KSATRIA LANGIT NUSANTARA

KSATRIA LANGIT NUSANTARA
UJIAN KELULUSAN AWAL BAGIAN 1


__ADS_3

Keesokan paginya Wijaya Kusuma, Shintadewi, Arya, Raja Angga, Ratu Adiningrum, dan Bleta Bora sudah berada di halaman perguruan kerajaan Brabang Sari.


Wijaya sudah memakai seragam perguruan brabang Sari berwarna biru dengan ikat kepala bermotif bawang merah dan bawang putih.


"Baik kita mulai saja ujiannya! ujian pertama cek tahap tingkatan! silahkan duduk di altar prusaja! dan bersemedilah" seru Dorna.


"Dasar pangeran sombong paling-paling dia di tahap taruna asor, hmm!" cibir Dorna membatin.


Altar prusaja adalah sebuah batu persegi empat yang digunakan untuk menilai tahapan seorang murid untuk ujian masuk perguruan. Semakin tinggi tingkatan, semakin besar pula perbedaan hak kasta yang diberikan oleh perguruan.


Hak taruna hanya boleh memilih satu ajian bedhama amogasakti pamungkas (teknik senjata) dan tunjangan 1000 kiga/bulan untuk misi hanya kelas Erla.


Hak jagatama hanya boleh memilih satu ajian bedhama amogasakti pamungkas, satu ammatia dan tunjangan 3000 kiga/bulan untuk misi hanya kelas erla dan darla.


Hak bintara hanya boleh memilih 3 ajian bedhama amogasakti pamungkas, kitab ajian ammatia sampai tingkat inggil ( sebagai contoh level dasar ammatia adilaga adalah berah adilaga (budak perang senjata gladiosa), level menengah ksatria inggil (Ksatria utamasenjata Soluna), level tinggi baladika adilaga (panglima perang senjata buntar jagala), Level master dewata adilaga (dewa perang senjata rimora dan semua senjata penggunaan skil senjata mulai dari level dasar sampai suhu). Tunjangan 1000 mega/bulan dan misi perguruan barla, corla, darla, serta erla.


Hak Ksatria pengguna berhak mempelajari semua ammatia di kitab dewata adilaga baik level dasar sampai level suhu, tunjangan 1 giga/bulan misi perguruan semua misi dari level sarla, arla, barla, corla, darla, sampai erla.


Namun murid pemula di tingkat Ksatria di kerajaan Brabang Sari itu belum pernah ada dalam sejarah perguruan Brabang sari, jadi Dorna berpikir bahwa pemula biasanya di tahap taruna asor.


Batas minimum pendaftaran murid perguruan Brabang Sari adalah 5 tahun, ya meskipun agak aneh Wijaya yang berumur 5 tahun tapi tubuhnya berumur 20 tahun. Perguruan tidak mempermasalahkannya karena sebelum arya mendaftarkan Wijaya, Wijaya memang umur 5 tahun dengan tubuhnya yang masih kecil.


Wijaya lalu berjalan menuju altar prusaja, lalu duduk bersila dan menangkupkan tangan serta mulai memejamkan mata, untuk mengeluarkan energi tahap tingkatan.


SWUSH...


Angin mulai mengelili Wijaya, altar prusaja terangkat satu jengkal ada siluet berwarna merah, altar prusaja naik kembali satu jengkal muncul siluet berwarna jingga, altar prusaja naik kembali satu jengkal muncul siluet berwarna kuning.


Mata semua pejabat istana yang melihat mulai sedikit terpana, bagaimana mungkin anak umur 5 tahun sudah tembus di tahap taruna inggil, biasanya paling tinggi murid pemula hanya di tahap taruna baharu.

__ADS_1


Ujian awal kelulusan ini di adakan sangat tertutup hanya pejabat istana dan tamu undangan penting yang melihat.


"Pantas pangeran ingin mengajukan ujian awal kelulusan padahal belum masuk perguruan, dia seperti bukan anak manusia tapi anak dewata," gumam salah satu pejabat tinggi istana.


Altar prusaja naik kembali satu jengkal muncul siluet warna hijau, altar prusaja terus naik dua jengkal biru kemudian nila, Wijaya sudah di tahap jagatama inggil.


Altar prusaja terus naik menjadi siluet warna ungu kemudian naik warna perunggu, naik lagi warna perak, Wijaya sudah naik ke tahap Bintara inggil.


