KISAH CINTA SANG PEWARIS TAHTA

KISAH CINTA SANG PEWARIS TAHTA
Pertemuan kembali.


__ADS_3

Arezz memperhatikan wanita tersebut, postur tubuhnya mengingatkannya pada seseorang yang sangat dia harapkan kehadirannya.


Namun hatinya berbisik bahwa tidak mungkin wanita yang di cintanya tersebut berada di istana, apalagi dia menjelma jadi seorang pelayan.


Kemudian Pangeran tidak menghiraukan wanita tersebut, dan kembali membuka pintu lalu masuk ke dalam kamar.


***


Evina tampak kebingungan di dalam istana, seperti nya dirinya telah benar-benar tersesat di dalamnya.


Sudah hampir satu bulan dirinya bekerja di istana, namun baru kali ini ia benar benar memasuki istana yang merupakan tempat tinggal pangeran, karena selama ini dirinya hanya bertugas sebagai pencuci selimut, pekerjaan yang pernah di lakoni nya dahulu.


Evina mencoba mencari peruntungan dengan melamar pekerjaan di istana, saat dirinya melihat selebaran yang di tempel di dinding cafe Monalisa, dengan harapan jika ia bekerja di sana mungkin saja ia bisa bertemu kembali dengan Arezz tanpa mengetahui jika Arezz sebenarnya adalah seorang pangeran.


Malam ini sepertinya dia telah tersesat, setelah di suruh oleh atasannya untuk mengantarkan selimut yang sudah bersih, ke tempat khusus di dalam istana.


Evina tampak berdiri di depan sebuah pintu besar, dia hendak membuka kamar tersebut, namun akhirnya ia pun mengurungkan niatnya karena merasa takut jika dirinya salah memasuki ruangan, bagaimana jika pintu yang ia buka adalah pintu kamar Raja? hatinya berucap.


Akhirnya ia memilih untuk terus berjalan dan mencari pelayan lain dan bisa bertanya arah padanya.


Evina masih terlihat cantik meski dirinya hanya mengenakan seragam pelayan, dengan celemek putih di pinggangnya.


Semua pelayan kerajaan yang bekerja di sana memakai pakaian yang sama, kecuali pengawal istana wanita yang bertugas mengawal Anggota keluarga kerajaan.


Akhirnya Evina bertemu dengan satu pelayan dan menanyakan arah untuk kembali ke tempatnya bekerja, karena istana kerajaan yang memiliki Area yang sangat luas sehingga membuat dirinya sedikit bingung untuk mencari arah.


Dengan petunjuk dari pelayan yang dia temui tadi akhirnya dirinya sampai di tempatnya bekerja, sebuah tempat yang terletak di bagian ujung istana.


Tempat tersebut merupakan tempat luas yang terbuka yang per khususkan untuk mencuci selimut besar yang biasa di pakai oleh keluarga kerajaan.


Si sana juga terdapat sebuah bangunan yang merupakan tempat para pelayan untuk beristirahat dan menginap di tempat itu.


Evina memasuki ke dalam untuk beristirahat, dirinya sudah melihat beberapa pelayan yang bekerja dengan nya setiap hari yang terlihat sudah berbaring.


''Kamu sudah kembali,'' tanya Laras, salah teman yang sudah sebulan di kenalnya.


''Hampir saya aku tersesat, tidak tahu jika istana seluas itu dan semegah itu, baru kali ini aku masuk ke dalam sana,'' jawab Evina lalu berbaring di sebuah ranjang bertingkat.


Laras tersenyum.


''Istana memang memang luas dan megah, dan akan terasa lebih luas lagi untuk seukuran orang orang kecil seperti kita,'' jawab Laras.

__ADS_1


''Iya...! aku jadi ingat janji seseorang yang pernah di ucapkan padaku bahwa dia akan membawakan istana beserta isinya untukku,'' Evina mengingat kembali ucapan Arezz yang pernah ia dengar beberapa bulan lalu.


''O ya, apakah kamu sudah menemukan kekasihmu yang katanya di bawa dengan paksa ke istana?''


Evina menggelengkan kepala.


''Apakah mungkin aku dapat menemukan dia di istana yang luas ini, dengan jumlah penghuni yang yang sebegitu banyaknya?'' jawab Evina.


Dirinya tampak termenung mengingat kembali kebersamaannya yang terasa sangat singkat bersama Arezz, meskipun begitu kenangannya bersama pria tersebut tidak dapat ia lupakan.


Evina meraih selimut dan menutupi seluruh tubuhnya, mencoba mulai terlelap meski hatinya sedang di penuhi kerinduan akan sosok pria yang kini dia sendiri tidak tahu dimana keberadaan nya.


***


Keesokan harinya.


Pangeran Arezz mulai membuka mata, sebenarnya dirinya malas untuk beranjak dari tempat tidurnya, lantas ia pun hanya berbaring secara terlentang sambil melihat langit langit kamarnya dengan tatapan kosong.


