KSATRIA LANGIT NUSANTARA

KSATRIA LANGIT NUSANTARA
PEREBUTAN WILAYAH BAGIAN 3 TERSELAMATKAN


__ADS_3

"Firasatku sungguh tidak enak. Ada apa gerangan?" Aku juga merasakan energi Wijaya mulai meredup. Apakah Wijaya dalam bahaya?" Pikir Shintadewi.


"Hormat pada yang mulia ibu suri!" Ucap ksatria binting dengan membungkuk hormar lalu memberikan gulungan surat.


Shintadewi membaca gulungan suratnya dan menunjukan ekspresi marah. "Cepat siapkan pasukan dan semua persenjataan! kita akan berangkat ke Kediri!" Teriak Shintadewi.


Mahapatih Jatmiko segera menyiapkan 3 juta prajurit untuk menggempur kekosawaan Majapahit. 1000 seblungan gondorukem yang mengangkut ribuan bledog jurig, dan juga kereta wewe gombel serta jutaan prajurit kekosawaan Kurusetra.


Dalam enam bulan kekosawaan Kurusetra berkembang pesat, berhasil mempunyai prajurit di tahap praburata asor sekitar 4 juta dan 1 juta di tahap dendawa inggi. Empu Culuk juga berhasil menciptakan pangkalan senjata yang bisa terbang bernama Visnuvara dan juga mengembangkan senjata bernama setan kober, yaitu senjata yang bisa melemparkan halilintar dengann jarak serang radius 1 kilometer.


Semua pasukan yang memakai zirah khusus anti pancer bagai semut bergegas masuk Visnuvara yang siap landas. Kekuatan ekonomi dan militer kekosawaan kurusetra dari seekor semut menjadi naga yang buas, patut diperhitungkan.


Visnuvara sudah lepas landas dan terbang dengan kecepatan penuh. Namun hati Shintadewi gundah gulana, dengan nasib anak semata wayangnya itu. Firasat buruk yang dialami Shintadewi membuatnya gusar dan akhirnya memutuskan untuk menggunakan ajian yang sangat terlarang dari kitab jagat buana.


Semesta aksa yaitu teknik mata yang bisa melihat semua isi alam semesta tanpa titik buta. Resiko dari pengguna ajian ini adalah kehilangan energi kehidupannya walau pengguna bisa hidup seribu tahun ke depan. Energi kehidupan pengguna akan dihisap habis tak tersisa, semakin lama menggunakannya semakin cepat pula energi kehidupannya akan terkuras. Kelebihannya akan meningkatkan tahapan dan kekuatan pengguna sampai di tahap dewata inggil.


Shintadewi berdiri dari singgasananya yang berada Visnuvara. "Ajian semesta, Nawadewanata (teknik semesta, sembilan senjata dewa)!" Muncul rune sihir berwarna hitam kebiruan di kening Shintadewi. Lalu muncul mata berwarna putih dengan 9 tomoe emas di kening Shintadewi.


"Ajian semesta, Ekadewanata Siva Aksa ( teknik semesta, senjata dewa pertama mata Siwa)!" Mata yang berada di kening Shintadewi tomoenya berputar lalu berganti pupil matanya berubah dari putih menjadi merah.


Shintadewi mengedarkan pandangan mencari Wijaya dan menemukannya sedang dipukuli oleh Kertarajasa yang berubah menjadi naga gokarya dengan tahapan dewata asor. Kini Kertarajasa mengirimkan meteor yang berkobar-kobar, untuk menghantam Wijaya yang terkapar di tanah tak berdaya.

__ADS_1


"Ajian semesta, Dwidewanata Moksala Rudra (teknik semesta, senjata dewa kedua Moksala Rudra)!" Tubuh Shintadewi diselimuti udara dan petir berwarna emas.


"Wijaya dalam bahaya segera percepat Visnuvara, Kediri sudah menjadi lautan api. Aku akan segera pergi dahulu untuk menyelamatkan Wijaya!" Teriak Shintadewi lalu menghilang dari pandangan. Jarak antara Istana julang emas ke kerajaan Kediri sangat jauh yaitu 4000 km. Dengan ajian pancer bantala, melipat bumi pun hanya mampu berpindah 200 km.


Mahapatih Jatmiko, Prabu Angga dan juga Patih Arya sangat terkejut mendengar pernyataan Shintadewi yang bisa menyusul Wijaya di Kediri yang jaraknya sangat jauh. Dengan kecepatan Visnuvara pun hanya mampu sampai ke kediri 30 menit.


"Cepat tambah energi!" Perintah Jatmiko untuk mempercepat Visnuvara agar sampai di kerajaan Kediri.


