Kisah ABG

Kisah ABG
Pesawat ( End )


__ADS_3

Hari ini adalah hari terbahagia Neva dan keluarganya, pesta pernikahan Priska sederhana namun sangat berkesan. Banyak kejutan-kejutan hadir di acara ini. Tampilan Neva yabg lebih mengejutkan, susah payah ibunya membujuk agar mau dimake-up, pakai gaun yang panjang semata kaki.


Rambutnya tergerai indah berhias bunga mutiara melingkari pucuk kepalanya, dan tidak lupa dengan tas kecil menggantung di bahunya.


Keluarga besar Septer sangat menyambut pernikahan ini, duda tanpa anak sebentar lagi sudah berganti status melepas masa lajangnya.


Endru terkesima memandang kecantikan Neva, pertama kali melihat rambut indah itu tidak terikat, ternyata di balik wajah jutek tersimpan keindahan ciptaan Tuhan pada Neva. Merayu agar Neva tersenyum lagi, memberi motivasi percaya diri saat acara nanti, bahkan Yulan dan Chatryn berkeja keras mengajari cara berjalan ala-ala wanita yang tepat dan benar. Dengan dukungan dari pacar dan temannya akhirnya Neva tidak cemberut lagi. Seketika itu juga seluruh guru dan siswa sekolah tercengang melihat penampilan Neva si murid tomboy kelas 11.


Neva berjalan anggun menuju altar di mana ke dua orang tianya teoah berdiri berdampingan menyambut kedatangannya, tersenyum indah membawa rangkain bunga di gemgamannya sesekali mengigit bibir merasa gugup baru pertama kali seperti ini. Tangannya gemetar-gemetar saat menyerahkan bunga, bernapas lega setelah ibunya meraih bunga dari tangannya kemudian acara tukar cincin pun sudah terlaksana dengan baik.


Adi Putra memeluk adiknya seraya menahan tangis,mengusap punggung Priska juga pun ikut menangis terharu. Sekarang urusan Priska tidak lagi sepenuhnya tanggung jawabnya, sudah ada suami tempat Priska berbagi.


"Saya sudah berjanji di depan makam mendiang sumamimu, akan berusaha menjadi suami terbaik untukmu dan ayah sambung yang baik untuk Neva." Septer tersenyum lembut mencium kening Priska sayang.


"Terima kasih atas semuanya. Maaf aku belum sepenuhnya mencintaimu, tapi aku yakin perlahan pasti cinta itu hadir seiring kita bersama-sama." Memang itulah kenyataan sebenarnya. Namun baik Priska mau pun Septer sudah sepakat berkomitmen untuk saling menjaga cinta bina rumah tangga, Septer bukan lelaki buruk untuk di cintai, Priska yakin cinta akan datang dengan sifat bertanggung jawab Septer.


Semuanya turut berbahagia, pasangan pengantin itu terlihat sangat serasi.


"Si bochil Gio enggak jadi anak bungsu lagi," celetuk Neva terkekeh gemas menganggu adiknya Gio sedang asik memakan hidangan pesta.


"Kenapa begitu?" Gio bertanya polos, wajah murungnya membuat Neva gencar menoel pipi adiknya mengusuli Gio. Gio sudah sangat dimanjakan oleh kakak-kakanya karena anak bungsu, ia merasa nyaman dengan itu.


"Kamu akan segera punya adik," bisiknya cekikikan. Gio mendengus belum memahami ucapan sang kakak. Neva bungkam setelah papah Adi memperingatinya untuk tetap tenang.


Andika juga turut hadir, datang jauh-jauh dari luar negeri sembil mengisi waktu libur semester. Dan kabar baiknya juga, Andika dan Arman dipersiapkan untuk menjadi pasangan bisnis pengganti posisi Arifin. Andika akan menjadi asisten Arman, setelah mereka ber dua siap diangkat menjabat dalam perusahaan inti.


Menolak pun sudah tidak berguna semua tetua sah menunjuk mereka, bagaima mungkin rival abadi menjadi kawan sejagat?! Itu sangat sulit diterima.


