KISAH CINTA SANG PEWARIS TAHTA

KISAH CINTA SANG PEWARIS TAHTA
Ekstra part 2 (Last Episode)


__ADS_3

Pangeran Brian menatap wajah Flora dengan tersenyum, sudah sejak lama dia menyukai gadis berambut ikal dan berpenampilan sederhana itu, namun dia sama sekali tidak berani untuk mengungkapkan perasaanya.


Sang pangeran hanya bisa memendamnya selam dua tahun lamanya, selama ini dia hanya berani curi pandang atau menemaninya menjaga pangeran Adam, meski semua itu sebenarnya hanya sebuah alasan, karena sebenarnya dia hanya ingin lebih dekat dengan Flora.


Gelar serta ketampanan'nya sebagai seorang Pangeran, tidak serta Merta membuatnya merasa percaya diri untuk mengungkapkan perasaan cintanya, mengingat, ini kali pertama dirinya menyukai dan mencintai seseorang.


Padahal jika dia berani mengungkapkan perasaan cintanya kepada Flora, sudah sangat di pastikan bahwa gadis cantik itu pasti akan menerima cintanya dengan senang hati, karena jauh dari lubuk hati yang paling dalam Flora pun sesungguhnya memendam rasa kagum yang teramat dalam kepada Laki-laki yang memiliki wajah yang hampir mirip dengan sang putri tersebut.


Setelah selesai berciuman, sepasang pengantin itu siap untuk melemparkan bunga berwarna putih kepada semua yang hadir di sana. Flora pun tampak ikut turun menuju kerumunan orang yang sudah berkumpul untuk menangkap bunga tersebut.


Begitupun dengan Pangeran Brian, dirinya berdiri tak jauh dari tempat gadis itu berdiri, berharap dia akan menjadi orang yang menangkap bunga dan akhirnya segera menyusul adik perempuannya menikah.


Sepasang pengantin sudah bersiap dengan berdiri membelakangi para hadirin, bunga pun di angkat ke atas dan siap untuk di lemparkan.


Dan sedetik kemudian bunga pun benar-benar dilempar semua berada di bawahnya pun berhamburan di iringi suara riuh dan tawa mengejar ke arah bunga tersebut.


Tak terkecuali dengan Flora, dia pun tampak menatap bunga yang seolah terbang ke arahnya, dan beberapa detik kemudian.


Grepp


Flora dapat meraih bunga tersebut dengan sempurna, dia pun tersenyum merasa gembira, namun matanya terkejut seketika karena ternyata bukan hanya dirinya yang sedang menggenggam bunga tersebut, dia pun mengangkat kepalanya, melihat dengan seksama siapa pemilik lengan lebar tersebut.


Mata Flora tampak berbinar seketika saat melihat Laki-laki tampan dengan sejuta pesona sedang berdiri di hadapannya dengan sama-sama memegang bunga tersebut.


Wajah Laki-laki itu terlihat sangat tampan apalagi di tambah dengan pantulan cahaya putih yang menerangi wajahnya, membuat ketampanan Laki-laki tersebut terpancar seolah menyilaukan mata Flora.


''Pangeran Brian...'' ucap Flora dengan mata yang berbinar.


Sang pangeran pun tersenyum menatap wajah manis Flora, sehingga membuat gadis itu salah tingkah seketika di buatnya.


''Karena bunga ini kita berdua yang menangkapnya, jadi bunga ini milik kita berdua,'' ucap sang pangeran.


''Ya sudah kita bagi dua saja bunga'nya,'' jawab Flora dengan polosnya.

__ADS_1


''Tidak... Tidak seperti itu maksudku.''


''Lalu...?''


Pangeran Brian tiba-tiba saja berlutut menurunkan satu kakinya, dengan bunga berada di tangannya, dia pun tersenyum menatap wajah Flora dan kemudian menyatakan cinta sekaligus melamarnya.


''Flora... maukah kau menjadi kekasih'ku sekaligus istri'ku?'' ucap pangeran Brian dengan mata yang berbinar.


Flora terkejut seketika, dirinya serasa mendapatkan durian runtuh, pernyataan cinta sang pangeran membuat jantungnya seakan hendak melompat dari tempatnya.


Flora pun terdiam sejenak merasa terkesima, dia tampak menutup mulut dengan kedua tangannya merasa tidak percaya, bahwa pangeran Brian, Laki-laki yang selama ini dia kagumi menyatakan cinta kepada dirinya, bahkan memintanya untuk menjadi istrinya.


Flora menatap wajah sang pangeran, yang seolah sudah tidak sabar untuk dapatkan jawaban darinya.


''Bisakah kau menjawabnya sekarang?''


''Iya, aku mau pangeran,'' jawab Flora menganggukkan kepalanya sambil tersenyum manis.


