KISAH CINTA SANG PEWARIS TAHTA

KISAH CINTA SANG PEWARIS TAHTA
Menjadi pelayan istana


__ADS_3

Sakti memandang lekat wajah sang Raja, dia masih belum merasa percaya jika Raja Arezz yang sudah ia temani dari semasa dia remaja, sekarang sama sekali tidak mengenali dirinya, dan itu membuat hati dan jiwanya sedikit terluka.


''Apa kau tahu apa yang terjadi di istana setelah kepergian mu?'' tanya Sakti duduk di samping sang Raja.


Raja menggelengkan kepalanya.


''Sekarang adikmu, pangeran Brendan telah di angkat menjadi Raja, dan Evina, wanita yang sangat kau cintai yang sekarang menjadi istri adikmu, dia sudah melahirkan seorang putra, dan permaisuri berencana untuk melakukan tes DNA kepada bayi yang baru lahir itu,'' Sakti menjelaskan.


''Tes DNA? kenapa?'' tanya Raja dengan wajah heran.


''Karena, karena, permaisuri meyakini bahwa putra yang baru saja adalah putra mu,'' jawab Sakti menunduk merasa sedih.


''Apa? Putraku?'' Raja Arezz merasa sangat terkejut.


Sakti mengangguk.


''Kenapa bisa seperti itu? kenapa bayi itu put---'' belum sempat sang Raja menyelesaikan ucapannya, tiba-tiba saja kepalanya merasa sangat sakit, Raja Arezz memegangi kepala dengan kedua tangannya, meringis kesakitan dan menundukkan kepalanya dengan sangat dalam.


''Arrgh... kepalaku sakit,'' ujar Raja.


''Yang mulia kenapa?'' tanya Sakti panik.


''Tolong aku, kepala ku terasa sangat Sakit.''


''Apa perlu aku membawa mu segera ke rumah sakit?''


''Tak usah, sepertinya aku hanya harus beristirahat saja, semuanya yang kamu bicarakan membuat otakku bekerja sangat keras, sehingga kepala ku jadi terasa sangat sakit,'' jawab Raja.


''Ya sudah, aku bantu kau berbaring di atas tempat tidur,'' Sakti meraih tubuh Raja Arezz dan memapahnya untuk segera berbaring di atas tempat tidur.


''Terima kasih,'' ucap Raja sesaat setelah ia berbaring.


''Apa tidak sebaiknya, kita kembali ke istana?''


''Tidak, jangan sekarang, jika aku kembali ke istana saat ini, maka seisi istana akan gempar, karena Raja yang mereka kira sudah mati tiba-tiba hidup kembali.''


''Lalu, apa yang akan kau lakukan sekarang?''

__ADS_1


''Sepertinya, aku harus menunggu sampai ingatanku benar benar kembali.''


''Tapi sampai kapan?'' Sakti sedikit menaikan suaranya.


''Entahlah, aku juga tak tahu,'' jawab Raja merasa menyesal.


Mereka terdiam sejenak, Sakti terlihat berfikir, sedangkan Raja Arezz memijat kepalanya, yang masih terasa sakit.


Tok... tok.. tok...


Tiba-tiba terdengar suara pintu kamar di ketuk, kamar pun di buka, Flora masuk ke dalam kamar dengan memasukkan kepalanya terlebih dahulu.


''Boleh aku masuk?''


''Masuklah,'' jawab Raja.


Flora masuk ke dalam kamar dan berdiri di samping ranjang.


''Dia siapa?'' Sakti menatap wajah Flora.


''Oh iya, aku lupa mengenalkan kalian. Dia adalah cucu dari orang yang telah menolongku, dia juga yang telah merawat ku, selama aku terluka. Nama Flora,'' Raja Arezz mengenalkan mereka berdua.


''Namaku Flora, senang juga berkenalan denganmu. Hmm... apa kau menganggu kalian?'' tanya Flora Kemudian.


''Tidak kok, kami baru saja selesai bicara, kepala ku terasa sakit, namun sekarang sudah berangsur hilang,'' jawab Raja berbicara dalam keadaan berbaring.


''Benarkah? apa kamu baik baik saja? apa badan mu juga sakit?'' tanya Raja meraba kening dan juga tubuh Raja.


