
Promosi novel baru nih....
Hay,,semoga kalian sehat selalu..Aku author GadisKarya mau promosi cerita baru yang ku publis di NovelToon. Judulnya "BLIND"
Tema: anak sekolah, tuna netra/buta, musik, keluarga, dan persahabatan.
Genre: remaja, cinta pertama, romantis.
Serta, aku mencoba menjelaskan "secara umum" cara belajar mau pun kehidupan sehari-hari anak penyandang tuna netra. Tentunya ini murni nyata di kehidupan kami, bukan ngarang semata. Dan naskahnya ku buat, seolah-olah si tokoh sedang bernyanyi, ini novel musical ala-ala buatanku..hehehe,,di naskahnya ada lirik lagu..
Yaa,,ini agak berbeda dari novel cerita lain.
🎵🎵🎵
Spoler episode 1:
Beberapa menit kemudian, suasana sudah lebih baik. Sekarang mereka ber tiga duduk di teras kelasnya.
"Taf, murid barunya nanti, murid tuna netra," Violin angkat suara.
"Hah?" Oktaf bingung. "Buta maksudnya?"
"Iya," jawab Vio.
"Kapan datang ke sini?" Oktaf penasaran juga.
"Minggu depan," jawab Caroll.
"Oohh!" Oktaf biasa saja.
__ADS_1
"Btw, muka lo kok dari tadi asem gitu, sih? Berantem lagi sama si Jazz?"
"Iya, Rol," jawabnya lesu.
"OKTAFFF, COWOK LO BERANTEM SAMA SI BASS, MASUK RUANG BP!" seru salah satu teman kelas mereka.
Spoiler episode 2:
"Siapa yang bersedia sebangku dengan Cici?" tanya guru yang mendampingi Cecilia memasuki ruangannya.
Satu kelas diam tidak ada yang menjawab, tangan Cecilia saling meremas ketakutan. Badannya tersentak saat guru itu merangkulnya, memgusap menenangkannya.
"Siapa yang bersedia sebangku dengan Cici?"
"NGGAK ADA YANG MAU SATU BANGKU SAMA ORANG BUTA. MEREPOTKAN!" seru Oktaf tidak suka dari bangkunya.
"RASAKAN INI! LO BARU MASUK UDAH MULAI CAPER SAMA GURU, SOK PINTAR LO!!"
"AMPUN OKTAF! A-AKU NGGAK BER- AH, OKTAFFF! SSAKITT!"
"Cici, maafkan aku," tangis Via sesenggukan. Rasa sakit cekalan ini tidak ada apa-apanya dibanding rasa sakit Cici. Caroll menjambak rambutnya karena terus berusaha bergerak.
"Tuhan, aku berjanji! Jika Engkau mengirimkan orang untuk menyelamatkan kami, maka aku akan menjadi teman terbaik untuk Cecilia, aku akan menerimanya. Aku berjanji!" Via berdia dalam hati.
Oktaf merampas pena dari saku rok Cecilia lalu menyucukan ujung pena yang runcing melukai punggung tangan Cecilia berkali-kali, teriakan kesakitan memilukan seperti auman seorang yang minta tolong. Rasanya seperti ditusuk paku dan mengeluarkan darah
Bbrakkk!!
"OKTAF!!"...
__ADS_1
Spoiler bab 4:
"Seperti pilihan Oktaf. Dia memutuskan mundur mewakili sekolah untuk perlombaan nanti, dari pada diskorsing satu minggu. Itu artinya kita harus mencari pengganti Oktaf. Dan kepala sekolah sudah menunjuk orangnya, Lerina Cecilia!"
Semua tepuk tangan mendengar nama itu dipanggil. Kecuali Oktaf, bahkan dia dengan tidak sopan keluar dari ruangan. Jazz ingin mengejar, namun dicekal Bass.
Bu agita pun tidak melarang, sudah terbiasa dengan tingkah anak itu.
"Selamat Ci, kamu terpilih." ucap Via memeluk Cici.
Allegra tersenyum bangga. Ingin memeluk Cici memberi semangat, nanti pacarnya malah cemburu.
Bass dengan bodohnya memberi jempol ke arah Cecilia. "Ehh!" tersenyum geli menyadari tingkahnya, Allegra menertawainya dari kursinya. Cecilia tidak melihat tanganmu, rutuknya malu dalam hati.
Cecilia tidak bergeming, masih kebingungan.
"Iya, mulai sekarang kamu masuk eskul seni musik dan tiga minggu lagi kamu akan ikut lomba mewakili sekolah. Suara kamu bagus," ujar Via memberi penjelasan.
Cici hanya mengangguk saja.
🎵🎵🎵
Segitu dulu Apoilernya..
Cuss,mampir..
__ADS_1