
Gara-gara si abang sialan ini nih, Neva harus datang di jam siswa biasanya sampai. Harusnya Neva datang waktu siswa masih sedikit yang udah sampai di sekolah, malas aja liat wajah-wajah mereka yang menatapnya sinis saat berpapasan.
Tanpa permisi, Neva nyelonong masuk melewati gerbang besi serta tatapan dari siswa ini. Pak Satpam juga gak peduli sama sekali.
Oh. Tarik nafas dalam-dalam, ini masih pagi Neva. Nggak baik langsung marah-marah, rezekinya dipatok ayam. Itu katanya.
Sampai di ruang kelasnya langsung meletakkan tasnya di atas bangku, berjalan keluar tanpa memperdulikan temannya yang berada di kelas.
Hampir saja lupa! Neva harus segera menemui auntynya yang sedang menunggunya di ruang BK, ada pesan dari papah yang harus disampaikannya kepada Beliau.
"Itu kan Chatryn. Ngapain dia naik lift ke kelas tiga?" tanyanya pada diri sendiri, melihat musuhnya itu menaiki lift kelas tiga. Di sekolah ini menyediakan fasilitas lift khusus untuk anak kelas tiga, mengingat ruang kelas tiga berada di lantai teratas gedung. Dan untuk ruang yang lainya, masih bisa terjangkau menaiki tangga.
"Ck. Udahlah, bukan urusanku juga." lalu ia melangkah cepat-cepat menuju ruang BK yang berada di lantai satu.
Pertemuan mereka tidak begitu lama. Hanya menyampaikan hasil nilai Andika untuk aunty Priska, agar memasukannya ke situs kuliah beasiswa untuk Andika.
Tapi entah kenapa, tiba-tiba ia kepikiran tentang Chatryn tadi. Jarang sekali adik kelas menemui kakak kelas kecuali hal penting. Jiwa keponya meronta-ronta, ia memutuskan kembali ke tempat di mana ia melihat Chatryn tadi.
Jika diperkiran dengan lamanya waktu dengan Chatryn dan waktu menemui auntynya, tidak ada memakan waktu sampai 10 menit. Naik lift itu juga memakan waktu 5 menit dari lantai dasar ke lantai atas, pasti Chatryn belum turun'kan?
Tumben sepi! Aha,,, Neva punya kesempatan emas untuk membalas perbuatan Chatryn kemarin.
Neva menyembunyikan diri tiamg besar depan lift. Ehh. Ini kesempatan bagus.
Endru terlihat sedang menunggu lift yang belum terbuka pintunya. Laki-laki itu berdiri gelisah. Um, mungkin takut terlambat. Sebentar lagi jam mulai pelajaran.
__ADS_1
Tingg!
Belum sempat pintu lift terbuka lebar, dengan tak sabaran Endru langsung masuk dan menekan tombol lift untuk naik.
Mata Neva masih jeli memperhatikan itu semua. Terlebih ada siluet siswa perempuan di dalam liftnya. Mana mungkin siswa kelas tiga turun lagi di saat jam masuk sudah dekat. Itu pasti Chatryn!
Dengan secepat kilai Neva berlari dan,,
BUKKK. Neva memberi tinju ke tombol pengendali lift yang di luar, secepat kilat ia berlari ke arah ruang perpustakaan mencari tempat ter aman. Endru dan Chatryn terkurung di dalam lift itu.
LIU,,, LIU,, LIUU,, LIUU!!!
Alaram bahaya tiba-tiba berbunyi membuat seluruh isi sekolah berhamburan ke luar ruangan, seketika suasana sekolah jadi heboh.
Di situlah Neva menyempatkan diri ikut bergabung bersama kerumunan siswa yang berada di lapangan basket sekolah.
"DIMOHON TENANG ANAK-ANAK. TIDAK ADA BAHAYA KEBAKARAN DI SEKOLAH KITA. ADA SISWA YANG TERKURUNG DI DALAM LIFT KELAS TIGA, LIFTNYA MATI. SAAT INI SEDANG BERUSAHA DIPERBAIKI AGAR SISWA TERSEBUT BISA KELUAR."
haaaahhh, semua merasa lega mendengar pemgumuman dari mickrofon umum sekolah.
"EH GUYSSS! KITA LIHAT YUK SIAPA YANG TERKURUNG DI LIFT ITU." teriak salah satu siswa.
"AYOOO!" semua langsung berbondong menuju ke arah lift.
Semua murid sudah tidak sabar melihat siapa yang terkurung di dalam lift, anak kelas tiga tadi juga sudah turun lewat tangga darurat.
__ADS_1
Ting! perlahan pintu lift terbuka.
Semua mata tercengang melihat siapa yang berada di dalam lift.
Endru. Masih terlihat rapih dengan seragam sekolahnya, paling hanya sedikit berkeringat saja.
Chatryn. Penampilannya sudah berbanding terbalik. Kemejanya sudah keluar dari rok sekolah, sudah tidak memakai sepatu dan kaos kaki, tangannya memegang dasi, kancing atas kemejanya sudah terbuka satu. Terlebih keringat membanjiri seluruh badannya, membuat kemeja sekolahnya sudah basah oleh keringat. Mata para lelaki sudah melihat bentuk badan Chatryn walau masih dalam kadar sedikit.
"HUUUUU!!"
"NGAPAIN ANAK KELAS DUA KE KELAS TIGA?"
"APA JANGAN-JANGAN LIFTNYA DISENGAJA RUSAK, BIAR BISA BERDUAAN SAMA KAK ENDRU."
"IYA, BISA JADI TUH. PERASAAN, LIFTNYA MATI NGGAK SAMPE 15 MENITAN. KOK SI CHATRYN UDAH LANGSUNG KERINGATAN GITU, DIA MAU MEMPERTONTONKAN BODYNYA BERALASAN KERINGAT? LICIKNYA DIA."
Endru masih tenang dan santai, justru ia tersenyum ke arah Chatryn yang masih mematung berdiri.
Chatryn sudah tidak bisa menahan malu lebih lama lagi, seruan dari kerumuman siswa ini membuat ia merasa sangat malu.
Akhirnya Chatryn berlari melewati kerumunan siswa, dengan menutupi sebelah matanya.
"Huuuuuuuuuuu!!!!!!!!!"
Terutama siswa perempuan menyoraki Chatryn yang sedang melewati mereka.
__ADS_1
Di perkumpulan sudut sana, Neva tersenyum sinis penuh kemenangan.
ššš