KISAH CINTA SANG PEWARIS TAHTA

KISAH CINTA SANG PEWARIS TAHTA
Rumor yang beredar


__ADS_3

Kakek pulang ke rumah setelah membeli bahan makanan dari kota, ia pun membawa kabar yang sekarang sedang hangat di bicarakan orang orang di kota.


''Kakek sudah pulang,'' tanya Flora menghampiri sang kakek dan meraih kantong belanjaan di tangannya.


''Apakah pemuda itu sudah bangun?'' tanya kakek lalu duduk di bangku kayu, di luar rumah.


''Sudah, kek. Dia baru saja siuman beberapa waktu lalu?''


''Benarkah?'' kakek merasa senang lalu berjalan ke dalam rumah hendak menghampiri sang Raja.


Raja terlihat sedang tertidur, saat kakek masuk ke dalam kamar. Ia menatap wajah Raja dengan tatapan mata iba, sepertinya kakek tahu, jika pria yang ia tolong, bukanlah orang sembarangan. Ia pun keluar dari dalam kamar lalu kembali duduk di tempatnya semula.


''Apa dia mengatakan siapa namanya, dan dimana dia tinggal?" tanya sang kakek kepada Flora yang kini duduk di samping nya.


''Tidak Kek, sepertinya dia sedikit kehilangan ingatannya, mungkin akibat benturan kerasa yang mengenai kepalanya,'' jawab Flora sambil memandang wajah sang kakek.


Kakek mengangguk tanda mengerti, dia sudah mengira hal itu akan terjadi, mengingat tebing tempat Raja terjatuh, begitu tinggi, dan juga sang Raja sudah tidak sadarkan diri selama dua minggu lamanya, jadi wajar saja jika sekarang ingatannya sedikit terganggu.


''Mudah mudahan dia segera ingat tentang siapa dirinya yang sebenarnya, agar dia bisa segera pulang, pasti sekarang keluarganya sedang mencari dirinya,'' ucap kakek.


''Iya kek, semoga saja. Tapi kek, melihat dari wajah serta pakaian yang dia kenakan, sepertinya dia bukan orang sembarangan, seperti seorang bangsawan atau semacamnya.''


''Iya, kakek juga berfikir seperti itu. Oh iya...! di kota banyak rumor yang beredar, orang orang di sana sedang hangat membicarakan jika Raja negeri ini wafat, namun jasadnya sampai sekarang belum di temukan.''


''O ya...?''


''Apa mungkin, pemuda itu adalah....'' kakek tidak meneruskan ucapannya.


''Raja, maksudnya...?'' Flora meneruskan ucapan sang kakek.


''Akh...! Rasanya tidak mungkin, untuk apa Raja jauh jauh datang kemari? terjatuh di tebing pula, rasanya hal itu mustahil,'' kakek mengerutkan keningnya.

__ADS_1


''Kita hanya bisa memastikan, jika ingatan pemuda itu telah benar benar pulih.''


''Iya...! kita berdoa saja, semoga dia cepat pulih dan bisa mengingat semuanya.''


Flora mengangguk sambil menatap wajah sang kakek.


''Apa maksud kalian?'' terdengar suara Raja yang sedang berjalan ke arah mereka dengan tubuh sempoyongan, rupanya sedari tadi Raja mendengar semua percakapan kakek dengan cucunya tersebut.


''Kamu sudah bangun?'' Flora bangkit, lalu menghampiri sang Raja dan membantunya berdiri.


''Aku sudah bilang, kau istirahat saja dulu, tubuh mu masih belum pulih benar, duduklah di sini,'' Flora membantunya berjalan lalu duduk di samping sang kakek.


''Maaf, tadi aku tak sengaja mendengar pembicaraan kalian,'' ujar sang Raja.


''Apa kamu sungguh tidak mengikat sama sekali nama ataupun dimana tempat tinggal mu?'' tanya kakek dengan menatap wajah sang Raja.


