KISAH CINTA SANG PEWARIS TAHTA

KISAH CINTA SANG PEWARIS TAHTA
Kisruh Pewaris Tahta


__ADS_3

Sang Raja terdiam mendengar penolakan Pangeran Arezz, lalu dia pun menanyakan alasannya.


''Apakah dirimu memiliki perempuan yang kamu cintai?'' tanya Raja.


Pangeran diam saja tak menjawab pertanyaan ayahanda nya.


''Baginda...! Pangeran Arezz masih terlalu muda untuk memikirkan calon pendamping, biar saja dia memilih sendiri perempuan yang akan menjadi pendampingnya,'' ujar sang Ratu.


''Putra ku...! ayah harap kamu secepatnya mempersiapkan diri, karena ayah sudah lelah menjadi seorang Raja, ayah ingin menikmati sisa umur ayah dengan duduk tenang dan beristirahat di tempat yang indah,'' ujar Raja yang sontak membuat pangeran dan sang ratu terkejut.


''Apa maksudmu suamiku? apakah dirimu akan segera turun tahta dan menyerahkannya kepada pangeran Arezz?'' Ratu Emillia terlihat gusar.


''Saya belum siap ayah, apa saya harus memikul beban sebagai seorang raja di umur saya yang masih 22 tahun,'' jawab pangeran.


''Saya setuju dengan Pangeran Arezz, bisakah Baginda menunggu waktu lebih lama lagi untuk benar-benar turun tahta, dan memilih salah satu dari ketiga anak kita, mengapa harus dia yang menggantikan mu menjadi seorang Raja?'' Ratu terlihat sudah sedikit kesal.


''Ratu...'' Raja sedikit menaikan suaranya.


''Keputusan saya sudah bulat dan tidak dapat diganggu gugat lagi oleh siapapun,'' Raja semakin marah.


''Sekarang kalian berdua pergi dari hadapanku, sekarang...'' Raja berteriak kemudian terlihat batuk.


''Ayah... Apakah anda baik baik saja,'' Arezz menghampiri Raja, melihat jika ayah nya mengeluarkan darah dari mulutnya yang ia sembunyikan di balik tangannya.


Raja menggelengkan kepala sambil menatap putranya, saat sang putra hendak mengatakan sesuatu, seolah memberi isyarat jika Ratu tidak boleh tahu prihal kondisi dirinya yang sebenarnya.


Pangeran mengerti dengan isyarat yang diberikan oleh ayahanda nya, dirinya hanya menunduk menatap kepalan tangan Raja yang sudah terdapat darah di dalamnya.


''Saya permisi dulu Baginda Raja,'' Ratu pun pamit, lalu pergi meninggalkan mereka berdua di dalam kamar.


Sepeninggal Ratu, Pangeran Arezz tampak duduk di hadapan ayahanda nya, tangannya terlihat menggenggam kedua tangan sang Raja.

__ADS_1


Pangeran membuka kepalan tangan ayahanda lalu membukanya. Wajah sangat terkejut, dan mata nya sudah sedikit berkaca kaca.


''Maafkan putramu ini ayahanda, karena telah berani membantah titah mu, saya akan mengikuti perintah ayah, namun saya minta ayahanda untuk menjaga kesehatan dan sembuh dari rasa sakit yang selama ini ayah rasakan,'' air mata pangeran sudah membasahi pipinya saat mengucapkan hal tersebut


Sang Raja mengusap rambut putranya.


''Pangeran Arezz, Ayah sungguh ingin kamu segera mengambil tugas ayah sebagai seorang raja, ayah sudah sangat lelah, dan ingin segera beristirahat,'' ucap Baginda Raja.


''Baik ayahanda, putra mu ini akan mengikuti titah Ayahanda, ayahanda bisa beristirahat menikmati masa tua ayah dengan tenang dan nyaman,'' jawab Pangeran masih dengan terisak.


''Satu bulan lagi, ayah akan memberi tahu perdana menteri dan sekertaris kerajaan tentang keinginan ayah untuk turun tahta, dalam waktu satu bulan ini juga kamu harus menyiapkan mental serta memperbaiki diri agar bisa menjadi Raja yang baik dan bijak juga bisa membangun kerajaan ini menjadi lebih baik lagi.'' ucap Raja dengan sedikit berkaca kaca sambil terus mengelus rambut putranya.