Sakti merasa heran melihat tangan Flora dengan santainya meraba tubuh bidang Raja dengan tanpa rasa sama sekali, dia pun mengerutkan keningnya.


''Kamu sungguh tidak sopan kepada yang mulia Raja,'' ujar Sakti menatap wajah Flora.


''Saya mohon maaf, saya masih belum terbiasa menganggap dia sebagai seorang Raja,'' ucap Flora dengan perasaan menyesal.


''Tidak apa apa Sakti, aku juga masih belum terbiasa diperlukan seperti seorang Raja,'' ucap Raja.


Sakti hanya terdiam menatap wajah Flora, dia merasa curiga, apa mungkin Flora dan yang mulia Raja mempunyai hubungan spesial? Akh rasanya tak mungkin, setahu dirinya, hanya Evina seorang wanita yang mampu menaklukan hati sang Raja. Batinnya berucap.

__ADS_1


''Mohon maaf, saya masuk kemari untuk mengatakan sesuatu kepadamu Sakti,'' ucap Flora.


''Apa yang ingin kau bicarakan?'' tanya Sakti penasaran.


''Hmmm... Anu...! apakah di istana ada lowongan pekerjaan, aku sudah lama menganggur dan mencari pekerjaan, namun, sampai saat ini semua usia ku sia-sia, karena ternyata, mencari pekerjaan tidaklah semudah yang dibayangkan,'' ujar Flora dengan sedikit malu-malu.


''Oh, iya, kami memang sedang mencari pekerjaan, dan saat itulah kami berdua bertemu dengan Alberto,'' Raja menjelaskan.


''O ya...?'' tanya Sakti.


Flora dan Raja Arezz mengangguk.


''Hmmm...! baiklah, aku akan membawamu ku istana, di sana kau bisa menjadi seorang pelayan,'' jawab Sakti.


''Benarkah...?'' Flora menjawab dengan tersenyum senang.


''Kau di sana bisa pelayan pribadi wanita yang bernama Evina, aku dengan dari Sakti kalau dia wanita yang baik'' ujar sang Raja.


''Benar juga. Baiklah, besok pagi kamu ikut dengan ku ke istana, dan yang mulia tetap di sini, setelah aku mengantarkan nya kesana dan menitipkan kepada kepala pelayan istana, aku akan segera kembali ke sini menemui mu,'' jawab Sakti yang setuju dengan usulan sang Raja.


''Baiklah, sekarang aku ingin istirahat, tubuhku terasa sangat lelah,'' ucap Raja.


''Kalau begitu, saya permisi yang mulia,'' ucap Sakti lalu berjalan keluar dari dalam kamar, yang di ikuti oleh Flora di belakangnya.


______-------_____


Evina masih berada di rumah sakit, setelah melahirkan, dia harus menerima perawatan insentif karena sempat mengalami pendarahan, tapi untungnya, bayi Adam, putra sehat dan sekarang sedang tertidur di dalam box bayi di samping tempat tidurnya.


Evina menatap wajah tampan bayinya, ia sungguh bahagia bayi Adam seperti sumber kekuatan dan penyemangat bagi nya, untuk tetap bisa bertahan di istana yang penuh derita baginya.


Namun satu hal yang sangat ia sesalkan saat ini adalah sang suami Raja Brendan, masih tetap bersikukuh untuk melakukan tes DNA kepada bayi yang baru berumur beberapa tersebut.


Meski hatinya merasa keberatan, namun dirinya sama sekali tidak bisa berbuat apa-apa, karena suaminya merupakan Raja, yang perintahnya tidak bisa di bantah oleh siapapun, termasuk dirinya.


Rencananya, tes DNA akan di lakukan besok pagi, dan hari ini dia harus mempersiapkan diri untuk menerima kenyataan, tantang siapa ayah biologis dari putranya tersebut.


Karena sebenarnya, jauh dari lubuk hatinya yang paling dalam,ia pun merasa ragu, tentang siapa ayah dari bayi yang baru saja di lahirannya.

__ADS_1


''Sayang, putra ku, jangan takut ya nak, apapun yang terjadi, dan siapapun ayah mu, ibu akan tetap berada di sisimu, menemani dan menyayangimu sampai kau besar nanti,'' ucapnya sambil memandang bayi tampan yang saat ini terlihat sedang terlelap begitu nyenyak di dalam box bayi.


______________------------______________


__ADS_2