KSATRIA LANGIT NUSANTARA

KSATRIA LANGIT NUSANTARA
HAL YANG TAK TERDUGA


__ADS_3

"Cuma segitu kemampuanmu pangeran?, ayolah temani aku bermain. "


Jatmiko mundur 30 meter dari tubuh Wijaya yang terkapar di kawah yang dibuat Jatmiko.


"Aku akan naikan lagi kekuatannya biar tambah seru, bersiaplah!. Ajian serat jiwa tingkat III serat lawang saketeng," tubuh Jatmiko warna kulitnya berubah menjadi sawo matang kemerahan. Jatmiko terus berteriak keras, tanah disekitarnya retak dan ambles.


Debu dan kerikil beterbangan berputar putar di sekitar tubuh Jatmiko, warna aura tubuhnya yang semula hijau kini menjadi hijau gelap.


Wijaya terbangun dan menyeka darah di sudut bibirnya, "hahahaha, paman Jatmiko memang luar biasa. Mari kita bersenang-senang dan berpesta," Wijaya mengeluarkan segel bulatan kepala naga di kedua punggung tangannya. Ripela aksa juga muncul di kedua telapak tangan Wijaya.


"Aneh, tubuh bocah ini harusnya sudah mati aku pukul dengan ajian serat jiwa, serat wadag brajawesi. Namun bocah ini masih bisa bangun dan tertawa, bocah yang menarik!" batin Jatmiko.


Keduanya kembali saling bertukar pukulan dan tendangan sampai ribuan gerakan jurus. Namun kali ini gerakan Wijaya berhasil mengimbangi serangan Jatmiko meskipun masih sering terdesak.


"BAM...," Wijaya kembali terkena tendangan Jatmiko, dan tersungkur ke tanah namun bangkit kembali, "ayo lagi paman! ini masih belum seberapa," Wijaya tersenyum jahat.


"Sial kau mempermainkanku pangeran, tubuhmu hebat juga padahal harusnya tingkat bintara inggil pun akan mati hancur lebur terkena pukulan ajian serat jiwa tingkat I chakra manggilingan. Tapi kau pangeran masih bertahan kali ini aku mengakuimu sebagai lawan sepadan untukku, ajian serat jiwa tingkat IV serat gulung jagat," Jatmiko dengan wajah kesal.


Aura tubuh Jatmiko berubah menjadi biru, kulit sawo matang kemerahannya kembali semula. Namun berganti dengan warna putih mengkilap mampu memantulkan cahaya matahari seperti kaca, hanya ototnya saja bertambah besar dan banyak.


Jatmiko menggertakan giginya, muncul aura angin yang menderu disertai petir kecil mengelilingi tubuhnya, melesat cepat dengan tumpuan kaki. Jatmiko menghantamkan pukulan ke bagian dada Wijaya namun berhasil di tahan, membuat Jatmiko tercengang dengan membelalakan mata.


"Tidak mungkin!, pukulan ajian serat jiwa tahap IV serat gulung jagat mampu menghancurkan bukit bisa di tahan olehnya, aaaaaaaah," teriak Jatmiko semakin kesal.


"Bagus, paman kau masuk jebakanku!" batin Wijaya sambil tersenyum jahat dan menepuk-nepuk bajunya untuk menghilangkan debu.


"Sudah menyerah paman Jatmiko, ayolah kita bersenang-senang dan berpesta lagi, aku masih bersemangat, bukannya paman tadi begitu bersemangat?" ledek Wijaya.

__ADS_1


Jatmiko di provokasi seperti itu langsung hilang akalnya, tanpa pikir panjang lagi dengan brutal Jatmiko menyerang Wijaya secara acak.


"JDUAAAR..." Wijaya menghindari pukulan Jatmiko dan mengenai sebuah batu.


"JDUAAAR..." Wijaya mengelak tendangan Jatmiko dan mengenai beberapa pohon jaraknya cukup jauh sampai 100 meter. Semua pohon tumbang oleh hempasan pukulan Jatmiko.


"Mengerikan, untung saja aku hampir mengelak, satu detik saja telat tubuhku ini sudah jadi debu. Paman Jatmiko sudah kehilangan akalnya, ternyata ajian serat jiwa mampu menghilangkan kesadaran pengguna sesuai yang aku prediksikan sebelumnya. Semakin tinggi tahap semakin tinggi resiko pengguna kehilangan kesadarannya. Tapi tenang saja aku datang bukan tanpa persiapan, tinggal sedikit lagi selesai," Wijaya membatin.


