
Penanggung jawab dari sekolah SMA Kartika telah dipanggil dari sekolah dan sudah berada di dalam ruangan intograsi bersama Bima si murid pelakunya, tak lupa ada Neva dan Endru yang akan menjadi saksi di kasus ini.
Tak dipungkiri bagaimana raut wajah kepala sekolah SMA kartika saat ini, malu itu pasti. Sedangkan Bima, lelaki itu masih tak mau angkat suara sama sekali. Padahal jelas dirinyalah yang mencuri seragam petugas kebersihan gedung dan merusak sistem operator.
Endru duduk santai di samping Neva, sedangkan Neva duduk gelisah. Mereka menceritakan semuanya yang dilihat, terapi tidak dengan untuk masalah penguncian Yulan di dalam toilet. Neva berpura-pura tidak tahu siapa pelakunya.
Neva membuang pandang menghindari tatapan tajam Bima, aura permusuhan mencekam di antara ke duanya.
Setelah pihak gedung melihat rekaman cctv ruang operator, pihak gedung meminta ganti rugi kepada pihak SMA Kartika. Untuk pintu yang sudah rusak karena ulah Endru, itu tidak dipermasalahkan. Satu lagi yang dibahas, Bima masih belum mengakui tentang ulahnya kepada Yulan. Berbohong adalah jalan keselamatan dirinya tanpa mendahului nama baik sekolahnya, ia berdalih hanya iseng untuk melakukan perusakan itu.
Sekarang nama sekolah mereka kembali tercemar lagi padahal sudah mulai membaik setelah masuk ajang olimpiade ini, semua di luar dugaan.
"Terima kasih atas waktunya telah datang menyelesaikan masalah sekolah ini, Pak. Kami berharap insiden ini tidak terulang lagi. Untuk urusan Bima, kami serahkan kepada pihak sekolah," ucap lelaki paruh baya yang tak lain adalah penanggung jawab gedung.
"Sama-sama, Pak," pihak kepala sekolah menerima jabatan salam.
Endru menyalam kepala sekolah itu dengan hormat.
"Auhh," Neva menahan suara ringisannya. Gemgaman tangan kepala sekolah itu terlalu kuat, lebih tepatnya disengaja. Neva mendudukan wajah tidak membalas tatapan tajam lelaki yang sedang berdiri di depannya ini, tubuhnya menegang dan kaku.
__ADS_1
Beliau tidak menyangka bahwa, mantan muridnyalah yang menjadi lawannya di ajang olimpiade ini. Dan lebih mengejutkan lagi, pertemanan Bima dan Neva yang terkenal sangat akrab di sekolah, menjadi korbannya. Beliau pergi ke luar ruangan.
Bima berjalan angkuh melewati Endru, bahkan tidak meliriknya.
"MULAI DETIK INI DAN SAAT INI, KITA ADALAH MUSUH!" bima berbisik di telinga Neva, lalu mendorong bahu perempuan itu.
Neva tidak berkutik sama sekali, dirinya benar-benar dalam bahaya.
"Ha," Neva menoleh ke samping melihat Endru yang mengemgam tangan kananya yang sedikit memar. Rasanya begitu hangat, dan. Ah, rasa nyerinya sedikut berkurang.
Endru mengelus telapak tangan Neva dan memberi sedikit pijatan, ia merasa bahagia kali ini tidak ada penolakan.
"HOREEEEE!!" sorak-sorai dan tepuk tangan mengisi aula karena mendengar pengumuan pemenang olimpiade.
Tim masing-masing sekolah bertepuk tangan mendengar nama sekolah mereka dibacakan, meskipun ada yang tidak menang.
Tetapi semua terasa berbeda saat pembacaan juara tiga dalam olimpiada Geografi tingkat SMA. Selama lima menit mereka menunggu tak ada perwakilan yang naik untuk maju ke depan, sampai MC mengatakan akan mengirimnya langsung ke sekolah tersebut.
Tidak ada yang tahu apa yang terjadi sebenarnya, pihak gedung masih menghargai privasi dan masih menjaga etika. Sehingga tidak ada pengumuman atau pemberitahuan ke mana sekolah itu, mereka berspekulasi kemungkinan sudah pulang dan kembali ke sekolah mereka.
__ADS_1
Alunan musik yang meriah memberi efek eforia saat pembacaan tiap pemenang kategori olimpiade.
Wajah peserta yang memegang piala terlihat bahagia, hasil belajar mereka tidak sia-sia. Bahkan tiap-tiap sekolah yang mengikuti ajang olimpiade ini, mendapat sertifikat berstandar nasional yang sudah ditanda tangani mentri pendidikan dan kebudayan. Dan pemenang akan mendapat medali,sertifikat,dan uang tunai.
SMA Dharma Bakti mendapat juara 2 umum, menang dalam kategori Bahasa inggris, Sejarah dan Geografi.
"YULANNNN!!!" teriak Neva paling heboh memeluk sahabatnya. "Selamatt!!! Akhirnya Lo bisa menangin sekolah ini, dan menyaingi si Chatryn. Ahaha, Gue seneng bangett.
"Makasih," Yulan melepas pelukan Neva. Kemuduan tersenyum bahagia "Ini juga berkat kamu yang mendukung aku untuk ikut, aku mungkin gak pd kalau bukan karena kamu." jawabnya jujur.
Lihat! Betapa pintarnya Neva langsu g mengubah moodnya. Seolah tidak terjadi apa-apa, ia menutupinya denfan sempurna.
ššš
...
....
Updet terus, walau tanpa pembaca.
__ADS_1