Pangeran pun segera meraih tubuh ramping Flora, wanita yang telah menerima pernyataan cintanya sekaligus menerima lamarannya. dia pun mendekap tubuh Flora dengan sangat erat merasakan kebahagiaan, dan kemudian sang pangeran mendaratkan ciuman pertamanya yang di saksikan oleh semua yang berada di sana.


___________------------____________


20 tahun kemudian.


Raja kini telah berusia senja, dan putra satu-satunya telah dewasa, umurnya beranjak 22 tahun, umur yang lumayan layak untuk segera menerima Tahta menggantikan dirinya.


Sang raja sudah berniat untuk segera mengundurkan diri dan mewariskan Tahta kepada Adam putra satu-satunya. Dirinya sungguh sudah merasa lelah dan ingin segera beristirahat.


Kehidupan yang dia jalani tanpa seorang pendamping, membuat dirinya merasa kesepian berada di istana yang begitu luas, kehampaan semakin terasa menusuk hatinya saat dia mengingat kembali sosok Evina, wanita yang di cintai'nya, namun telah tiada.


Ya... sang Raja memang menjalani seumur hidupnya dengan tanpa menikah sama sekali, di tambah karena dirinya sudah memiliki Adam, membuat dirinya tidak terlalu kesulitan dalam hal keturunan.


Akhir-akhir ini entah mengapa sang Raja merasa sangat merindukan wanita itu, cinta pertamanya sekaligus cinta terakhirnya, wajah Evina beberapa kali hadir di dalam mimpinya, seolah wanita pujaan hatinya itu sama-sama sedang merindukan dirinya.

__ADS_1


Dan pagi ini, sang Raja berencana untuk mengunjungi makam Evina bersama putra kesayangannya, tak lupa pula Sakti yang masih setia menjadi pengawalnya meski sudah menjadi adik ipar sang Raja.


Raja berjongkok di depan pusara Evina dengan pangeran Adam berada di sampingnya, dia mengusap batu nisan seperti yang biasa dia lakukan saat berkunjung ke sana.


''Apa kabar Ev... apa kau lelah menungguku di sana?'' ucap sang Raja dengan mata yang berkaca-kaca.


''Apakah ayah sangat mencintai ibu? hingga ayah tidak berniat untuk menikah sama sekali?'' tanya Pangeran Adam menatap wajah sang ayah.


''Iya... ayah sangat mencintai ibu'mu. Bagi ayah, ibumu adalah seluruh hidup ayah, detak jantung ayah, dan udara untuk ayah bernafas, semenjak ibumu tiada, semua itu seolah hilang, jantung ayah terasa berhenti berdetak, hidup ayah serasa tidak ada artinya, dan nafas ayah serasa sesak, ayah mencoba bertahan hanya demi kamu, ibumu memberi wasiat agar ayah menjaga dan menjadikanmu Raja,'' ucap sang Raja dengan nafas yang seperti terengah-engah.


Dia pun batuk seketika.


''Apa ayah baik-baik saja?'' tanya sang pangeran merasa khawatir melihat wajah sang ayah seperti pucat pasi dengan keringat dingin membasahi pelipis wajahnya.


Raja menoleh ke arah pangeran, dia mengusap wajah tampan putra kesayangannya, seraya tersenyum.


Pandangan sang Raja teralihkan seketika, saat dia seperti melihat wanita yang sangat di cintai'nya melambaikan tangan ke arah dirinya, dia tersenyum lalu bangkit dan berdiri seolah menghampiri Evina yang saat ini terlihat tersenyum menjemput dirinya.


Dan beberapa detik kemudian, tubuh Raja roboh tepat di pusara Evina, serentak dengan roh sang Raja yang seolah menerima uluran tangan dari Evina, wanita yang sangat di rindukannya.


''Ayah... bangun, ayah kenapa?'' pangeran terkejut seketika, menggoyangkan tubuh Raja, dan Sakti yang berdiri di belakangnya segera menghampiri Sang Raja dan meriksa detak jantungnya, lalu Sakti pun menangis seketika, dan memeluk tubuh Raja Arezz.


''Beliau sudah tiada pangeran, hiks hiks hiks...'' ucap Sakti dengan berlinang air mata.


''Ayahanda... hiks hiks hiks...! Semoga kau tenang di alam sana, bertemu dan bersatu kembali bersama ibu.''


THE AND


___________--------_____________


Halo semuanya, Author mau mengucapkan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada kalian semua yang telah dengan setia membaca dan memberi dukungan kepada karya saya, mohon maaf apabila endingnya tidak sesuai dengan yang kalian harapkan.


Apabila kalian berkenan silahkan mampir di karya saya yang lainnya, siap tahu ada yang kalian suka.

__ADS_1



Terima kasih, semoga kalian sehat semuanya...


__ADS_2