KISAH CINTA SANG PEWARIS TAHTA

KISAH CINTA SANG PEWARIS TAHTA
Calon pendamping Raja


__ADS_3

Raja Arezz terkejut mendengar ucapan adiknya. Apa mungkin bayi yang dikandung oleh adik iparnya itu adalah darah dagingnya.


''Apa maksudmu Brendan? aku sungguh tidak mengerti dengan apa yang kau katakan?'' tanya Raja dengan wajah heran.


''Bukankah yang mulia juga pernah berhubungan badan dengan istri ku ini?'' masih dengan tatapan tajam.


Sang Raja hanya terdiam, memang dirinya tidak memungkiri jika ia pernah melakukan hal tersebut dengan istri dari adiknya itu, namun dia sama sekali tidak menyangka jika kehamilan sang adik ipar adalah darah dagingnya.


''Cukup pangeran,'' Evina berteriak lalu turun dari atas ranjang, Ia pun berjalan menghampiri suaminya dan juga Raja yang sedang berdiri secara berhadapan.


''Cukup suamiku...''


Evina mulai menitikkan air mata.


''Apa yang kau bicarakan? mengapa kau meragukan anak yang sedang ku kandung ini?'' dengan berurai air mata.


''Apa kau menyangkal jika kau pernah melakukan hubungan terlarang itu dengan dia?'' tanya pangeran Brendan menatap tajam wajah istrinya.


''Cukul Brendan,'' Sang Raja pun murka.


''Kenapa kak? jika kau menyangkal nya, maka aku akan mengakui anak yang dikandung istriku ini adalah anakku, darah dagingku sendiri.''


Raja dan Evina hanya terdiam, tidak ada satupun dari mereka yang menyangkal ucapan Pangeran Brendan, karena memang semua yang diucapkan oleh adiknya itu benar.


''Benarkan, kalian berdua tidak menyangkalnya?''


Keduanya masih terdiam.


Pangeran Brendan pun pergi begitu saja dari dalam kamarnya, dirinya merasa muak berada di tengah tengah dua manusia yang masih saling mencintai itu, meski dia adalah istri nya sendiri.


Sepeninggal sang adik, Raja pun merasa sangat gugup, apa lagi mengingat kembali ucapan yang di lontarkan oleh adiknya tadi sungguh mengusik ketenangan hatinya.

__ADS_1


''Sebaiknya Yang mulia segera pergi dari sini, sebelum suamiku kembali salah paham,'' ucap Evina.


''Tunggu Ev...!'' Raja meraih lengan Evina dan langsung di tepis oleh gadis itu dengan kasar.


''Izinkan aku berbicara dengan mu sebentar saja.''


''Apa...? apa lagi yang ingin Baginda bicarakan dengan hamba?'' jawabnya tanpa menoleh ke arah Raja.


''Jika apa yang dibicarakan oleh adikku itu benar, maka aku akan dengan senang hati menerima bayi yang sedang ada di dalam kandunganmu,'' ucap Raja dengan pelan.


''Terima kasih atas perhatian yang mulia Raja, tapi maaf saya tidak butuh pengakuan dari yang mulia, karena saya yakin jika bayi yang berada di dalam kandungan saya ini adalah darah daging dari suami saya sendiri, meski saya tidak menyangkal jika kita pernah melakukan hubungan terlarang itu.''


''Tapi Ev...! izinkan saya untuk tes DNA apabila bayi itu sudah lahir nanti, agar keraguan kita semua dapat terjawab, siapa sebenarnya ayah dari bayi yang sedang kau kandung itu?''


Evina hanya terdiam.


''Aku mohon jangan menunjukan wajah sedih seperti itu, aku hanya ingin melihatmu bahagia meskipun kau tidak bersamaku,'' Raja memandang lekat wajah gadis yang masih di cintai nya itu.


Akh... namun nasi sudah menjadi bubur, penyesalan tidak akan pernah merubah kenyataan, dia hanya bisa menerima dan terus menjalani takdir hidupnya yang selalu di rundung nestapa.