Semua pejabat tinggi berdecak kagum karna belum ada murid pemula di dua kekosawaan Siliwangi dan kekosawaan Majapahit yang bisa mencapai ujian altar prasuja sampat tahap bintara inggil.


Altar prasuja masih terus naik sejengkal di siluet warna emas.


"Apa!" para pejabat tinggi istana dan tamu khusus istana berteriak keras, mereka semua berdiri dari tempat duduknya, lalu menjatuhkan rahangnya dengan mata terbelalak.q


Raja Surya Kusuma dari kerajaan Dharma Ayu dan Raja Raksa Wijaya dari Kerajaan kediri yang merupakan tamu istimewa kerajaan Brabang Sari. Mereka ingin mengetahui pemuda yang berani mencatut nama Pamilya mereka.


"Aku tidak menyesal memberikan nama Wijaya pada pemuda itu sungguh sangat berbakat, aku akan mengundangnya ke herehuisa pamilya Wijaya," batin Raja Raksa.


Altar prasuja masih terus naik dua jengkal dari siluet warna emas ke warna hitam lalu berubah ke warna putih. Lalu altar prasuka meledak hingga hancur luluh lantak menjadi debu.


BOOOM....


Altar prasuja juga bisa mengetahui wadah jiwa murid hanya sampai batas tingkat evolusi energi chi. Jika energi chakra muncul satu retakan vertikal di atas permukaan altar, jika energi mana muncul dua retakan vertikal di atas permukaan altar, jika energi chi muncul tiga retakan di atas permukaan altar.


Dan kejadian ini belum pernah terjadi sebelumnya altar prasuja sampai meledak kemungkinan evolusi energi wadah jiwanya di atas chi yaitu Qi.


Dorna sudah berkeringat dingin, badannya gemetaran, dan juga tengkuknya merinding serta wajah pucat pasi melihat Wijaya sudah sampai tahap ksatria inggil dan juga evolusi energi wadah jiwanya di atas energi chi.


"Matilah aku sial," umpat Dorna dalam hati.

__ADS_1


Shintadewi yang melihat Dorna dengan kondisi seperti itu tertawa dalam hati seperti mak lampir, "hahahaha, rasakan itu kau Dorna! berani-beraninya kau berurusan dengan anaku Wijaya! mampus kau!".


Wijaya melayang agak lama di atas ketinggian 3 meter dan turun perlahan ke permukaan tanah.


"Apa cucuku juga sudah bisa menguasai ajian lentava runka (ajian tubuh terbang), padahal aku saja belum bisa melakukannya," batin Raja Angga sambil menepuk jidatnya beberapa kali.


"Kenapa kanda?" tanya Ratu Adiningrum yang berada di samping Raja Angga melihat kelakuan aneh suaminya.


"Ah, tidak apa-apa dinda! ini banyak nyamuk di kepalaku hahahahaha!" Raja angga tertawa dengan muka bodoh karena salah tingkah.


Semua pejabat tinggi dan tamu istimewa istana terkagum-kagum dengan kejeniusan Wijaya Kusuma.


"Ehem, baik untuk ujian pertama Wijaya dinyatakan lulus, sekarang ujian kedua melawan semua prajurit yang beramatia tingkat dasar sampai tingkat suhu!" teriak Dorna memberikan perintah ujian selanjutnya.


"Kampret Dorn amemang mau menjatuhkan anaku!, awas saja kalau dia sampai macam-macam dengan anaku, aku akan penjarakan dia dengan ajian aksamala baureksa, formasi bintang binting dan Aku akan memakan kadal rawa api sebanyak-banyaknya lalu aku akan kentuti dia sampai pingsan terus menerus!" batin Shintadewi dengan mendengus kesal.


"Apakah cucuku sudah membaca kitab itu ya?, sekalipun sudah membacanya apa mungkin bisa memahi sepenuhnya?" tanya batin Arya penuh keraguan.


**Terima kasih para readers masih setia membaca Novel pertama author Ksatria langit nusantara.


mohon maaf jika tulisannya masih amburadul, masih terus memperbaiki.


Semoga para readers bisa menikmatinya.


Yuk nikmati membaca sambil minum kopi jeng gorengan singkong.


Mohon dukung author dengan memberikan like koment dan gift jika berkenan.


Jika suka silahkan klik tombol favorit**.

__ADS_1


__ADS_2