''Baik ayahanda. Tapi ada satu hal yang ingin saya tanyakan, mengapa harus saya yang mewarisi tahta? mengapa bukan putra ayahanda yang lahir rahim Ratu yang mewarisi Tahta ayahanda?'' tanya Pangeran sambil memandang lekat wajah ayahanda.


''Ayah ingin kamu mewarisi Tahta karena kamu lahir dari wanita yang sangat ayah cintai, ibumu adalah satu satunya wanita yang selalu ada di hati ayah, meski Ratu yang mendampingi ayah, namun cinta ayah selalu untuk ibumu.''


''Olah sebab itu ayah ingin kerajaan yang di bangun oleh nenek moyang kita ini, di waris kan kepadamu, anak dan cucu mu kelak,'' jawab Baginda Raja.


''Saya mengerti ayah, dan saya berjanji akan menerima dan menjalankan tugas dengan baik sebagai seorang raja kelak, seperti yang selama ini ayahanda lakukan.''


Pangeran mengusap air mata yang masih tersisa di pelupuk matanya, lalu ia bangkit dan berdiri, membungkuk dengan hormat kepada Baginda Raja sebagai hamba yang patuh juga sebagai seorang anak yang berbakti kepada orang tuanya.


Setelah itu ia berbalik dan pergi meninggalkan sang Raja.


***


Ratu Emillia masuk ke dalam kamarnya dalam keadaan kesal, dirinya tidak menyangka jika suaminya akan benar benar mewariskan kerajaan Underland kepada putra dari wanita yang ia benci selama ini.


Ratu memang menyimpan dendam yang mendalam kepada ibunda pangeran Arezz, karena wanita itu sangat di cintai Raja, sementara dirinya yang selama ini selalu setia pendamping Raja tidak pernah mendapatkan cinta yang tulus dari suaminya tersebut.


Saat Ratu sedang larut dalam rasa kesal nya, terdengar ketukan di pintu kamarnya, putra sulungnya yang bernama Pangeran Brendan memasuki kamarnya.

__ADS_1


''Wajah ibunda kenapa? mengapa terlihat kesal?'' ucap Pangeran Brendan kepada ibundanya.


''Ibu sangat kesal pada ayahanda mu, dia baru saja berbicara kepada ibu jika ayahmu akan segera turun tahta dan akan mewaruskan tahta nya kepada pangeran Arezz,'' ucap Ratu dengan wajah kesal.


''Apa...?'' Pangeran Brendan terlihat terkejut.


''Ibu juga kesal mendengarnya.''


''Mengapa ayah berbuat seperti itu? kenapa bukan aku yang mewarisi tahtanya, aku adalah anak kandung nya dan juga lahir dari rahim mu ibunda, Ratu negeri ini,'' ujar pangeran Brendan dengan wajah yang berapi api.


''Kamu tenang dulu putraku, aku ibumu tidak akan diam saja di perlakukan seperti ini, ibumu ini akan memperjuangkan apa yang sudah menjadi hak mu,'' Ratu Emillia tampak menenangkan putranya.


''Aku tidak rela jika Abang ku pangeran Arezz mewarisi tahta, tempat itu hak ku bukan dia.''


''Iya sayang, ibu mengerti perasaan mu, apapun akan ibu lakukan untuk mencegah ayahanda mu menyerahkan tahta nya kepada Pangeran Arezz.''


Brendan mengangguk lalu meluk Ratu Emillia.


Brendan... dia adalah putra kedua Raja Arthur yang lahir dari Rahim Ratu Emillia.


Pangeran Brendan masih berumur 20 tahun dan hanya berselisih dua tahun dari kakaknya yaitu pangeran Arezz.


Meski umurnya masih sangat muda, namun pangeran Brendan mempunyai ambisi yang tinggi untuk bisa duduk di singgasana Raja menggantikan Ayahnya.


Pangeran Brendan memiliki perawakan yang tidak terlalu berbeda dari Pangeran Arezz, hanya kulitnya saja yang terlihat sedikit berwarna kecoklatan.


Wajahnya pun tak kalah tampan dengan pangeran Arezz, namun pangeran Brendan memiliki sorot mata yang lebih tajam dan raut wajah yang selalu terlihat sinis dan angkuh.


Selain pangeran Brendan masih ada dua anak kandung Raja Arthur yang lahir dari rahim Ratu Emillia, yaitu pangeran Brian serta putri Elisa.


***

__ADS_1


__ADS_2