Raja Arezz pun keluar dari dalam kamar, setelah ia tidak mendapatkan jawaban apapun dari bibir Evina, kehidupannya sebagai seorang Raja terasa sangat membosankan baginya, apalagi tanpa pendamping dan setiap hari harus melihat wanita yang di cintai nya yang telah menjadi milik orang lain, sungguh sejujurnya semua itu membuat batinnya sangat tersiksa.


Ternyata kehidupan sebagai seorang Raja tidaklah seindah yang di bayangkan setiap orang. Setiap hari terkurung di dalam istana dengan sejuta tugas kerajaan yang menemaninya, sungguh sang Raja sangat merindukan kehidupan bebas nya di luar istana.


Ia pun melangkah dengan langkah yang gontai, menapaki setiap lantai istana yang dingin meski dengan alas kaki.


***


Beberapa minggu kemudian.


Perdana menteri dengan khusus mengunjungi Raja Arezz, dia menawarkan diri untuk menjodohkan putri satu satunya dengan sang Raja, mengingat jika Raja masih belum memiliki pendamping, sedangkan tidak baik bagi seorang Raja jika terlalu lama sediri tanpa di dampingi seorang Ratu.

__ADS_1


Perdana menteri menghadap ke ruang kerja Raja Arezz.


''Ada apa gerangan perdana menteri yang sibuk ini mengunjungi ku di sini?'' tanya Raja sambil mempersilahkan laki laki paruh baya itu duduk.


''Kebetulan hari ini saya punya waktu senggang, selain ingin melaporkan kemajuan dari pembangunan kembali kota Barsom, ada sesuatu juga yang ingin saya bicarakan dengan Baginda Raja,'' ucap perdana menteri.


''Apakah yang ingin engkau bicarakan? apakah hal itu sangat mendesak dan penting?'' ucap sang Raja merasa penasaran.


''Begini Baginda, berhubung yang mulia sudah terlalu lama hidup sendiri tanpa seorang pendamping, dan usia yang mulia pun sudah cukup matang untuk membina rumah tangga, maka saya menawarkan diri untuk menjadikan putri hamba satu satunya sebagai pendamping Raja di singgasana,'' ucap sang perdana menteri.


''Apa...! ha..ha..ha.. mengapa engkau mendadak mengkhawatirkan kehidupan ku? aku sudah nyaman hidup sendiri,'' jawab sang Raja dengan wajah sedikit kesal.


''Benarkah...? apa yang mulia yakin hanya gara gara itu? bukan karena banyaknya rumor yang beredar?''


''Rumor...? Rumor apa maksudmu?''


''Banyak Rumor tentang yang mulia Raja beredar akhir akhir ini, apa yang mulia belum mendengar nya?''


''Aku bertanya Rumor apa? kau malah berputar putar dalam menjelaskannya?'' Raja marah.


''Maaf yang mulia. Jadi begini, ada kabar jika yang mulia masih mengejar ngejar istri dari adik yang mulia sendiri? apakah Rumor itu benar?''


''Apa..? siapa yang berani menyebarkan Rumor seperti itu?'' Raja pun murka.


''Saya tidak tahu, tapi jika yang mulia tidak meredam Rumor itu maka nama baik yang mulia akan tercoreng, saya harap yang mulia memikirkan nya dengan matang, ini bukan hanya menyangkut perasaan mu sendiri, tapi ini juga menyangkut ketenangan Rakyat, sebagai seorang Raja, yang mulia harus menjaga nama baik yang mulia agar Rakyat dapat menghormati yang mulia,'' perdana Mentri memberi penjelasan.


Raja pun hanya terdiam, memang yang di katakan oleh perdana Mentri itu benar adanya. Apa lagi jika Rumor tentang kehamilan Evina yang di ragukan sampai tersebar? bisa hancur nama baiknya, dan harga diri serta martabatnya sebagai seorang Raja bisa jatuh sejatuh jatuhnya.


''Saya harap yang mulia bisa menimbang tawaran saya, tidak ada kandidat yang lebih baik untuk menjadi seorang Ratu, selain putri saya.''


''Baiklah, saya akan memikirkannya.''

__ADS_1


*****


__ADS_2