Pesta berlangsung sangat lancar tanpa satu apa pun yang menghadang, bergembira berdoa yang terbaik untuk pasangan ini.


Neva berfoto berdiri di tengah-tengah ke dua orang tuanya seraya mengembangkan senyum bahagia.


🌹🌹🌹


Ini malam terakhir mereka bersama menginap di rumah Endru, setelah hampir dua minggu menghabiskan waktu mengukir kenangan.


"Itu tanah dari sekolah. Kak Endru pasti akan sangat merindukan sekolah, banyak kenangan kita di sana." Endru tersenyum menerima pemberian dari Yulan. Ada kotak kecil di dalamnya terdapat botol mungil diisi tanah diambil dari pekarangan sekolah, menutup kotak dengan sopan merangkul pundak Yulan mengucapkan terima kasih.


"Itu adalah foto-foto kita, Kak. Kalau rindu tinggal buka aja albumnya." Kali ini Jhena yang memberikan satu album foto cetak. Tangan mengusap sampul album foto, menahan tangisan haru.

__ADS_1


"Nah, ini botol minum ada ukiran nama Kak Endru." Endru tertawa kecil membalas tawa Aslika. Unik, dia sangat menyukai pemberian Aslika.


Chatryn maju mekangkah mendekati Endru, ia memberikan kenangan ada jaket di dalamnya.


Tidak tahan lagi pada akhirnya ia terisak sedih menerima barang kenangan dari teman-temannya, tidak mungkin juga membatalkan kepergiannya.


Kali ini giliran Neva, mendorong kursi roda ke tempat yang sudah disiapkan teman-temannya.


Lampu-lampu tumber kerlap-kerlip bergelantungan memanjang mengelilingi di pohon menambah semarak malam perpisahan. Begitu penutup matanya dibuka, betapa indahnya ia mendapat perlakuan manis seperti ini membuat sedemekian indah ini pasti sangat butuh waktu dan butuh pengorbaban. Endru mengecup punggung tangan Neva berkali-kali, memuji kagum malam ini. Neva juga berdandan cantik menggerai rambutnya, tampak lebih feminim dari sebelumnya.


"Kau suka?"


"Sangat." Tatapan itu tidak lepas sama sekali, membuat Neva sapah tingkah.


Di depan mereka ada pohon besar, mengulurkan tangan Endru menyentuh kulit batang pohon. "Kita ukir nama kita di batang pohon ini." Mengangguk menyetujui usulan Neva.


Dengan paku yang sudah tersedia, menancapkan ujung paku pada kulit batang pohon menggores membentuk hutuf namanya.


"NEVA RAHAYU dan MICHAEL ALVENDRU"


Mengusap hasil karya mereka, ini adalah bentuk kenangan untuk cinta mereka. Berjanji saling setia menjaga hati, saling menjaga komunikaai agar tetap berjalan baik, berjanji cepat pulang menjalani terapi dengan semangat, tidak menghianati meskipun mereka akan menghadapi cinta jarak jauh.


"Enggak, Ndru."


"Awalnya aku hanya sekedar penasaran saja, mendengar keluhan Bu Priska kenakalanmu di sekolahmu sebelumnya. Aku tertarik ingin bertemu siapa dan seperti apa gadis nakal itu, kabar pindahan kamu ke sekolah Dharma Bakti membuatku sangat antusias. Hingga pertemuan pertama kita di bawah pohon jambu waktu itu, kamu lagi cari celah untuk cabut dari sekolah. Dan tatapan matamu yang menantang, aku sangat suka membuatku tambah penasaran. Melihat cara melawan murid yang tidak menyukaimu, ohhh, terlebih awalnya itu waktu kamu jadi detektif dadakan di olimpiade Yulan, kamu ingat'kan? Dan semakin lama aku semakin menaruh hati," ungkap Endru.


"Hanya itu?"


"Aku tidak tahu alasan pasti menyukaimu, yang kutahu aku sudah jatuh cinta padamu. Itu saja!"


