KISAH CINTA SANG PEWARIS TAHTA

KISAH CINTA SANG PEWARIS TAHTA
Hilang ingatan


__ADS_3

Saat Flora hendak melangkahkan kakinya keluar kamar, tiba tiba nenek melihat jemari Raja Arezz seperti bergerak, membuat nenek terkejut dan langsung memanggil cucunya.


''Flor, lihat sepertinya pemuda ini mulai sadar,'' ujar nenek.


Flora menghentikan langkahnya, lalu kembali berbalik dan kembali menghampiri neneknya lalu berdiri di samping tempat tidur.


''O ya...'' sesaat setelah berdiri di samping sang nenek.


Ia pun menatap wajah sang Raja yang mulai membuka matanya sedikit demi sedikit.


Raja Arezz membuka mata, meski terasa sangat berat namun dengan usaha dan keinginan yang kuat untuk bangun ia pun akhirnya membuka mata dengan mengedip perlahan, menyesuaikan cahaya yang masuk ke dalam kelopak matanya.


Sang Raja membuka mata secara sempurna, ia tampak berkeliling melihat keadaan sekitar sambil terus mengedipkan kedua matanya.


''Dimana aku?'' tanya sang Raja dengan suara yang terdengar berat.


Ia berusaha bangun namun tubuhnya terasa lemas, akhirnya ia pun kembali berbaring lalu menatap dua orang yang sedang memandangi wajah dirinya.


''Kamu sudah bangun?'' tanya Flora dengan tersenyum.


''Kamu siapa? mengapa aku berada di sini,'' tanya sang Raja dengan wajah heran.


''Suamiku menemukan mu di bawah tebing dalam keadaan tidak sadarkan diri, dua Minggu yang lalu,'' jawab nenek.


Raja Arezz tampak mengerutkan kening mencoba mengingat kembali kejadian yang telah menimpanya, sehingga dia berakhir berada di sana.


Ia pun mencoba merangkai kembali potongan-potongan ingatan yang sempat tak beraturan di dalam otaknya, karena sang Raja baru terbangun setelah dua Minggu tidak sadarkan diri, memori ingatan nya pun sedikit memudar, sehingga membutuhkan waktu beberapa saat untuk nya dapat benar benar mengingat semua kejadian yang telah menimpanya dirinya.


''Namamu siapa? dan rumah mu dimana wahai pemuda tampan?'' tanya nenek.


''Sebentar nek, kepala ku masih terasa pusing, izinkan aku berfikir sejenak,'' jawab sang Raja sambil mengerutkan keningnya.


Sang Raja nampak menahan rasa nyeri di sekujur tubuhnya.


''Tenang lah, jangan terlalu terburu buru, kondisi mu belum pulih benar,'' pinta Flora yang masih berdiri di samping tempat tidur.


''Bisa tolong bantu aku duduk,'' pinta Raja dengan mengulurkan lengan kirinya kepada gadis yang saat ini berdiri di sampingnya.

__ADS_1


Flora pun menerima uluran tangan Sang Raja, lalu membantu nya duduk bersandar bantal di belakang punggungnya.


''Aku masih belum ingat dengan apa yang terjadi denganku, mengapa aku berada di sini, dan siapa aku sebenarnya?'' Raja Arezz melontarkan pertanyaan secara bertubi tubi, pertanyaan yang sama sekali tak dapat di jawab oleh dua orang yang berada di hadapannya.


Flora dan Sang nenek hanya saling pandang, menunjukan tatapan heran.


''Apa mungkin kau hilang ingatan?'' tanya Flora.


Sang Raja hanya terdiam.


Lalu tiba-tiba saja, perut Raja pun berbunyi merasa lapar.


''Kami lapar?'' tanya Flora dengan tersenyum.


Raja tersenyum malu lalu menunduk.


''Tunggu di sini, aku akan membawakan makanan untukmu,'' Flora melangkah keluar dari dalam kamar.


''Apa kau sungguh tak ingat siapa dirimu,'' tanya nenek memastikan.


''Hmmm.''


Nenek menghela nafas panjang, harapannya untuk segera mengirim pemuda yang di tolong suaminya itu palang sirna.


Tak lama kemudian flora pun datang dengan membawa sepiring makanan.


''Maaf ya, hanya ini yang kami punya,'' ucapnya seraya menyerahkan piring yang ia bawa.


Raja pun menerima piring yang di berikan oleh Flora, isinya terlihat sederhana, hanya berupa nasi, dan juga satu paha yang hasil buruan sang kakek di hutan.


Raja pun makan dengan lahap nya, dua Minggu perutnya tidak di isi makanan membuatnya sungguh kelaparan.


Piring pun kosong dengan cepat, ia pun bersendawa memuat nenek dan juga Flora yang berada di sana tersenyum.


''Maaf bolehkah aku meminta minum,'' pinta Raja dengan malu malu.


''Oh ia aku lupa, sebentar ya aku ambil dulu,'' Flora kembali ke belakang.

__ADS_1


Tak lama kemudian Ia pun kembali dengan membawa segelas air putih.


Glekgek glekgek glekgek


Suara air yang melintasi tenggorokan Raja, lalu ia pun kembali bersendawa.


''Euuu....'' Raja menutup mulut dengan kedua tangannya.


''Kenyang...'' tanya Flora dengan senyum tipis yang mengembang di kedua sisi bibirnya, ia pun meraih piring serta gelas dari tangan Raja lalu menyimpannya ke dapur.


''Maaf nek, karena aku sudah merepotkan kalian di sini, jika aku boleh bertanya, siapa yang membawaku kemari dan kapan kejadiannya?'' tanya Raja merasa sangat penasaran.


''Dua Minggu yang lalu, suamiku membawa mu dalam keadaan tidak sadar di tengah malam, tubuh mu penuh dengan luka, dan sepertinya kamu terjatuh dari atas tebing,'' jawab nenek menjelaskan.


''O ya...?'' Raja terkejut.


Dia sama sekali tidak mengingat kejadian itu, dan entah mengapa kepalnya tiba tiba saja merasa pusing.


Tangan Raja tampak memegang kepala dan wajahnya terlihat meringis kesakitan.


''Kamu kenapa? apa kepalamu sakit,'' Flora bertanya saat dia kembali ke dalam kamar.


''Kepala ku pusing.''


''Berbaringlah kembali, kondisi tubuhmu belum pulih benar, kamu harus banyak beristirahat,'' gadis itu membantu sang Raja kembali berbaring.


Flora pun menutupi tubuh Raja dengan selimut tipis.


''Jangan terlalu di fikirkan dulu, lambat laun ingatanmu pasti akan segera kembali,'' ucap Flora memandang wajah Raja.


''Bolehkah aku tahu siapa namamu dan juga nenek?''


''Namaku Flora, dan dia nenek ku, panggil saja dia nenek Sari.''


Raja mengangguk lalu tersenyum.


___________------------___________

__ADS_1


__ADS_2