Kisah ABG

Kisah ABG
Perayaan Part 5: Kambing Hitam


__ADS_3

"Huftt,,akhirnya selesai juga!" Jhena berucap lega setelah berhasil menampilkan kata sambutannya. Meneguk air minum menghilangkan rasa hausnyackemudian menyeka pipinya yang berkeringat.


"Jhena!"


Menoleh ke arah pintu melihat Chatryn datang duduk di sampingnya, tersenyum hangat menerima perlakuan dari sahabatnya ini.


"Uhm. Sepertinya ada yang mau naik jabatan, nih!" goda Chatryn menoleh lengan Jhena.


"Apaan sih!" sangkal Khena malu-malu.


"Kamu nggak lihat tadi, penonton semuaaa menatap takjub sama kamu. Uhmmm," Chatryn semakin menggoda.


"Tapi aku kurang PD juga sih tadi, aku takut siswa laiinya masih ngejekin aku," tutur Jhena mengungkapkan kecemasannya.


"Kamu udah membuktikan dasar kemampuanmu saat memberi kata sambutan tadi. Anak osis lainnya juga udah bosan sama Endru."


"Uhg," Jhena berpangku tangan.


Tingggg!!


"Ada pesan di hpmu."


Chatryn merogoh tas kecilnya membaca pesan masuk, seketila wajahnya memucat.


"Aku ke kamar mandi dulu, yah."


"Eh. Chatryn, Tryn!" Jhena kebingungan melihat perubahan air muka Chatryn meninggalkannya begitu saja. "Ada yang tidak beres, pasti."


🌹🌹🌹


Neva sudah berkeliling menyusiri sudit sekopah mencaritahu keberadaan Endru, tapi tak ada hasilnya. "Ck. Ndru, lo kemana?" ucapnya berdecak kesal.


"EH,,TUNGGU!" Neva berlari menghampiri salah satu siswa yang memakai name take osis.


"Iya, kenapa?" tanya siswa perempuan itu.


"Lo lihat Endru, nggak?"


"Oh, Endru ada di atap sekolah."


Neva terhanyak. Perasaan saat tadi dia kesana, Endru tidak ada. Tapi- "Oh, makasih ya." siapa tahu menang Neva tidak memperhatikannya tadi.


Saat Neva berlalu pergi, siswa perempuan tadi tersenyum sinis. "Neva udah naik ke atas." lapornya dari telepon yang digemgamnya.


Tanpa merasa curiga Neva tetap nekat melewati tangga menuju atap sekolah, sayangnya ia tidak menyadari ada jebakan yang menunggunya di sana.


Byurrrrrr!!!

__ADS_1


"AHKKK!!"


Ember berisi air membasahi seluruh tubuh Neva.


"SIAPA YANG JEBAK GUE??" teriakbya emosi setelah melihat asal ember itu dari atas atap, anak tangga itu ikut basah bersama tubuhnya. Neva berlari cepat-cepat menuruni tangga ke arah toilet, pakaianya basah kuyup dan sedikit menggigil kedinginan.


Chatryn berhasil menjalankan tugasnya, ia ikut bergabung menemui Ratu dan ke dua teman laiinya. Tanpa merasa curiga, Chatryn mengikuti langkah mereka.


🌹🌹🌹


"Loh, habis dari mana basah-basahan begini? Ada kolam renang di sekolah kita?" tanya Inggrisa menyelidik. Neva memasuki bilik toilet dalam keadaan basah kuyup.


"Uhng, tadi ada yang buat jebakan di tangga mau ke atap sekolah. Ada ember berisi air," Neva berbicara terus terang karena ia sudah kedinginan.


Inggrisa tersenyum sinis, tetapi ia harus terap berpura-pura.


"Oh astaga! Pasti lo malu banget keluar dalam basah kuyup gini. Ada baju ganti dalam tas gue, lo mau make nggak? Gue pinjemim."


Tanpa pikir panjang Neva mengangguk. Menerima paper bag dan langsung mengganti palainnya. Sebenarnya ia heran, kok sampe ada pakain dalam segala? Untung muat.


"Thanks!" ucap Neva tulus.


"Ok. Pulang nanti rencanya gue mau nginep di rumah temen, makannya gue bisa bawa baju ini."


"Oh, gitu." Neva menangguk


Neva tercengang, ternyata ini yang namannya Inggrisa, model terkenal itu, putri kepala yayasan, dan pacar Endru.


Deg.


"Dia cantik banget, serasi sama Endru yang juga tampan." Neva membatin


"Lo nggak mau kenalan sama gue?" tanya Inggri belum melepas uluran tangannya. Tetapi tidak lupa ia harus tetap mempesona menunjukkan kecantikannya.


