KSATRIA LANGIT NUSANTARA

KSATRIA LANGIT NUSANTARA
TANTANGAN RAJA SURYA BAGIAN 2


__ADS_3

"Maputi aksa?" Batin serentak Raja Angga, Ratu endang, pangeran Wiralodra, putri Sukmasari, dan Senopati Kamandaka.


Wijaya menggunakan formasi pagporma lalu membakar kilopi dan batu bintang bharatayuda dengan berdeva agni untuk merubahnya menjadi cairan. Wijaya mengatur suhu rendah untuk membakar kilopi, sedangkan untuk membakar batu bintang bharatayuda Wijaya menggunakan suhu paling tinggi berdheva agni.


Perbedaan molekul material senjata mempengaruhi suhu api untuk mencairkan material senjata. Semakin tinggi suhu api semakin tinggi pula konsumsi energi. Sehingga hanya membakar batu bintang bharatayuda saja sudah menghabiskan energi chakra, mana, dan chi sekaligus.


Wijaya melakukan perubahan molekul pada batu bintang bharatayuda untuk bisa mendapatkan senjata tingkat ajisaka dan mempunyai jiwa seperti senjata buatan Empu Culuk.


Wijaya mau memberikan senjata pada kerajaan Dharma Ayu, karena ketika Wijaya di tutup matanya oleh Asmarini, pandangan persepsi Wijaya sampai 100 kilometer melihat Kerajaan Batavia dan Kerajaan Bantani mengumpulkan pasukan untul menyerang kerajaan Dharma Ayu.


Perang pasti akan pecah kembali, Wijaya sudah paham situasinya, ketika Raja Surya meminta 1000 senjata. Tentu bagi Wijaya pasti akan melinduing semua aset berharganya, lebih dari itu melawan keangkaramurkaan karena Wijaya merasa saudara kembarnya naga badranaya sudah mulai bergerak untuk menebar teror.


Di kekosawaan Majapahit Wijaya sudah mengamankan tempat di Kerajaan Brabang Sari, sedangkan di kekosawaan Siliwangi belum ada satu pun tempat yang diamankan. Dengan kondisi saat ini dan cerita dari Empu Culuk maka Kerajaan Dharma Ayu tersudutkan oleh seluruh Kerajaan di kekosawaan Siliwangi. Wijaya akan meminimalisir korban dengan membantu Kerajaan Dharma Ayu, sekaligus mengamankan tempat.


Wijaya meminum 10 pil tehostin energi chakranya kembali pulih dan melanjutkan pembuatan senjata. Wijaya mencampurkan dua bahan yang berbeda susunan molekul, sehingga energi chakranya kembali habis.


Wijaya kembali meminum 10 pil tehostin chakranya kembali pulih, lalu menaruh bulatan cairan pada formasi pagporma berbentuk pedang dan perisai (kilopi). Wijaya bereksperimen kali ini, mengeluarkan mahkota kurusetra yang sudah terdapat dua batu mustika di mahkotanya, yaitu batu mustika Maung Loka dan batu mustika Karbara Sayuta.


Wijaya menggunakan esensi pancer bantala yang berada di batu mustika Karbara Sayuta hanya sedikit 1%. Supaya senjata yang Wijaya buat tidak mengkhianati pembuatnya, jika suatu saat Raja Surya mengkhianatinya, maka tinggal memerintah jarak jauh senjata berjenis kilopi itu untuk membunuhnya, bahkan melemahkan kekuatannya.


Wijaya menutup formasi pagporma dan mengalirkan dua energi sekaligus dari ripela aksanya. ripela aksa tangan kanan energi yang berbentuk energi reiki 1%, sedangkan tangan kiri energi yin yang berbentuk energi dari batu mustika Karbara sayuta.


"Sungguh luar biasa, anak semuda ini sangat berbakat! bisa menyatukan dua energi yin dan yang secara bersamaan ini sungguh mustahil" batin pangeran Wiralodra.


Penyatuan ini seperti Wijaya menyatukan dua pedang auka nagara berenergi yin dan taiga maung loka berenergi yang.


PES....

__ADS_1


Formasi pagporma terbuka, kilopi keluar dari formasi dan melayang mengeluarkan sinar yang sangat menyilaukan mata. Muncul pedang dengan putih bersih mengkilap dan gagang berwarna coklat tua dan perisai berwarna coklat tua dengan motif gambar srigala berkepala tiga.


"Kilopi ini aku beri nama Ardhiona Nayaka yang artinya pemimpin yang teguh!" Ucap Wijaya Kusuma.


Ardhiona nayaka yang masih melayang lalu Wijaya menangkapnya dan memberikannya pada Raja Surya, "terimalah pusaka ini gusti prabu! pusaka ini cocok untuk pengguna pancer bantala meningkatkan daya rusak dari serangan dan pertahanan pengguna serta ajian pancer bantala10 kali lipat. Ardhiona Nayaka juga mempunyai ajian pamungkas di tahap energi reiki, yaitu ajian pancer bantala, trio karbara sakrama (tiga cakar serigala)." Jelas Wijaya Kusuma.


Raja Angga mengambil kilopi itu dari Wijaya dan kekuatanya berangsur-angsur naik sangat tajam, "kamu luar biasa nak! aku tak menyangka akhirnya ada titisan dari Empu Culuk."


