yang bertengger di wajahnya, menyandang tas bermerek mewah rambut pirangnya tergerai ditiup angin pagi. Berjalan anggun melewati gerbang utama sekolah tersenyum angkuh berpapasan dengan murid laiinya, kedatangannya mencuri perhatian siswa membuat murid seketila saling berbisik ada yang memuji ada juga yang bertanya karena ada juga yang tidak mengenalinya, beberapa siswa yang baru tiba juga ikut berkumpul membicarakan siswa cantik itu.
Dia tentu saja merasa bangga dada, kecantikannya bagai sihir yang membuat orang memujinya. Memasuki lift meninggalkan siswa yang di belakangnya tanpa berniat menyapanya.
Tingggg..
Sudah sampai lantai tiga, sudah tidak sabar ingin bertemu dengan pria tercintanya. Namun bukan pria itu yang datang menyambutnya, melainkan sesuatu yang hampir membuatnya serangan jantung.
"SELAMAT DATANG KE SEKOLAH, INGGRISA!!"
Prrittttt! suara terompet itu membuat telinga sakit.
Buk,,buk,, buk,,bukk!! Apaan lagi itu, suara pukulan dram yang begitu kuat semakin membuatnya,,huhhh.
"Ssatuu,,dduaaa,,ttiigaa!!"
Tuss,,tuss,,tuss!!
"Yyeyyy!! Inggrisa sudah kembali!!"
Kertas kecil warna-warni bertaburan dari balon yang sengaja digantungkan di atas berjatuhan di tubuh Inggrisa, suara riuh satu angkatannya menyambut kepulangannya dengan semeriah ini. Bola matanya berputar mencari keberadaan pria itu, tapi dia tidak ada di sini, mana dia?
__ADS_1
"INGGRISA SAYYANGG,, AHH SENANGNYA LO UDAH SEKOLAH LAGI!!" Ratu beringsuk menempeli badan Inggrisa diikuti oleh gengnya bersuara cempreng ini.
""Ohohh,,thanks atas sambutannya loh. Gue gak nyangka kalian bakalan semeriah ini, tapi gue nggak bawa oleh-oleh nih," sahutnya.
"Oh,,tunggu tunggu!" Ratu merebut buku yang dipegang temannya lalu menyodorkannya pada Inggrisa "Nggakpapa nggak ada oleh-oleh, asalkan lo tanda tangin buku ini, biar kita-kita bisa uplod di story, punya temen model yang terkenal udah go internasional. BENER NGGAK GUYSS??"
"BENER TUHH!!"
"Gue ke kelas dulu mau ambil buku!!"
"Gue jugaa laa!"
"Woii, tungguin gue ikutt!!"
Satu per satu mereka kembali membawa buku dan pena meminta tanda tangan dan foto bersama, saling berdesakan bersisik membuat Imggri merasa gerah apa lagi tidak ada AC di lorong kelas tiga.
"Satu satu dulu, jangan saling dorong dong." seloroh Ratu melihat antrian yang tidak kondusif lagi. "Veni,,kipasin Inggri dong. Pasti kepanasan Inggrinya," titahnya pada salah satu temannya.
Dengan sabar jarinya memberi tanda tangan pada semua kertas, senyum terpaksa saat berfoto. Kakinya sudah keram jarinya juga, suara mereka semua memadati gendang telinganya.
Tanpa mereka sadari ada sepasang guru yang memperhatikan aksi murid kelas tiga ini, masih diam di tempat.
"Bu Priska, cepat bubarkan mereka. Ini sudah di luar batas, bunga itu bisa rusak keinjak," ujar Pak Septer guru olahraga.
__ADS_1
Priska terkekeh geli, bisa-bisanya temannya ini memikirkan bunga itu. "Baiklah. Bapa turun duluan saja, biar saya yang urus mereka."
Priska menghampiri kerumunan siswa itu lalu bertepuk tangan kuat, namun mereka seolah tidak peduli sama sekali. Priska berdecak kesal. Tidak sengaja melihat terompet kertas yang tergeletak sembarang di atas kursi tunggu, meniupnya sekencang mungkin.
Perlahan murid memberi ruang untuk Bu Priska berbicara, guru BK ini pasti mengamuk lihat wajahnya yang menggeram marah. Inggrisa tentu saja merasa senang telah bebas dari sambutan aneh ini.
"BUBAR SEMUA, BUBAR!!" teriak Bu Priska nyalang.
Semua hening, mereka mulai meninggalkan kerumunan menuju tujuannya masing-masing.
Tinggalah Ratu beserta geng dan Inggrisa yang tampak biasa saja. Priska menghela nafasnya kasar, ini pasti perbuatan Ratu.
"Inggrisa, pergi temui kepala sekolah sekarang, beritahu kehadiranmu bahwa kau mulai sekolah. Jangan mentang kau anak dari ketua yayasan menjadi sesuka hatimu di sekolah ini, tetap harus menaati peraturan yang sudah tertulis." ungkap Priska tegas.
"Hum," sahut Inggri tidak sopan. Priska membatin menahan gejolak emosi menghadapi anak satu ini. "Ratu, bawa tas gue yah," setelah memberikan tas pada Ratu, Inggri melongos pergi.
"Dan kalian," tunjukanya pada mereka "BERSIHKAN SEMUANYA INI, PUNGUT KERTAS-KERTAS INI SAPU SAMPAI BERSIH. PAHAM!"
"Paham, Bu!" jawab mereka.
Sementara Inggrisa menggerutu karena tidak melihat batang hidung Endru dari tadi.
ššš
__ADS_1