KISAH CINTA SANG PEWARIS TAHTA

KISAH CINTA SANG PEWARIS TAHTA
Pertemuan


__ADS_3

Alberto segera pergi ke istana, setelah menyiapkan makanan untuk di santap oleh Yang mulia Raja Arezz, dia sudah tidak sabar untuk segera menemui Sakti di istana untuk memberitahukan perihal Raja Arezz yang telah kembali dalam keadaan hidup.


Alberto melajukan mobil yang di kendarai nya dengan kecepatan tinggi, menyalip setiap mobil yang berada di hadapannya karena tidak sabar ingin segera sampai ke istana.


Setelah menempuh perjalanan selama 3 jam lamanya, akhirnya Alberto sampai di gerbang istana, ia segera keluar dari dalam mobil dan berlari hendak memasuki istana.


Di gerbang menuju istana sudah terdapat penjaga yang sedang berjaga, Alberto menghampiri dan berbicara kepada penjaga istana itu, prihal keberadaan Sakti saat ini.


''Permisi, apa kalian kenal dengan pengawal yang bernama Sakti?'' tanya Alberto.


''Ya, tentu saja kami kenal,'' jawab salah satu penjaga.


''Bisakah tolong panggilkan dia, aku saudara jauhnya, ada hal penting yang harus segera aku sampaikan padanya,'' pinta Alberto.


''Siapa namamu?''


''Namaku Alberto, tolonglah cepat carikan dia, aku mohon'' ucap Alberto dengan memohon.


''Baiklah, kau tunggu disini,'' ucap penjaga itu lalu masuk ke dalam istana.


Alberto menunggu dengan perasaan cemas, dia mondar mandir di gerbang istana dengan perasaan tak sabar ingin segera bertemu dengan Sakti.


Setelah menunggu selama 15 menit, penjaga yang tadi masuk pun keluar kembali, dan tentu saja dia bersama Sakti.


''Bos Alberto, sedang apa di sini?'' tanya Sakti dengan wajah heran.


Alberto segera menghampiri Sakti dan menarik tangannya. Tanpa basa basi ia segera membawaku Sakti masuk ke dalam mobilnya. Sakti duduk di bangku samping kemudi, sementara Alberto duduk di kursi pengemudi.


''Ada apa? mengapa kau membawa aku ke dalam mobil?'' tanya Sakti masih merasa penasaran.


Alberto menarik napas panjang, lalu menghembuskannya perlahan, ia mengatur nafas terlebih dahulu, sebelum mulai berbicara.


''Begini, Sakti. Sekarang kamu harus segera ikut denganku,'' ucap Alberto seraya menghidupkan mobil.

__ADS_1


''Iya, tapi ada apa?'' Sakti merasa semakin penasaran karena Alberto tak kunjung menjelaskan.


''Kita bicara sambil jalan,'' ucap Alberto.


Di perjalanan, Alberto hanya terdiam, dia sama sekali belum menjelaskan apa-apa kepada Sakti, dirinya seperti ingin memberikan kejutan kepadanya tentang Raja Arezz yang sekarang berada di rumahnya.


Sakti yang masih penasaran, hanya bisa pasrah saat mobil Alberto mulai melaju dengan kencang memecah jalanan di tengah kegelapan.


Sebenarnya, ada beribu tanya di benak Sakti yang ingin dia tanyakan kepada laki-laki tinggi besar yang saat ini berada di sampingnya, namun, karena mobil yang di kendarai nya dalam kecepatan tinggi, Sakti pun mengurungkan niatnya untuk bertanya. Ia akan menunggu sampai mereka tiba di tempat tujuan.


Akhirnya mereka pun sampai di rumah Alberto, Sakti segera turun dari dalam mobil, dan terlihat menatap ke arah sekitar dengan perasaan heran.


''Ini rumah siapa?'' tanya Sakti dengan dua alis yang di kerut kan.


''Rumah ku, mari kita masuk.'' Jawab Alberto sambil berjalan.


Sakti pun mengikuti dari belakang dengan masih dengan perasaan heran dan sangat penasaran, apa yang sebenarnya membuat Alberto membawanya kemari.


Ceklek...


