Kisah ABG

Kisah ABG
Jack Yang Malang


__ADS_3

**Mengandung adegan kekerasan.


🌹🌹🌹**


Bian mengepalkan tangan matanya berkilat amarah, pemandangan begitu menyayat hatinya bagai dihumus pisau yang tajam. Laki-laki itu sedang berlutut hendak mencium menyerang wajah adiknya yang sudah tidak sadarkan diri, adiknya Neva sudah terlihat berantakan dan lengan tangannya berdarah serta pakaiannya yang sudah acak-acakan.


BUK!


Kakinya sudah melayang mengenai bahu Jack, yang ditendang langsung terkapar lemah.


Endru juga merasakan sakit hati yang sama, mengambil tindakan menutupi tubuh Neva dengan jaketnya lalu menggendongnya. Rio merogoh isi tas Neva tidak ada yang berkurang satu barang pun, dan langsung ikut keluar menyusul Endru. Sementara tugas Bian yang mengeksekuai tubuh Jack, laki-laki merepotkan sekali sedari tadi bergerak-gerak berteriak bertanya siapa mereka. Obat perangsang itu sepertinya berdosis tinggi menyebabkan tenaga Jack berkurang untuk melawan mereka.


Bian membabi buta memberi tinju ke seluruh wajah serta perut, menendang lutut kaki, inilah sisi lain Bian yang humoris akan berubah ketika melihat orang tersayangnya disakiti.


"BANG, GUE NEMUIN INI NIH DI LEMARI ITU!!" seru Dani yang muncul dari arah dapur sedang membawa sebuah tabung kecil berwarna merah.


"Si-siapa,,uhukk,,uhukkk,,kalian?" tanya Jack terbatuk-batuk. Kerongkongannya terasa sakit mengeluarkan darah.


Bian masih mencengkram kerah baju Jack menatap lekat-lekat laki-laki ini. Meskipun minim cahaya tetapi Bian masih punya pengelihatan yang tajam mengingat siapa yang bernama Jack ini, tersenyum sarkas meludah wajah Jack yang berdarah.


"Lo ingat nggak siapa gue?" bisiknya menyeramkan.


Jack tertegun. Suara ini? Matanya tidak bisa terbuka terlalu sakit di kepalanya.


"GUE FEBRYANTO PUTRAA!!"


Deg.


Itu Bian, Jack mengingatnya. Mulutnya ingin berucap tetapi sulit karena bibirnya sudah pecah.

__ADS_1


"HAHAHAHA!!" Bian terbahak menyeramkan. Bahkan Dani sudah merinding dibuatnya.


BUKK!!


"UHUKK!!"


"INI PUKULAN KARNA LO UDAH COBA-COBA MENDEKATI DAN MENYAKITI ADIK GUE!"


BUK


"UHUK,,UHUKK!"


"DAN INI PUKULAN KARNA LO UDAH MEMBUNUH CEWEK GUE. MENJUAL CEWEK GUE KE TEMAN-TEMAN LO, KALIAN MENIKMATI TUBUH CEWEK GUE BERGILIRAN, SAMPAI CEWEK GUE BUNUH DIRI!"


Di dekat mereka, Dani hampir pingsan dibuatnya. Sungguh ini sangat menyeramkan.


Tubuh Jack sudah remuk semua.


"LO SANGAT BANGGAIN GENG MOTOR LO INI KAN?? DAN KESENANGAN INI TIDAK AKAN LO RASAKAN LAGI."


KRREKK!!


Bian mematahkan tulang kaki Jack.


Bian tersenyum puas telah membalaskan dendam lamanya ini, kakinya sudah patah dan tidak mungkin bisa membawa motor lagi. Bian sudah merebut kesenangan Jack untuk selama-lamanya, impas dengan Jack yang telah merebut mimpi kekasih Bian yang sudah tiada.


"Dani, berikan tabungnya." titthnya pada Dani yang masih mematung, lalu meraih tabung yang digemgam Dani.


Bian menyemprotkan gas air mata tepat ke wajah Jack, merogoh ponselnya menghubungi seseorang.

__ADS_1


"Halo Pak Bangun, Jack sudah saya temukan. Segera seret dia ke penjara."


Dani masih mencerna semua ini. Sepertinya Bian bukan orang sembarangan, buktinya dia ada simpan nomor anggota polisi.


"Selow, Men. Abang hanya orang biasa yang kebetulan berteman dengan salah satu anggota polosi, ayo keluar dari ruangan ini."


Mereka berdua meninggalkan Jack sendirian dengan tubuh luka-luka, Jack masih bernyawa hanya saja tidak bisa melakukan apa-apa. Sudah dijebak oleh si Bima, sekarang dihabisi oleh Bian. Matanya pun sangat perih karena gas air mata, benda itu adalah salah satu barang berbahaya yang dikoleksinya di sini.


🌹🌹🌹


Endru dan Rio tercengang melihat siapa yang menyetir mobil putih ini, ternyata mereka tidak tertangkap yang seperti mereka duga. Yulan adalah penyelamat mereka, mobil yang mereka tumpangi tadi sudah pulang bersama Willangga yang sedang melaksanakan misinya.


"Yulan, mundur ke belakang memangku kepala Neva. Rio di depan. Kita harus segera membawa Neva ke rumah sakit."


"Baik, Kak." segera Yulan turun dari depan bangku supir lalu memangku kepala Neva.


"Kak, ada beberapa motor yang ngikutin kita," ucap.Yulan panik.


"Itu pasti temannya bang Jack. Rio, hubungi bang Bian!" Endru melajukan mobil dengan kecepatan tinggi.


"Ndru, bang Bian dan Dani sedang dalam perjalanan kantor polisi. Mereka ber dua menjadi saksi penangkapan Jack," Rio menjelaskan.


"Baiklah, sekarang waktunya kita yang bermain."


CITTTT!


CIITTTT!!


Berkejar-kejaran dengan beberapa motor membelah jalan raya, bahkan ada yang hampir tertabrak untung saja Endru dapat mengendalikan kecepatan ban mobil. Mobil berbelok di tikungan tajam membuat beberapa motor yang mengejarnya kewalahan, hingga mereka sudah berada di atas jalan tol menuju rumah sakit.

__ADS_1


Dan kabar baik selanjutnya adalah, Willangga dan dua timnya membawa Bima ke rumah orang tuanya langsung. Willangga mengabarkan bahwa Bima akan ditangani langsung oleh orang tuanya, dan akan memindahkan Bima ke sekolah asrama di luar negeri.


šŸ‘‡šŸ‘‡šŸ‘‡


__ADS_2