
Wijaya mengambil kunci emas yang melayang di atas perut Empu Culuk, lalu mengedarkan pandangannya di sekitar gua bawah tanah basudara dengan maputi aksa
"Di sana pintunya!" Wijaya berjalan perlahan menuju pintu ghaib yang hanya bisa di lihat dengan maputi aksa. Lalu menancapkan kunci emas ke tanah, muncul rune sihir berwarna emas dengan corak serigala berkepala tiga.
Dari permukaan tanah muncul portal berqarna emas berdiameter 3 meter, dari dalam portal cahaya putih melesat cepat lalu menghantam permukaan tanah.
SHUA...BOOM...JDAAAR....
GROAAAAR....
Muncul siluman Karbara Sayuta berbentuk serigala berkepala tiga, setinggi 20 meter dan panjang 30 meter, kepala di tengah berpupil mata merah, kepala di sebelah kanan berpupil mata coklat dan kepala di sebelah kiri berpupil mata biru. Tubuh berwarna abu-abu kemerahan dan bulu runcing di sekujur tubuhnya. Siluman Karbala Sayuta berada di tingkatan Mahasura asor.
"Akhirnya aku bebas, waktunya makan, hahahahah!" teriak Siluman karbara Sayuta.
"Hai anjing kecil kau pikir aku bisa dimakan, sial!" teriak Wijaya lalu mengeluarkan taiga maing loka dari ripela aksa di telapak tangan kanannya.
Wijaya menebas tubuh siluman Karbara Sayuta dengan ajian braza, naga slasha.
SLASH...TRANG...SLASH...TRANG...SLASH...TRANG.
Tebasan Wijaya seperti menyayat-nyayat gundukan berlian yang sangat keras, tak sedikitpun tergores kulit siluman Karbara Sayuta.
"Dasar bocah tengik! kau pikir dengan pedang macam itu bisa melukai kulit cantiku ini, hmm! rasakan ini!" siluman Karbala Sayuta yang di kepala tengah mendengus kesal lalu menginjakan kakinya ke tanah.
BOOM...KRAK...KRAK...KRAK..KRAK..
Tanah yang diinjak siluman Karbara Sayuta meninggi dengan ujung runcing seperti tanduk kerbau, tanah itu terus bergerak menuju Wijaya. Wijaya menghindar dengan salto ke samping, tanah runcing yang bergerak menghantam dinding gua bawah tanah basudara.
DOOM...GRRR...
Suara ledakan keras menggema di dalam goa bawah tanah basudara, dan menimbulkan sedikit guncangan gempa.
"Hei! anjing kurap kau mau mengurung kita semua disini, dasar bodoh! bisa-bisa gua ini runtuh dan kita semua terjebak disini!" teriak Wijaya sambil mengumpat kesal.
"Maaf! maaf! keceplosan, hahahaha! ucap kepala siluman Karbara Sayuta sebelah kiri. Kepala siluman Karbara Sayuta yang ditengah menghantamkan kepalanya, ke kepala Siluman Karbara Sayuta yang di sebelah kiri, "peduli setan, kita ini sedang bertarung agar kita bisa makan enak hari ini. malah kau meminta maaf pada bocau tengik itu, bodoh!" teriak Kepala siluman Karbara Sayuta yang ada di tengah.
__ADS_1
Kepala siluman Karbara Sayuta yang ada di sebelah kiri langsung pingsan terkena hantaman kepala siluman Karbara Sayuta yang ada ditengah, "Sungguh menyenangkan membodohi mereka! satu sudah jatuh tinggal dua lagi!" Wijaya bergumam dalam batinnya.
Siluman Karbara Sayuta kepala sebelah kiri menembakan bola berdiameter 10 meter dengan bentuk pertama bola pasir, kemudian bola tanah liat, bola besi, bola perunggu, bola perak, bola emas dan bola berlian, secara beruntun.
BLOOM...BLOOM...BLOOM...
"Hanya pasir aku akan menebasnya, ajian braza sewu maung sakrama!" Wijaya melesat dengan tumpuan kaki menghadap serangan beruntun bola pancer bantala dan evolusinya.
SLASH...CRASH...CLAB...STRANG...TRANG...KLONTANG... JLEB...
Wijaya berhasil menebas bola tanah sampai bola emas namun ketika menebas bola berlian braza milik Wijaya tak mampu menebasnya dan terpental ke atas langit-langit gua lalu menancap di atas langit-langit gua.
Bola berlian menabrak tubuh Wijaya dan terus lurus menghantam dinding gua.
BAM...SHUA...SWUSH...DOOOM...KRAK...
