KISAH CINTA SANG PEWARIS TAHTA

KISAH CINTA SANG PEWARIS TAHTA
Flora


__ADS_3

Masa berkabung pun berakhir, dua Minggu sudah Raja Arezz di nyatakan meninggal tanpa meninggalkan jejak.


Banyak dari mereka, Rakyat kerajaan Underland yang masih berharap sangat Raja masih hidup dan kembali ke istana dalam keadaan sehat, namun, harapan hanya tinggal angan, nyatanya meskipun sudah dua Minggu berlalu sang Raja masih belum kembali, dan akhirnya benar benar di nyatakan mati.


Hari ini penasihat kerajaan akhirnya mengumumkan, bahwa, pangeran Brendan akan mengisi kursi singgasana sebagai Raja, untuk menggantikan Raja Arezz yan mereka kira telah wafat.


Pengumuman itu di adakan di Aula kerajaan, dengan mengumpulkan seluruh staf kerajaan dan juga seluruh penghuni istana.


Penasihat kerajaan berdiri di depan semua yang hadir di sana.


''Dengan ini saya memberitahukan kepada kalian semua, bahwa, Pangeran Brendan yang merupakan putra kedua dari mendiang Raja Arthur dan Adik dari Raja Arezz yang sudah wafat beberapa waktu yang lalu,'' surat sang penasihan menggema di Aula istana.


Ratu Emillia yang juga hadir di sana di temani dengan pangeran Brendan yang merupakan calon Raja berikutnya, terlihat tersenyum senang, karena apa yang menjadi cita citanya selama ini akhirnya tercapai.


''Pelantikan Raja baru akan di laksanakan dalam dua hari, di sini, di Aula istana,'' terdengar kembali suara penasehat kerajaan.


Ratu pun terlihat berbisik di telinga sang Raja.


''Selamat, nak. Akhirnya kamu akan segera menjadi Raja,'' ucap sang Ratu dengan suara pelan.


''Terima kasih, Bu. Semua ini berkat usaha mu yang tak pernah putus dan selalu mendukungku,'' jawab pangeran.


Setelah pengumuman selesai di bacakan, semua yang hadir di sana pun kembali bubar, satu persatu meninggalkan Aula istana.


_______--------_______


Di dalam kamarnya, Evina sedang meringkuk di atas ranjang. Ia masih merasakan kesedihan yang mendalam atas kepergian Raja Arezz yang merupakan mantan kekasihnya dan masih sangat di cintai nya.


Kepergian sang Raja sungguh membuat dirinya terpuruk, hingga kesehatannya pun menurun.


Semenjak ia mendengar berita duka itu, Evina lebih banyak menghabiskan waktu nya di dalam kamar, seperti yang ia lakukan saat ini.


Ceklek...

__ADS_1


Pintu kamar pun ada yang membuka, dan sang suami pun masuk ke dalam kamar.


Evina masih tetap meringkuk, Tek menghiraukan suara langkah kaki pangeran Brendan yang perlahan terdengar menghampiri dirinya.


''Bangun, Evina...! Sampai kapan kau akan seperti ini? sudah waktunya kau melupakan kakakku,'' ucap sang pangeran berdiri di sampai ranjang.


Evina masih terdiam tanpa menjawab.


''Evina...!'' pangeran menarik lengan sang istri sambil berteriak.


''Cukup sudah, masa berkabung mu sudah selesai, mulai saat ini, kau harus mempersiapkan diri untuk menjadi istri dari seorang Raja, karena, dalam dua hari lagi aku akan segera di lantik menjadi Raja, menggantikan kakakku yang telah tiada,'' tambahnya lagi dengan suara tegas.


Sang istri duduk lalu menatap pangeran Brendan.


''Selamat, akhirnya semua yang kau inginkan akhirnya, akan segera tercapai,'' lirih Evina pelan.


''Mengapa suara mu terdengar tidak senang? seharusnya kamu merasa bangga karena sebentar lagi akan segera menjadi Ratu negeri ini,'' tanya pangeran dengan suara tinggi.


''Cukup pangeran, aku lelah, aku ingin beristirahat,'' Evina kembali meringkuk di atas ranjang.


"Aw... sakit pangeran," Evina meringis.


Pangeran melepaskan pegangan tangan nya yang melingkar dengan kuat di pergelangan lengan Evina.


"Ya makanya, kamu jangan seperti ini, sudah dua Minggu kamu terus berbaring di tempat tidur. Sekarang aku tunggu kamu di bawah, cepat mandi dan ganti baju, kita akan segera berangkat ke Rumah Sakit."


Pangeran Brendan berbalik lalu pergi meninggalkan Evina di dalam kamar.


Akhirnya, mau tidak mau Evina pun turun dari tempat tidur, berjalan ke kamar mandi untuk segera membersihkan diri.


________---------_________


Di sebuah gubuk di pinggir hutan.

__ADS_1


Raja Arezz berbaring tak sadarkan diri, meski seluruh luka ditubuhnya sudah mengering, namun, dia masih belum sadarkan diri, maklum kakek yang menolongnya hanya mengobati dirinya dengan menggunakan obat tradisional menggunakan tumbuhan obat tumbuh di dalam hutan.


Cucu sang kakek yang merupakan seorang perempuan usia 17 tahun, saat ini sedang membersihkan tubuh sang pangeran.


Selama dua Minggu ini gadis yang bernama Flora itu dengan setia merawat sang Raja atas pesan yang di berikan oleh kakeknya.


Gadis dengan tubuh ramping dan rambut keriting yang di urai begitu saja itu nampak memandangi wajah Raja Arezz dengan tersenyum.


''Sebenarnya kamu siapa? mengapa kamu tak bangun bangun, sudah dua Minggu kamu seperti ini,'' ucap Flora sembari mengelap lengan Raja yang terlihat berkeringat.


''Makan dulu Flor, dari pagi kamu belum makan,'' ucap nenek yang tiba tiba masuk ke dalam kamar.


''Iya, nek. Sebentar...! sedikit lagi selesai ko,'' jawab Flora.


''Apa dia masih belum bangun?''


''Belum...! aku kasihan dengan dia, mungkin keluarganya sedang cemas mencarinya sekarang,'' ujar Flora memandang wajah Raja dengan tatapan penuh iba.


''Nenek juga berfikir begitu, jika dia bangun, kita bisa bertanya identitasnya dan alamat rumahnya, dengan begitu kita bisa mengantarkan dia ke keluarganya, agar bisa di rawat dengan baik oleh mereka,'' jawab nenek.


''Andai saja kita punya banyak uang, mungkin saja kita bisa membawanya ke Rumah Sakit di kota,'' Flora menundukkan kepalanya.


''Kita sudah menemukannya dalam keadaan selamat saja, sudah sangat bersyukur, merawat dan mengobati lukanya dengan baik mungkin dia sudah sangat berterima kasih kepada kita,'' Flora mengangguk.


''Lihat, nek. Bukan kah dia sangat tampan?'' Flora memandang wajah Raja dengan menopang kan kepalan tangan di bawah dagunya.


Nenek tersenyum.


''Apa kamu naksir dengan pemuda ini?''


''Apa...? tidak kok, Akh nenek ada ada saja,'' wajah Flora terlihat memerah.


''Ya sudah, kamu makan dulu sana, biar pemuda ini nenek yang jaga,'' ucap nenek, lalu duduk di tepi Ranjang.

__ADS_1


Flora pun berdiri lalu pergi dari dalam kamar.


_________-------_________


__ADS_2