
Ini dia si Jack yang menjadi ketua geng motor paling disegani diantara geng motor lainnya, apa saja dapat dilakukan untuk terhindar dari kejaran pihak berwajib. Badannya yang tegap berkulit sawo matang, rambutnya gondrong selalu diikat, brewokan yang semakin menambah kesan seram pada dirinya, tatapan matanya begitu tajam dan wajah yang tidak pernah tersenyum, tangannya bertato gambar naga berwarna hitam pekat. Pernah sekali dia menjadikan teman satu gengnya sebagai kambing hitam demi melindungi dirinya dari polisi, dan banyak kelicikan lainnya yang dilakukannya untuk bertahan dalan posisinya sekarang.
Sebatang rokok menyala memgepulkan asap di udara sambil melirik sinis ke arah remaja laki-laki yang juga teman satu komplotannya, terus menghisap sampai yang disampingnya berhenti berbicara.
"Lo udah berhasil nyuruh si Neva datang ke sini?" tanyanya datar lalu mematikan puntung rokoknya yang hampir habis.
Bima menahan napas sejenak untuk menahan asap rokok agar tidak menyelinap ke dalam paru-parunya. "Udah, Bang. Setelah gue berhasil bujuk rayu dia," jawabnya.
"Bukannya kalian sudah tidak saling bicara lagi setelah olimpiade kemarin?"
"Yah. Gue pura-pura baikin dialah," ucap Bima sekenanya.
"Lo udah mulai licik kayak gue. Tapi gue seneng lo ada kemajuan begini, itu artinya generasi gue buat jadi ketua ini udah ada."
__ADS_1
Cih! Mana sudi gue ngikutin orang licik kayak lo. Kalau bukan karena buat balas dendamin gue ke si Neva, udah dari dulu gue out dari geng ini."
"Hem, iya bang."
Jack tidak memperhatikan ekspresi Bima selanjutnya. Ia sudah pergi meninggalkan bangku pertemuan itu lalu masuk ke dalam kamar untuk menemui kegiatannya bersama kekasih gilanya itu sambil menunggu Neva datang dalam waktu dua jam lagi.
Bima memandang jijik melihat Jack masuk ke dalam kamar itu, ingin sekali ia meludah membayangkan apa yang akan terjadi di dalam sana.
Bima menelisik sudut dapur hanya sekadar melihat-lihat saja, sampai tiba-tiba ide gilanya muncul di dalam pikirannya. Bima merogoh sesuatu dari dalam sakunya, mencampurkan sesuatu ke dalam air mineral yang masih tertutup rapih di dalam kulkas.
š¹š¹š¹
Siang ini Neva sangat bersemangat untuk keluar rumah menemui Bima teman satu sekolahnya dulu yang tiba-tiba menghubunginya.
__ADS_1
Ia sangat senang menerima pesan singkat dari Bima yang mengatakan bersedia meneminya menemui Jack, ia juga segan menemui Jack seorang diri tanpa Bima. Karena Bimalah yang menjadi alasan kuatnya masih tetap bergabung dalam geng motor itu walaupun tidak menjadi anggota yang seaktif dulu, hari ini ia akan meminta keluar dari geng itu dengan berteman Bima. Bima katanya sudah keluar juga dari situ, otomatis ia juga ikut keluar sama seperti Bima.
Dengan celana model acakan beserta kemeja biru yang ia pakai hari ini, selalu setia dengan kunciran kudanya dan tidak lupa ia memakai gelang yang dia pinjam dari Yulan tadi di sekolah.
Alangkah terkejutnya Neva ketika membuka pintu rumahnya, ada sebuket bunga besar di depan pintu. Neva berdecak kesal, ia sudah tahu siapa pelakunya ini.
Melihat kiri kanan halaman rumahnya, tidak ada tanda Endru yang mengintip entah dari mana. Karena buru-buru juga, dengan terpaksa ia membuang bunganya ke dalam tempat sampah yang ada di samping mogenya. Lalu menepi ke luar gerbang tanpa permisi kepada orang rumah.
Sementara Bian yang sudah keluar rumah jadi ikut bodoh sendiri, adiknya sudah pergi begitu saja. Entah mengapa ada perasaan yang sulit dijelaskan saat melihat moge Neva keluar dari gerbang rumah.
"Semoga tidak terjadi sesuatu tang tidak enak," doanya dalam hati.
ššš
__ADS_1