"Guhak!" Wijaya memuntahkan seteguk darah, dinding gua pun muncul kawah berdiameter 15 meter. Tubuh Wijaya tertimbun reruntuhan bebatuan dinding gua bawah tanah basudara.
"Hahahaha! dasar bodoh rasakan kau bocah tengik, coba kau tidak melawan dan pasrah menjadi santapan kami pastinya dagingmu tidak akan sia-sia jadi hancur seperti itu," ucap kepala siluman Karbala sayuta yang berada di sebelah kiri.
Kepala siluman Karbara Sayuta sebelah kiri menembakan kembali bola pasir, tanah, besi, perunggu, perak, emas dan berlian.
BLOOM...BLOOM...SHUA...SHUA...SWUSH...
"Serangan seperti itu tak akan mempan kedua kali padaku!" teriak Wijaya dengan sorot wiel aksa yang tajam dengan pupil berwarna merah di kelilingi tomoe merah, jingga, kuning,biru dan 3 tomoe hitam.
"Ajian bedhama amogasakti pamungkas, Braka (slaga karbala/tarinh serigala)!" Wijaya merapal ajian, sarung auka nagara yang hitam diselimuti aura merah pekat.
Wijaya menerjang semua bola yang disemburkan oleh kepala siluman Karbara Sayuta sebelah kiri dan menebasnya satu persatu dengan auka nagara dengan bilah hitam di selimuti aura merah pekat.
SLASH...SLASH...SLASH...SLASH...
Wijaya menebas vertikal, horizon, dan diagonal di depan muncul 3 siluet seperti sabit berwarna merah berbentuk vertikal, horizontal dan diagonal melesat cepat mengarah ke kedua kepala siluman Karbara Sayuta.
BANG...BANG...BANG...
__ADS_1
"Guhak!" kepala sebelah kiri siluman Karbara Sayuta memuntahkan seteguk darah lalu pingsan seketika dengan lidah menjulur keluar karena serangan tebasan ajian braka slaga karbala.
GROAAAAR....
Siluman Karbara Sayuta yang di kepala tengah meraung keras dan menginjakan kedua kakinya lagi ke tanah dengan keras dan cepat.
BOOM...KRAK...KRAK...KRAK..KRAK..
Tanah yang diinjak-injak siluman Karbara Sayuta meninggi dengan ujung lebih runcing dari sebelumnya, tanah itu terus bergerak menuju Wijaya.
"Sudah kubilang gerakan yang sama tak akan mempan padaku!" teriak Wijaya kemudian terbang ke langit-langit gua bawah tanah basudara, lalu mengibaskan tangannya, "hahahaha, anjing kurap bodoh berpanu! rasakan pukulanku ini apakah kau akan tahan?" Wijaya terbang melesat menuju Siluman Karbara lalu menghantamkan pukulan ajian baladewa brajamusti.
Tangan Wijaya diselimuti aura berwarna merah menyala-nyala seperti api, pukulan Wijaya tepat mengenai kening Siluman Karbara Sayuta.
BANG...SHUA...BOOOM...DOOOM...KRAK...GRR.
Tubuh Siluman Karbara Sayuta terpental jauh terkena pukulan ajian baladewa brajamusti dan menghantam dinding gua bawah tanah basudara . Muncul kawah di belakang tubuh siluman Karbara Sayuta dan dinding gua bergetar kencang, langit-langit diatas tubuh Siluman Karbara Sayuta runtuh dan akan menimpa Siluman Karbara Sayuta.
Melihat langit-langit gua akan runtuh Wijaya melesat cepat untuk menyelamatkan siluman Karbara Sayuta.
Wijaya mengerahkan semua chakranya untuk menggunakan ajian sagisaga, gamana katakawa pada tubuh siluman Karbara Sayuta dan menyeretnya agar terhindar runtuhan batu dari langit-langit gua bawah tanah basudara.
Wijaya mengarahkan telapak tangannya secara jarak jauh pada siluman Karbara Sayuta, Tubuh siluman Karbara Sayuta diselimuti aura berwarna coklat, Wijaya lalu menggerakan tangannya seperti sedang menarik dan tubuh siluman Karbara Sayuta terhindar dari runtuhan batu langit-langit gua bawah tanah basudara.
**Terima kasih para readers masih setia membaca Novel pertama author Ksatria langit nusantara.
mohon maaf jika tulisannya masih amburadul, masih terus memperbaiki.
Semoga para readers bisa menikmatinya.
Yuk nikmati membaca sambil minum kopi jeng gorengan singkong.
Mohon dukung author dengan memberikan like koment dan gift jika berkenan.
Jika suka silahkan klik tombol favorit**.
__ADS_1