"Eh, iyah " Neva membalas uluran tangan Inggrisa, "Neva, nama gue Neva."


Mereka berdua keluar dari kamar mandi, melihat beberapa siswa satu sekolah mereka berkerumun di depan perpustakaan.


Ada Endru dan teman yang laiinya juga.


"Neva lo nggakpapa'kan?" tanya Endru cemas.


"Hah?" Neva masih kebingungan.


"Tadi kata salah satu siswa di sini, lo teriak dari arah tangga menuju atap sekolah. Ada apa?" tanya Endru sangat cemasnya. Manik mata Endru tidak berbohong, ada rasa khawatir terpancar melihat wanita pujaanya ini.


"Sial!! Selama kami pacaran, nggak pernah Endru seperhatian ini sama gue. Neva,,,bisa-bisanya lo buat gue cemburu buta sekarang." rutuk Inggri dalam hati. Sebisa mungkin ia menutupi rasa jengkelnya dan cemburunya dengan tetap berdiri seperti tidak terjadi apa-apa menyaksikan adegan 'romantis yang menggelikan' di sampingnya.

__ADS_1


"Ndru," tangan Neva menepis tangan Endru yang merangkul pundaknya. Ekor matanya melirik Inggrisa, ada perasaan tidak enak dihatinya. Memang kabar putus Inggri dan Endru yang tadi pagi, langsung menyebar seantara sekolah. Neva mundur sedikit tidak berani membalas tatapan Endru.


"Ada yang buat jebakan air saat mau ke atap sekopah, gue basah kuyup tadi. Tapi untungnya Kak Inggri pinjamin gue baju ganti punyanya, jadi gue udah nggakpapa kok." menoleh tersenyum tulus ke samping "Gue berterima kasih sama Kak Inggrisa, kalau kakak ini nggak ada, mungkin gue udah sakit karena kedinginan."


"Yess! Ini yang gue tunggu-tunggu."


"Santai aja," sahut Inggrisa.


Endru tidak peduli ucapan Inggrisa barusan, berbalik badan menatap tajam satu per satu siswa yang berkerumun di sini.


"Siapa yang melakukannya?" tanyanya penuh penekanan.


Chatryn yang bersembunyi di antara badan Ratu dan gengnya, mulai ketakutan.


"Aku tahu!" tiba-tiba salah satu teman satu geng Ratu angkat bicara.


"Siapa?" tanya Endru penasaran.


"Tadi gue nggak sengaja Lihat Chatryn naik ke atap beberapa menit sebelum Neva naik."


Semua menatap bengis ke arah Chatryn.


Chatryn ketakutan. Bagaimana bisa perempuan yang bersamanya tadi mengaku yang tidak-tidak? Bukankah dia juga adalah termasuk timnya karena Inggrisa tadi bilang perempuan itu juga adalah salah satu temannya juga?


"CHATRYN!" suara Endru menggelegar.


Chatryn terkesiap, badannya bergetar ketakutan. Menunduk wajah, ia hampir menangis. Percuma ia menyangkal pasti tidak ada yang percaya juga, memang benar ia yang melakukan itu. Tapi tidak disangka, ia hanyalah kambing hitam dari masalah ini. Lihat Inggrisa, anak itu tersenyum bahagia sekarang.


"Kenapa lo diam, hum?" Endru tersulut emosi menatap sengit Chatryn.


"Sabar, Cuyy!" Will menepuk pundak Endru. "Biar gue yang ngurus nih anak. Lo bawa Neva dari sini sekarang." Willangga memberi saran.


"Baiklah," Endru menghela napas. "Gue muak lihat muka Chatryn, singkirkan dia dari hadapan gue."


"BUAT KALIAN!! BUBAR SEMUA KEMBALI KE AULA, JANGAN ADA GURU YANG TAHU TENTANG INI. SEKOLAH KITA BISA MALU!" titan Emdru.


Mereka mengundurkan diri. Will menarik paksa Chatryn, "Ikut gue sekarang!"


"Dan, gue curiga sama Ratu." bisik Will di telinga Daniel. Mereka sebenarnya sudah merasa ada yang janggal di sini. Lalu berlari menyusul Bembi, Rio dan Andreas yang sudah membawa Chatryn.


Daniel mengangguk.


"Ihss! Gue ditinggal." Inggrisa menggeram.


Menatap benci melihat Endru dan Neva yang meninggalkannya tanpa peduli.


šŸ‘‡šŸ‘‡šŸ‘‡

__ADS_1


__ADS_2