Kisah ABG

Kisah ABG
Bully


__ADS_3

Pagi ini terjadi kehebohan di sekolah, semua murid sedang berbincang tentang apa yang mereka dapat dari pesan whatsaap grup sekolah. Ini benar memalukan nama baik sekolah bila tersebar sampai ke luar, bagaimana mungkin salah satu siswa berani merusak ban bus sekolah dan ban mobil kepala sekolah yang terparkir? Dari rekaman cctv yang tersebar sudah terlihat siapa pelakunya, murid yang termasuk berprestasi mekakukan ini. Hampir semua murid mengenal siapa itu Chatryn. Ada yang mengenal karena kecerdasaanya, dan tak sedikit yang mengenal karena


anak itu sangat cerdik mencari perhatian di depan guru-guru.


"Ihh, nggak nyangka. Dia bisa melakukan hal selicik itu."


"Pasti dia iri karna digantikan posisinya."


"Penghianat!"


"Awas temen-temen jangan ledek dia lagi, nanti ban kendaraan kalian dibocorin lagi."


Chatryn berlari sambil menutup telinga mendengar ejekan dari teman satu sekolah yang ia lewati, masuk ke kelas dengan wajah marah meletakan tasnya asal.


PAKK


"WOYY, SANTAI DIKIT LETAKIN TASNYA. NANTI RUSAKK!!"


"ENTAH!!"


kedua teman satu sekolahnya meledek Chatryn dan langsung keluar ruangan.


BUKK

__ADS_1


"AAUUHHH!!"


"HAHAHA. CHATRYN! NGAPAIN LO NENDANG KURSI YANG TIDAK BERDAYA ITU, RASAKAN SAKITNYAA. ENAKK!!"


"ENAKLAH, MASA ENGGAK. E, TAPI BOONG. ITU SAKIT BANGETT!!"


Teman-tenan ini memang sangat lucknut. Bukanya kasihan melihat temannya yang kesakitan, justru dijadikan bahan lelucon.


Chatryn tidak membalas ucapan dari temannya itu, ia memijit kakinya yang ngilu karena menendang kursi.


Suasana kelas tampak sepi, semua orang sibuk menjauhi dirinya. Apa tidak ada kebaikan dalam diri Chatryn untuk alasan bisa ditolong, setidaknya ada dia yang bisa menjawab pertanyasn dari guru killer menyelematkan kelasnya.


Pulpennya tiba-taba jatuh dan mengelinding ke lantai, dengan sedikit tertatih ia berjalan meraih pulpunnya. Ini sakit sekali epribadih, gara kursi sialan ini.


Tangan kirinya memegang pergelangan kakinya yang sakit, tangan satunya mencoba meraih pulpen hitam itu. Namun hampir saja perjuangan tangannya tidak sia-sia, ia terpaku melihat apa yang terjadi di depannya.


Chatryn menengadah melihat siapa orang dengan lancang mencari gara-gara padanya. Senyuman Neva sangat sinis membuat ia ingin mencakarnya, pake tolak pinggang segala lagi.


"Ouhh. Susah ya ngambil pulpen yang tidak seberapa ini?" ucapnya mengejek. Kakinya asik menggoyangkan pulpen masih dipijakannya.


"LO!!" seru Chatryn menggeram. Kakinya tambah ngilu saat ingin mencoba berdiri. Menyesal sudah ia telah menendang kursi itu.


"Nihh!" Neva menendang pelan pulpen itu. Menggelinding dengan anggun ke arah Chatryn.

__ADS_1


Chatryn diam menatap nanar melihat benda serba guna itu telah retak, tapi tintanya masih bisa berguna. Mau melawan? Mana bisa! ia hanya sendirian sekarang.


"Auhh, Neva sakitt!! Lepasin tangan Lo dari rambut Gue!!" ringis Chatryn kesakitan. Tangannya mengemgam tangan Neva yang menjambak rambutnya yang terurai indah.


Neva menunduk mensejajarkan badannya dengan Chatryn, lalu berbisik ke telinga Chatryn, "Lo kerja sama'kan, sama anak SMA Kartika yang bernama Bima?"


Degg


"A-auh, sakit Neva!! A-apa maksud Lo, Gue nggak ngerti!!"


"Aaa, nggak usah sok polos Lo!"


"AAA, NEVA!!" jambakan Neva tambah kuat, tetapi Chatryn masih bisa menahan air matanya.


"Ok, biar Gue perjelas!" Neva menarik nafas menahan emosinya yang sudah membuncah. "Lo yang nyuruh si Bima buat ngejebak Yulan dengan ulat bulu, membayar Bima buat ngerusakin ac gedung itu dan nyalain lampu sorot yang panas untuk Yulan. Dan Lo yang masukin sekolah itu ke olimpiade itu dengan orang dalam yang Lo kenal. Iya kan??" ucapbya penuh penekanan. Neva melepas jambakannya dan menyentak badan Chatryn ke belakang.


"Auhh," lagi-lagi kakinya terasa sakit karena tersandung ke lantai, ia terduduk lemah di hadapan Neva. Penampilannya sangat berantakan, rambutnta sudah kusut dan tidak tertatata lagi.


"Kalo iya, kenapa?" Chatryn masih punya kekuatan untuk menjawab. "Toh, Lo nggak punya bukti yang kuat kan untuk membuktikan itu," Chatryn tertawa miris "Aduin aja kalaubLo mampu!"


"Untuk sekarang emang Gue nggak punya bukti. Tapi, dengan Lo masih nunjukin wajah di sekolah ini, hidup Lo nggak akan tenang. Lo lihat tadi? Semua murid di sekolah ini sudah berbalik membenci Lo. ujar Neva penuh penekanan. Jempolnya menekan kuat kening Chatryn, bahkan sampai membekas. Setelah itu Neva ke luar ruangan menjumpai temannya yang lain.


Berdiri perlahan menyentuh meja sebagai topangannya, berjalan tertatih duduk di kursinya. Chatryn benar-benar merasa malu semalu-malunya. Sekejap ia merasa rendah di depan teman sekolahnya.

__ADS_1


"SIALLL! AWAS LO NEVA, GUE AKAN BALAS PERBUATAN LO. DAN GUE AKAN TERUS DI SEKOLAH INI BUAT NERIMA TANTANGAN LO!!"


šŸ‘‡šŸ‘‡šŸ‘‡


__ADS_2