"Tunggu gusti prabu kakek Empu masih hidup. Aku sendiri yang membebaskannya dari segel penjara formasi panca neraka yang dibuat mahapatih Amuk Marugul." Jelas Wijaya Kusuma


"Apa!" teriak serentak semua yang berada di aula singgasana herehuisa pamilya Kusuma.


Apa!" teriak serentak semua yang berada di aula singgasana herehuisa pamilya Kusuma. Semua yang hadirnya menjatuhkan rahangnya. "Kakek Empu sudah menceritakan semua padaku, makanya aku mau membantu kerajaan Dharma Ayu. Tapi masalah harga senjata mohon maaf tidak bisa membantu, heheheh. Aku minta dua kali lipat!" Wijaya terkekeh dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Dasar pemuda licik!, dasar mata duitan!" umpat mereka berempat kecuali Raja Surya dalam batinnya. "Berapa yang kau tawarkan nak Wijaya untuk Ardhiona Nayaka ini?" tanya Raja Surya. "Cukup murah gusti prabu! senjata tingkat ajisaka ini hanya aku yang bisa membuatnya kakek Empu saja tak mampu, hahahaaha. Baik 50 tera!" Wijaya kembali terkekeh.


"Tenanglah nak!, terlalu murah hanya 50 tera. Kau tau Empu Culuk dulu, sebelum menghadiahkan kujang maung kembar kepada kosawa Sri Maharaja Baduga, padahal hanya senjata tingkat Konta berapa yang Empu Culuk minta? 1000 tera. Namun akhirnya menyerahkannya kepada Kosawa Sri Maharaja Baduga, karena dikejar-kejar terus oleh pembunuh bayaran, hahahaha!" Raja Surya terkekeh.


Semua yang hadir disana menjatuhkan rahangnya setelah mendengar apa yang dikatakan Raja Surya, pusaka tingkat konta dijual 1000 tera. "Baiklah aku memberimu 2000 tera sekaligus pembayaran untuk 1000 senjata lainnya, bagaimana?" tanya Raja Surya.


"Baik aku menerimanya gusti prabu sekarang juga akan diselesaikan." Jawab Wijaya dengan mata berbinar-binar.


Wijaya melanjutkan membuat senjatanya sampai 5 jam tanpa henti menggunakan ajian sagisaga formasi pagporma dan berdheva agni. Kali ini Wijaya hanya menggunakan energi Reiki meskipun tinggal 19% tapi efektifitasnya lebih akurat untuk membuat senjata.


Dengan mengkonsumsi 19% energi reiki dan 40 % energi Qi, Wijaya berhasil membuat 1000 senjata tingkat Ajisaka tanpa esensi jiwa. 200 kilopi, 100 miekha, 100 gladiosa, 300 buntar jagala, 200 nuolia, 100 braza.


Wijaya menggunakan ajian jagat saksana, kusuma jiwa untuk memulihkan staminanya dan menelan 20 pil tehostin untuk mengembalikan semua energinya. Gunungan senjata yang dibuat Wijaya, memenuhi aula singgasana herehuisa pamilya Kusuma.

__ADS_1


Gunungan senjata segera disimpan ke gudang senjata milik pamilya Kusuma oleh para anggota pamilya Kusuma yang lain. Raja Surya menyerahkan 20 kotak berisi 100 tera setiap kotak pada Wijaya.


Wijaya menyimpan kotak uang ke dalam ripela aksa di telapak tangan kanannya, membuat semua orang di dalam aula singgasana tercengang, tangan bisa menghisap benda dan menyimpannya ke dalam telapak tangan.


"hah, hah, hah, baik syarat yang ketiga ayo kita mulai jangan membuang waktu!" Wijaya kehabisan nafas karena 5 jam tanpa henti membuat senjata.


"Mari kita keluar aula" perintah Raja Surya. Mereka semua pergi ke sebuah arena latihan di belakang herehuisa, atap bertahtakan gelembung air, panorama ikan yang berlalu lalang yang begitu indah di dasar laut.


"Aku tidak akan sungkan padamu tuan Wijaya!" teriak Asmarini yang sudah berada di atas arena dengan melompat. "Tentu, aku juga tak ingin kecantikan nona lecet lalu berubah menjadi kepala babi!" ledek Wijaya Kusuma dengan mengedipka matanya menggoda Asmarini.


Asmarini mengaktifkan maputi aksa namun berbeda dengan yang Wijaya miliki, hanya pupil matanya saja yang putih. "Ajian pancer bantala, thera bumi (tusukan bumi," Asmarini memukul-mukul tanah, tanah di bawah Wijaya membentuk ujung yang runcing, Wijaya menghindar dan setiap kali Wijaya menginjak tanah. tanah itu selalu membentuk ujung yang rucing setinggi 1 meter.


DUG...DUG...DUG...KRAK...KRAK...KRAK...


Ajian baladewa, brajamusti!" Tangan Wijaya diselimuti api yang berkobar-kobar lalu memukulnya ke arah tanah runcing.


BANG...SWUSH....BOOOM....


Untuk update author terus usahan sehari dua kali, untuk waktunya tidak menentu ya sahabat ksatria.


**Terima kasih para readers masih setia membaca Novel pertama author Ksatria langit nusantara.


mohon maaf jika tulisannya masih amburadul, masih terus memperbaiki.


Semoga para readers bisa menikmatinya.


Yuk nikmati membaca sambil minum kopi jeng gorengan singkong**.

__ADS_1


__ADS_2