''Iya kek, sepertinya otakku sedikit terganggu, akibat benturan keras saat aku terjatuh, namun entah mengapa, mendengar percakapan kalian membuat hatiku sedikit bergetar.''


''Yang tadi kalian bicarakan, tentang rumor yang beredar, Raja yang wafat namun jasadnya belum juga di temukan,'' jawab Raja.


''Iya...! di kota rumor itu memang sedang hangat di bicarakan, kata mereka, Raja tewas saat sedang melakukan kunjungan ke sebuah desa yang sedang berkonflik, dan kebetulan desa itu berada di belakang hutan ini,'' kakek sedikit terkejut mendengar ucapannya sendiri.


''Apa mungkin, raja itu adalah aku?'' sang Raja menatap kakek dan juga Flora secara bergantian.


''Ha...ha...ha...! apa kamu bercanda? mana mungkin kamu seorang Raja?'' Flora tertawa lalu menepuk pundak Raja.


''Awww...''


Raja meringis kesakitan.


''Maaf, aku tak sengaja,'' lirih Flora, lalu mengusap pundak Raja yang tadi ia pukul.

__ADS_1


Kemudian Raja pun terdiam, satu satunya cara agar ia tahu akan kebenaran nya, adalah dengan pergi ke kota, siapa tahu di sana ada orang yang mengenali wajahnya, namun tubuhnya masih belum pulih benar, lemas dan nyeri masih ia rasakan.


Sepertinya ia harus menunggu beberapa hari lagi, sampai kesehatannya benar benar pulih, dan tubuhnya kuat, agar dia bisa sampai ke kota dalam keadaan selamat.


Sang Raja pun tampak berfikir, mencoba untuk mengingat kembali tentang siapa dirinya yang sebenarnya, namun sekeras apapun ia berusaha, usahanya tetap sia-sia, sedikit pun ia sama sekali tidak mengingat apapun.


Dia pun hanya bisa menghela nafas panjang.


''Terima kasih karena telah menolongku, kek. Jika tidak, mungkin aku telah menjadi santapan hewan buas di dalam hutan sana,'' Raja berterima kasih.


''Sama sama nak, bagaimana jika sebelum kita mengetahui siapa namamu, aku akan memanggilmu dengan nama Ryan?'' pinta kakek.


''Nama yang bagus,'' Raja tersenyum.


''Berarti mulai sekarang aku akan memanggil mu dengan nama Ryan, ya,'' Flora tersenyum, karena akhirnya dia bisa memanggil nama pemuda yang selama ini di rawatnya, dengan sepenuh hati itu dengan sebutan nama Ryan.


Raja mengangguk tanda setuju.


______------______


Di dalam istana.


Hari ini, upacara pelantikan akan segera di gelar, pangeran Brendan yang akan menerima Tahta menggantikan sang Raja, tampak sudah siap dengan berpakaian layaknya seorang Raja, dia pun berdiri di cermin sambil menatap wajah tampannya dari pantulan cermin, sambil terus tersenyum senang.


Akhirnya hari ini aku akan menjadi seorang Raja


Ucapnya dalam hati dengan senyum yang masih mengembang dari kedua sisi bibirnya. Sang istri pun, Evina, sudah rapi dengan gaun indahnya, gaun berwarna senada dengan suaminya.


Wajahnya terlihat sangat cantik dengan polesan make up tipis yang memoles kulit mulus nan putihnya, perutnya yang semakin membesar tak sedikitpun mengurangi kemolekan tubuh tingginya.


Rambutnya nya pun tampak di tata dengan sangat rapi dengan mahkota kecil di atas kepalanya, dia sama sekali tidak menyangka jika dirinya akan menjadi seorang Ratu negeri ini, yang merupakan wanita nomor satu di kerajaan Underland.

__ADS_1


____________----------____________


__ADS_2