Neva tidak melanjutkan obrolannya lagi, ia diam bersandar di kursi roda Endru.


"Aku juga tidak punya alasan untuk menyukaimu, hati yang suka ya aku suka. Kalau dari mana awalnya, aku pun tidak tahu. Yang kutahu hanya aku juga suka dan entah mengapa aku sangat menpercayaimu. Menunggu kepastian cinta darimu, menunggu hubunganmu dengan Inggrisa berakhir, sekarang menunggu kamu dari pengobatan kakimu. Haihh, tapi jujur aku tetap cinta dan sangat percaya kalau kamu akan pulang. Jadi kumohon jangan kecewakan aku, sekali lagi jangan kecewakan aku."


Jemarinya mengusap ujung mata Neva mulai berair mengecup mata gadis itu lembut, menguatkan agar tidak menangis padahal ia sendiripun sudah ikut larut, terapi ia harus menahannya kuat di hadapan Neva.


"Makasih karena sudah percaya. Aku berjanji tidak akan mengecawakanmu, pegang janjiku. Maaf lagi-lagi jamu harus kubuat menunggu bahkan waktu yang sangat lama, aku akan pulang secepatnya dan juga mengikat cinta kita."


Dua sejoli ini kembali masuk ke dalam rumah. Membantu membaringkan Endru ke tempat tidur, membenarkan selimut Neva melakukannya dengan baik. Besok jam 10 pagi pesawat akan membawanya ke negeri orang.

__ADS_1


Pagi pun tiba.


Seluruh isi rumah mengantarkan keluarga Endru menuju bandara, berbagai macam perasaan melepas kepergian salah satu sahabat.


Priska tak kuasa membendung air natanya. Baru saja mereka ber dua menjalin kedetakan persahabatan, sekarang sudah mau berpisah lagi. Ke dua wanita itu saling menguatkan satu sama lain.


Adi Putra menghela napas berat melepas Michael, tetapi mencoba menegarkan hati, ia yang paling dituakan di simi. Merangkul Michael erat-erat. "Jaga kesehatanmu, semoga kalian bahagia dan membawa Endru kembali berkumpul lagi," ucapnya sehangat ayah menasihati anaknya.


Nava tidak melepakan gemgamannya, tadi malam tegar sekarang berat rasanya. Teman yang lain masih menyisakan lontaran candaan melerai suasana sedih.


Pengumuman keberangkatan membuat mereka semakin bersiap. Bembi meledek Endru yang sudah berderai air mata, apa nanti di sana ia mempunyai sahabat seperti ini? Baru kemarin ia merasa tidak sendirian karena ada Will dan yang lain menerima mengubah pandang hidupnya, tapi sekarang mereka terpaksa berpisah.


Menghambur memeluk Endru, mengusap menghirup aroma tubuh pacarnya ini.


"Aku menunggumu kembali, jangan kecewakan aku," bisiknya.


Tangan Endru membelai surai Neva. "Aku akan kembali, janjiku untukmu, sayang."


Pesawat itu telah terbang tinggi bersama sejuta harapan yang menanti, menembuas awan dan akan samoai di waktu yang berbeda.


Kita tidak tahu apa yang terjadi ke depan hari, sebagai manusia kita hanya bisa berharap pada waktu dan berdoa setiap saat.


Neva menyentuh mainan kalungnya dengan lembut kemudian mengecupnya.


"Semoga Tuhan mempertemukan kita dan menyatukan kita. Aku menunggumu, Endru."


T.A.M.A.T


šŸ‘†šŸ‘†šŸ‘†


Dengan demikian KISAH ABG berakhir, dengan ending plot twist!!! Ya, karena perjalanan kehidupan para Abg-abg ini masih panjang, kan masih muda umurnya..hehehe..


Apa pesan yang kamu ambil dari cerita ini? Hihihihi!!


Terima kasih banyak yang udah mampir kasih vote like coment, dan dukungan untuk ceritaku..semoga kalian sehat selalu!!!


Dadahhhhh!!!


šŸ‘†šŸ‘†šŸ‘†

__ADS_1


__ADS_2