Shintadewi muncul tepat di hadapan Wijaya yang sudah terkapar lalu memapahnya dan kabur dari Kertarajasa untuk sementara. Shintadewi dan Wijaya muncul di gua batujajar kawasan perbatasan Mataram dan Kediri.


"Ajian jagat saksana, kusuma jiwa (Teknik penyembuhan semesta, bunga jiwa)!" Tubuh Wijaya diselimuti aura hijau pekat. Tulang-tulangnya yang remuk kembali utuh semula, luka luar dan dalamnya juga perlahan sembuh, seluruh titik vital tubuhnya meregenerasi dengan cepat. Namun kesadaran Wijaya belum pulih.


"Ibunda pergi dahulu. Jika ibunda tidak kembali Janganlah bersedih anaku. Ibunda sangat menyayangimu!" Shintadewi mencium kening Wijaya lalu menghilang dari pandangan.


Shintadewi sangat cepat dan menghantamkan pukulan bertubi-tubi ke Kertarajasa tanpa sempat mengelak.Tubuh Kertarajasa yang sangat besar seperti raksasa itu dibuat tak berdaya dengan pukulan bertubi-tubi dan cepat Shintadewi.


BANG...BANG...BANG...


Kertarajasa memuntahkan banyak darah dari mulutnya. Ketika mencoba berlari Shintadewi sudah muncul di depan Kertarajasa, kemana pun Kertarajasa berlari Shibtadewi selalu mengikuti seperti bayangan Kertarajasa itu sendiri.


Kertarajasa di pukul ke udara dengan pukulan gada brahma Shintadewi, ia terpental ke langit yang tinggi. "Ajian semesta, caturdewanata Nagapasa (teknik semesta, senjata dewa keempat Nagapasa)!" Muncul siluet panah emas dengan busur panah besar. Shintadewi menarik siluet busur, muncul anak panah dengan ujung anak panah berkepala naga besukih lalu membidik dan melepaskan anak panah ke arah Kertarajasa.

__ADS_1


KRAAAT.....SHUA...SWUSH...


Anak panah itu berubah menjadi naga besukih berwarna emas, meraung keras dengan mulut membuka lebar ingin memakan Kertarajasa. "Sila wanita itu lagi yang membuatku kewalahan, aku harus memanggil Resi Kuncung Putih dan Nyai Situ Bagendit agar kekuatanku bertambah kuat." Batin Kertarajasa sambil menyeringai licik.


Sementara itu Resi Kuncung Putih dan Nyai Situ Bagendit terluka parah dalam keadan tersudut oleh Maung Bodas serta Karbara Sayuta. "Kakek dan nenek tua bangka, sudah waktunya kau pergi ke neraka!"


"Ajian pancer agni, bola berdeva agni (elemen api bola api berdeva)!" Maung Bodas menyemburkan bola api yang sangat besar dari mulutnya dengan diameter 30 meter.


SWUSH...SHUA...


"Akan aku bantu saudaraku, ajian pancer bantala, rantai Karbara (elemen tanah, rantai serigala)!"Muncul rantai dari dalam tanah langsung mengikat Resi Kuncung Putih dan Nyai Situ Bagendit.


"Aaaaaaargh, sial kenapa jadi susa begini dan susah dilepaskan!" Kata Nyai Situ Bagendit meronta-ronta dengan wajah pucat pasi. Sedangkan Resi Kuncung Putih tersenyum sinis dan siap menerima bola api berdheva yang disemburkan Maung Bodas.


BOOOM...


Bola api berdeva menghantam Kuncung Putih dan Situ Bagendit lalu meledak. Ledakan itu membuat kawah yang cukup besar dengan diameter 45 meter dan kedalaman 5 meter. Kepulan debu dan asap menutupi kawah, Karbara Sayuta dan Maung Bodas tertawa. "Hahahaha, mati juga kau tua bangka!"


Namun setelah kepulan asap dan debu itu menghilang tak ada satupun mayat yang terbujur kaku di dalam kawah. "Sial ternyata mereka berhasil lolos!"


Resi Kuncung Putih dan Nyai Situ Bagendit muncul di samping Kertarajasa yang melayang di langit. Ternyata Kertarajasa menggunakan ajian beluk Sambadra untuk memanggil mereka berdua yang sudah terkena segel kutukan Sambadra.

__ADS_1


Kertarajasa memegang kepala mereka berdua. "Ajian badranaya agni, imuagni (teknik api badranaya, penghisap api)!" Tubuh mereka berdua di hisap ke dalam ripela aksa di telapak tangan kanan Kertarasaja Jayawardhana.


__ADS_2