"Aaaaaaaaargh, ajian serat jiwa tahap V, serat tatar bayu," ucap Jatmiko yang sudah kehilangan kesadarannya dengan mata sudah berubah putih semua. Aura tubuh Jatmiko berubah menjadi biru hitam pekat, urat ototnya hilang warna tubuhnya berubah kembali menjadi sawo matang kemerahan. Tanah yang diinjak Jatmiko retak, debu dan kerikil beterbangan. Angin dan petir yang mengelili tubuh Jatmiko semakin besar dengan brutal menghempaskan serta menyambar sekitarnya.


JDUAAAR...JDUAAAR...JDUAARRR...


SWUSH...SWUSH...SWUSH....


"Tubuhnya sudah tidak dapat di kontrol lagi olehnya, ini akan berbahaya namun dengan begini persiapannya sudah siap. Aku harus melakukannya dengan cepat agar tidak merusak rumah penduduk bahaya kalau paman Jatmiko mengamuk. Kini aku paham kenapa paman Jatmiko tidak berani melawan para bandit itu, takutnya kehilangan kesadaranya dan membunuh siapapun," Wijaya bergumam.


segel bulatan kepala yang dikelilingi tujuh bulu merespon dengan menyala terang keemasan, begitu pula yang berada di segel bulatan kepala naga di dahinya.


Jatmiko masih teru berteriak auranya terus menyebar semakin luas dan menjulang ke langit, retakan tanah yang diinjaknya pun semakin lebar dan luas.


"SHUA..." Wijaya melesat cepat menuju Jatmiko menggunakan ajian baladewa brabata naga dengan menggunakan energi Chi.


Jatmiko tidak menyadari gerakan Wijaya karna saking cepatnya gerakannya seperti cahaya, Wijaya sudah berada tepat jarak 50 centimeter di depan Jatmiko.


Wijaya mengulurkan telapak tangan kirinya ke ubun ubun Jatmiko, "SIUGA (hisap)," Wijaya menyerap energi Qi dari tubuh Jatmiko.


SYUUUUUUUUUUUUT.....

__ADS_1


"AAAAAAAARGH," Jatmiko berteriak keras sampai terdengar sangat jauh menggema ke seluruh hutan bahkan sampai ke markas bandit Agrariyin.


*Markas bandit Agrariyin*


Seorang pria paruh baya dengan kepala botak, perut gendut mencuat dan brewok sedang duduk di kursi kebesarannya di temani beberapa wanita yang cukup aduhai yaitu pemimpin bandit Agrariyin, Bogadenta.


Salah satu wanita dengan baju yang sedikit terbuka belahan paha dan belahan dadanya duduk di pangkuan Bogadenta.


Salah satu hajdut tiba-tiba datang melapor, "lapor ketua! ada teriakan aneh menggema dari tepi hutan perbatasan desa Soka rauangannya seperti ada monster mengamuk."


"Kamu menggangu kesenanganku saja, pergi sana periksa situasinya, jangan kembali jika belum menemukan informasi, bawa juga 10 anggota yang lain!" perintah Bogadenta dengan mata yang tajam.


"Baik ketua!" Hajdut membungkuk hormat dan undur diri.


*Flashback POV Wijaya di gazebo istana*


"Wijaya ini gulungan surat informasi tentang desa Lembarawa dan Lurai yang memimpin Lembarawa namanya Jatmiko. Kakek akan memberikan kamu informasi penting, Jatmiko adalah seorang petarung berammatia luftetar (petarung tangan kosong) memiliki ajian yang sangat langka di benua nusantara. Yaitu ajian kanuragan bandhayuda serat jiwa, sudah banyak yang mengincarnya dan kitab serat jiwa itu namun selalu berakhir tragis. Kakek pernah bertarung dengannya sebelum kakek bisa mengalahkannya dan memberikan jabatan lurai padanya atas persetujuan kakekmu raja Angga. Jatmiko memang sangat berbahaya, Kakek sendiri hampir mati dibuatnya untung saja Jatmiko kehabisan energi ketika dia sudah mencapai tahap IV Ajian serat jiwa dan ia pun kehilangan kesadaran dan ambruk setelah kakek pukul dengan ajian kanuragan bhandayuda brama asmara tingkat energi Jatmiko berada di evolusi Qi. Hati-hati Jatmiko adalah seorang maniak bertarung, aku takut dia akan menantangmu bertarung," jelas Arya.


"Baik, kakek Arya terima kasih informasinya. Aku akan melakukan persiapan jika paman Jatmiko menantangku bertarung," Ucap Wijaya.


*Flashback end*


Terima kasih para readers masih setia membaca Novel pertama author Ksatria langit nusantara.


mohon maaf jika tulisannya masih amburadul, masih terus memperbaiki.


Semoga para readers bisa menikmatinya.

__ADS_1


Yuk nikmati membaca sambil minum kopi jeng gorengan singkong.


Mohon dukung author dengan memberikan like koment dan gift jika berkenan. jika suka silahkan klik tombol favorit.


__ADS_2