''Cepat katakan padaku, sebenarnya ini ada apa? dari tadi kau tak menjelaskan apapun, tiba-tiba membawaku ke sini, ke rumah mu,'' Sakti menaikan nada suaranya, merasa sudah sangat kesal.


''Tenanglah, sebentar lagi kau juga akan tahu, mari ikut denganku,'' jawabnya dengan berjalan menuju ke sebuah kamar dan tentu saja di ikuti oleh Sakti di belakangnya.


Tok...tok...tok...


Ceklek...


Alberto mengetuk pintu lalu membuka kamar, dia mempersilahkan Sakti masuk ke dalamnya, sementara ia menunggu di luar.


Sakti pun mengikuti perintah Alberto untuk masuk ke kamar itu dengan langkah yang sedikit berdebar.


Dan kemudian, Sakti merasa terkejut, kakinya pun merasa lemas dengan napas yang seperti tertahan di tenggorokan, tatkala dia melihat sosok junjungannya yang selama ini telah di nyatakan tewas.

__ADS_1


Perlahan ia berjalan menghampiri dengan mata yang terlihat berkaca kaca.


''Yang mulia Raja Arezz...?'' tanya Sakti berjalan pelan, masih merasa tak percaya dengan apa yang dilihatnya.


''Kau beneran Raja Arezz?'' Sakti kembali memastikan masih dengan berjalan menghampiri Rajanya.


Dan sedetik kemudian...


Sakti memeluk sang Raja dengan menangis sesenggukan, tangan nya melingkar dengan sangat kuat di tubuh Raja dengan air mata yang terus membasahi pipinya.


''Akhirnya kau kembali yang mulia,hiks hiks hiks,'' ucapnya melepaskan pelukan dan menatap wajah sang Raja.


Raja Arezz hanya terdiam, menyaksikan dengan perasaan heran, laki-laki yang saat ini berada tepat di hadapannya, sama sekali tidak di kenali nya.


''Kenapa yang mulia hanya diam saja, apa kau sama sekali tidak merasa senang bertemu kembali denganku? terus kenapa kau tidak kembali istana? apa kau tahu yang terjadi di sana semenjak kau di nyatakan tewas?'' Sakti bertanya, tanpa tahu bahwa saat ini Raja mengalami hilang ingatan.


''Maaf, tapi aku sama sekali tidak mengingat mu, saat ini aku mengalami hilang ingatan, dan tidak tahu identitas ku yang sebenarnya,'' jawab Raja Arezz menunduk dan merasa bersalah karena sama sekali tidak dapat mengenali laki-laki yang katanya adalah pengawal setianya.


Sakti tercengang, kakinya seketika kembali merasa lemas, air matanya pun kembali memenuhi kelopak matanya.


''A-apa mak--sud yang mulia dengan hilang ingatan?'' ucapnya merasa tidak percaya.


''Aku hilang ingatan, dan aku sama sekali tidak mengingat siapa dirimu, ataupun laki-laki yang bernama Alberto itu,'' jawab Raja dengan perasaan sedih.


''Benarkah...?'' Sakti masih memastikan jika yang ia dengar tidaklah salah.


Raja mengangguk dengan menatap wajah Sakti, pandangan matanya tampak begitu lekat memandangnya, seolah sedang berusaha mengingat tentang sosok laki-laki yang saat ini tepat berdiri di hadapannya dengan berurai air mata.


Namun harapannya sia-sia, sekeras apapun ia berusaha, dia sama sekali tidak dapat mengingatnya, seluruh memori di otaknya seperti terhapus, tak satu pun ingatan di masa lalunya yang dapat ia ingat.


''Coba kau ceritakan kepada ku, tentang siapa aku yang sebenarnya, siapa tahu, jika aku mendengarnya secara menyeluruh, ingatanku akan sedikit kembali,'' ucap Raja.


Akhirnya Sakti menceritakan semua yang ia tahu tentang yang mulia Raja, dari semasa dirinya remaja sampai saat ini, tak ada satupun yang terlewatkan. Bahkan Evina pun ia ceritakan.

__ADS_1


Dan jantung sang Raja kembali merasa bergetar, saat nama itu di ucapkan, seperti ada rasa sakit yang sulit dia ucapkan memenuhi relung hatinya. Entah apa dan bagaimana nama itu seperti sangat melekat di dalam relung jiwanya.


______________----------_____________


__ADS_2