
Semenjak kejadian kemarin membuat hubungan Neva dan Endru kembali merenggang seperti sedari awal mereka bartemu. Bukan juga, hanya Neva yang membuat hubungan mereka menjadi seperti itu. Menghindari setiap kali Endru ingin mendekatinya baik di sekolah maupun di dunia sosial media, apa pun caranya ia tidak ingin bertemu denfan Endru.
Bahkan Neva sudah tidak menginjakkan kakinya ke kantin, karena biasanya Endru akan menghampirinya. Bersembunyi di ruang perpustakaan bersama Yulan, di sana tempat yang sepi dan paling hening di sekolah. Tidak menjawab telepon dan pesan singkat, semua itu dilakukannya.
Sementara perasaan Endru sedang tidak baik sekarang ini. Dirinya merasa bersalah mengapa ia absen hari itu hanya karena bertengkar dengan papahnya, dan ia tidak melihat kejadian yang mempermalukan Neva. Setelah mendapatkan kabar itu dari salah satu teman sekelasnya, ia langsung menemui Ratu dan antek-anteknya untuk memberi pembalasan menindas mereka dengan cara membersihkan ruang osis sampai kinclong. Ratu sangat membenci debu dan alat sejenisnya, jadilah ia berinisiatif memberi hukuman seperti itu, bahkan Endru memotret mereka lalu memamerkannya di artikel sekolah. Endru dengan mudah melakukan semua itu karena kekuasaannya.
Sekarang bagaimana caranya agar ia meluluhkan hati Neva lagi? Ia cukup kelimpungan menghadapi wanita satu ini, sungguh sangat sulit menebaknya.
__ADS_1
Meyakinkan Neva tidak semudah menghadapi Inggri atau wanita yang pernah dikenalnya. Neva seolah memberi dinding sebagai pagar pembatas untuk mereka bisa dekat lagi, apa pun alasanya ia tidak mau berjauhan dengan Neva.
Merasa ada yang beda, itu pasti! Neva sudah terbiasa dengan kejutan manis dari Endru yang sudah berhasil mencairkan perasaannya, tetapi karena ia lebih percaya pada perkataan orang lain dari pada kata hatinya sehingga membuat perasaannya menciut untuk lebih dekat dengan Endru. Dengan kata lain, Neva tarik diri kehilangan optimisnya. Jika boleh jujur ia sudah tertarik dengan Endru, hanya saja masih banyak pertimbangan untuk menunjukkan perasaannya.
Sementara Endru, sudah terang-terangan menyatakan rasa suka pada Neva walau tanpa kata, tindakannya selama ini yang berusaha melindungi Neva sudah cukup bukti yang kuat untuk mencalonkan diri sebagai kekasih Neva. Tetapi ada hal yang ia hampir lupakan, hubungannya dengan Inggrisa belum diakhirinya. Jika berbicara tentang restu orang tuanya memang sulit, nanti akan ia pikirkan caranya membuktikan bahwa Inggrisa bukan perempuan yang tepat untuk bersamanya.
Tuttt...Tutttt...Tutttt!!
__ADS_1
"Ahk. Angkat dong Neva, aku mau dengar suara kamu," ucap Endru frustrasi. Ini sudah berkali-kali ia meneleponnya namun nomornya sudah berada di luar jangkauan. Endru menghempaskan tubuhnya kasar ke tempat tidurnya, membuka galeri memandang foto saat ia bersama Neva beberapa waktu lalu. Senyuman itu sangat membuat ia merindukannya, mengusap layar ponsel menuangkan ungkapan rindunya. Perlakukan kasarnya tadi siang justru membuat candu baginya dan tidak tersinggung sama sekali, Endru harus berusaha keras lagi untuk mendekati Neva.
Di malam yang sama, Neva juga bisa tertidur. Sudah beberapa kali abangnya mengajak ia makan malam namun tidak kunjung turun, rasa laparnya hilang seketika.
Sengaja menonaktifkan ponselnya agar tidak dihubungi oleh nomor dari orang yang paling dihindarinya. Menenggelamkan wajahnya ke dalam bantal gulingnya, menggumam ungkapan kerinduan kepada Endru. Ada rasa penyesalan ketika ia memberi tinju ke wajah Endru saat Endru mengejarnya dan mencoba memeluknya saat pulang sekolah tadi, membentak Endru di depan kelasnya yang sama saja mempermalukan Endru dihadapan siswa lainya. Tetapi itu semua dilakukannya agar mereka bertengkar dan saling menjauh satu sama lain. Namun justru kebalikannya yang ia terima, ia nenyesalinya.
Neva dan Endru sama-sana terisak dalam kerunduan mereka, sama-sana maratapi nasib percintaan mereka. Endru masih mau berjuang untuk wanita pujaanya, sementara di seberang sana Neva sudah mulai menyerah.
__ADS_1
ššš