Hatinya seolah di selimuti oleh kehampaan, setelah mengetahui bahwa kekasih yang ia rindukan ternyata telah pergi entah kemana.


Di istana yang luas ini kehidupan yang ia jalani terasa sangat monoton, dengan aktivitasnya yang sangat padat setiap harinya sebagai seorang pangeran, entah mengapa ia mulai merindukan kehidupan bebas nya di luar istana, apalagi saat mengingat kembali kebersamaannya dengan Evina.


Tok tok tok


''Apa kamu belum bangun nak?'' ucap ibu dengan suara lembutnya.


Arezz tersenyum melihat ibunda menghpiri nya dan duduk di samping tempat tidurnya.


''Wajahmu kenapa? seperti nya kamu sedang memikirkan sesuatu? apa yang sedang membuat hatimu gundah?'' tanya ibundanya lagi.


''Ibunda...'' Arezz memanggil ibunya dengan suara lemas.


''Sejujurnya aku mempunyai seorang kekasih,'' ucap Arezz dengan memandang wajah ibunda yang terlihat sudah sedikit keriput di bawah matanya.


''Benarkah?'' jawab ibunda denga tersenyum.


Arezz mengangguk.


''Jika memang kamu memiliki seorang kekasih, bawa ke istana dan perkenalkan kepada ibu serta Ayahanda mu,'' jawab ibu.


''Namun sekarang aku tidak mengetahui di mana keberadaannya,'' jawab Pangeran dengan wajah sedih.

__ADS_1


''Apakah itu yang membuat wajahmu terlihat murung?''


Arezz terdiam sambil menunduk.


''Nak...! jika kalian memang berjodoh, meskipun saat ini kalian terpisah dan kamu tidak mengetahui keberadaannya, suatu saat nanti kalian pasti akan dipertemukan kembali dengan cara yang sama sekali tidak kamu duga,'' ujar ibunda.


Arezz tersenyum.


''Mungkinkah hal itu akan terjadi?'' tanya pangeran.


''Ibu yakin...! kamu harus ingat nak, jodoh, kematian dan rejeki setiap manusia telah di atur oleh yang maha kuasa, kita sebagai manusia hanya bisa menjalani takdir kehidupan yang sudah di atur oleh yang yang di atas, namun bukan berarti kita hanya bisa pasrah menerima keadaan, kita sebagai manusia juga harus berusaha jika ingin mendapatkan kehidupan yang kita inginkan,'' ujar ibunda sambil menggenggam erat putra kesayangannya.


''Terima kasih Bu, sekarang hati ku sudah sedikit tenang, aku yakin suatu saat nanti aku akan bertemu kembali dengan wanita yang aku cintai.''


Ibunda mengangguk.


''Sekarang kamu bangun dan mandi, bukankah hari ini kamu ada pertemuan penting dengan Perdana Mentri?''


''Baik Bu, aku akan segera mandi,'' jawab Pangeran.


Lalu ibundanya keluar dari dalam kamar, meninggalkan pangeran yang kini telah terlihat tersenyum, kegundahan di hatinya telah berkurang setelah mendengar wejangan dari sang ibu.


Arezz bangkit dari tempat tidurnya dan berjalan menuju kamar mandi yang terdapat di dalam kamarnya.


Setelah selesai mandi Pangeran keluar dari kamar mandi dengan hanya berbalut handuk yang menutupi bagian intim tubuhnya.


Dirinya berjalan menuju lemari pakaian yang lebih terlihat seperti ruangan khusus yang berisikan pakaian pakaian mewah nya.


Saat hendak berjalan tiba tiba dirinya mendapati seorang pelayan dengan membawa lipatan selimut tebal di tangannya.


Selimut itu terlihat tinggi di lipat di atas tangannya sehingga menutupi sedikit wajahnya.


''Kamu ngapain di sini?'' tanya pangeran dengan nada yang sedikit marah.


''Saya mohon maaf, saya hanya di suruh oleh kepala pelayan untuk menggantikan selimut yang ada di sini dengan yang baru,'' ujar wanita tersebut.


''Sebagai seorang pelayan seharusnya kamu mengerti betul jika akan memasuki kamar seorang Pangeran, kamu harus mengetuk pintu terlebih dahulu,'' ucap pangeran masih dengan suara marah.


''Saya mohon maaf, saya sama sekali tidak tahu jika kamar ini adalah kamar pangeran, saya pelayan baru di istana,'' ujar wanita tersebut.


Lantas ia membungkuk, sehingga menyebabkan lipatan selimut yang ia bawa pun berjatuhan ke atas lantai, sontak dengan segera ia pun meraih kembali barang yang ia bawa.

__ADS_1


Pangeran menatap lekat wajah pelayan dengan kedua matanya, pelayan tersebut terlihat berjongkok dan menunduk karena sedang merapikan lipatan selimut yang di atas lantai.


*****


__ADS_2