KSATRIA LANGIT NUSANTARA

KSATRIA LANGIT NUSANTARA
AKHIRNYA BERTEMU DENGAN YANG DICARI


__ADS_3

Jangan lupa like, koment, gift, dan vote agar author semangat menulis lanjutan chapter novel ini.


Mohon kritik dan saran yang membangun agar novel ini lebih baik lagi, jangan sungkan langsung berikan komentar cabe sahabat readers di kolom komentar.


Untuk update hanya 1 chapter/hari pukul 20.00 WIB, maaf belum bisa crazy up lagi, soalnya menentukan alur ceritanya sedang kurang mood, hehehe.


Prabu Surya dan semua petinggi bahkan sesepuh menyetujui persyaratan Wijaya. Kerajaan Dharma Ayu akan tunduk dan patuh kepada kekosawaan kurusetra.


Esok pagi di kerajaan Dharma Ayu, suasana kerajaan Dharma Ayu sangat riuh ramai oleh kedatangan 1500 pandai besi dan 2000 bawana, di halaman istana. Kicauan burung yang merdu pun tak terdengar, terhalangi riuhnya suara para pandai besi dan bawana.


Wijaya sudah mendapatkan peta dan kunci tempat binatang suci lembuswara. Wijaya memanggil pasukan Karbara Sayuta untuk mengamankan tiga kerajaan dibawah kepemimpinan bendera kekosawaan kurusetra. Maung Bodas akan menjadi raja di kerajaan Batavia, Abimanyu sebagai patihnya. Sedangkan Karbara Sayuta akan menjadi raja di kerajaan Bantani dengan Nehan sebagai patihnya.


Kombayana diangkat sebagai wakil komandan dua pasukan Wasesa Jaya dan Manggala sebagai wakil komandan satu. Sedangkan Jatmiko menjadi adipati di Kadipaten Maung Bahari. Empu Culuk menjadi kepala pandai besi di kekosawaan Kurusetra dan Drona kepala perguruan di akademi kekosawaan kurusetra.


Kerajaan Brabang Sari juga ikut tunduk dan patuh pada kekosawaan kurusetra, banyak jasa yang sudah dilakukan wijaya untuk kerajaan Brabang Sari. Selama 2 bulan ekonomi kerajaan Brabang Sari naik 1500%, perdagangan dengan kerajaan Kediri dan kerajaan Dharma Ayu salah satunya membuat ekonomi naik pesat.


Kerajaan Mataram juga telah bekerjasama dengan kerajaan Brabang Sari. Pergerakan Kekosawaan Majapahit saat ini terkesan lambat, belum ada rencana licik untuk menggulingkan kerajaan lainnya. Entah kerajaan Kediri, Mataram atau Brabang Sari yang dijadikan target penghancuran selanjutnya.

__ADS_1


"Berani sekali Prabu Surya memanggilku seorang tabib tingkat mahadayana ini, dia harus membayar mahal waktuku yang berharga, bedebah!" Umpat salah satu kakek tua berambut putih, berkumis tipis, ada tompel di pipi kanannya, dan memakai baju berjubah hijau.


"Ya benar kakek tua, sungguh sangat mengganggu. Mereka tak tahu kemampuanku, aku bisa membuat pil parantaja efektifitas 50%." Timpal pria botak berkumis tebal, bergigi hitam, dan perut yang begitu gendut dengan menepuk-nepuk dadanya.


"Cih, hanya pil efektifitas 50% saja sudah sombong," batin laki-laki berumur 17 tahun dengan wajah yang cukup tampan, berambut hitam legam acak, dan kulita sawo matang, memakai set pakaian pendekar berwarna biru. Wijaya keluar dari pintu aula kerajaan Dharma Ayu, memakai jubah kosawa kurusetra, kali ini Wijaya sengaja memakai pakaian set kurusetra untuk menunjukan wibawanya sebagai seorang kosawa kurusetra.


"Siapa itu ya, aku belum pernah melihat pemuda ini, di istana Dharma Ayu? Sangat tampan!" Batin para bawana perempuan bertanya-tanya.


"Sampurasun, para bawana dan para empu semuanya. Mohon maaf jika kami menggangu waktu kalian semua. Saya Wijaya Kusuma mewakili kerajaan Dharma Ayu, ingin merekrut para empu dan para bawana bekerja di bawah kerajaan Dharma Ayu." Teriak Wijaya menggunakan energi Prana untuk berpidato ke 1500 orang.


"Rampes!" Teriak serentak semua orang yang hadir di halaman istana. "Bagi yang ingin ikut dalam perguruan kerajaan Dharma Ayu. Kami memberikan upah 1 tera perbulan, biaya ganti rugi karena mengganggu waktu kalian kami berikan 100 giga perorang." Wijaya melanjutkan pidatonya.


"Ya, kurasa kau benar."


"Dengan gaji sebanyak itu tentu aku akan ikut mendaftar." Banyak pembicaraan yang terjadi di tengah kerumunan para peserta yang ingin mendaftar menjadi bagian perguruan pandai besi dan bawana kerajaan Dharma Ayu.


Wijaya lalu mendemonstrasikan membuat pil parantaja dengan efektifitas 100%. Wijaya mengeluarkan azula agni dari ripela aksa di telapak tangan kirinya, lalu melelehkan daun rumput bintang dan membersihkan kotorannya. Lalu mengeluarkan bubuk batu bintang bharatayuda dari ripela aksa di telapak tangannya. Wijaya sebelumnya sudah menghancurkan satu kepal batu bintang bharatayuda dan menjadikannya bubuk.

__ADS_1


Wijaya mencampurkan daun rumput bintang yang sudah meleleh dan bersih, dengan sedikit bubuk batu bintang bharatayuda sebanyak ujung kuku. Pil parantaja sudah terbentuk lalu Wijaya mengalirkan sedikit chakranya ke pil parantaja, muncul pil warna hijau pekat melayang di hadapan Wijaya.


"Ti-ti-dak mung-mung-mungkin. Itu pil parantaja setingkat nirvana, pasti efektifitas 100%. pil setingkat nirvana pasti efektifitasnya 100%." Ucap dengan terbata-bata dan mata membelalak, salah satu bawana setingkat mahadayana, yang seorang kakek tua berjanggut biru. Semua orang di halaman istana kembali riuh ramai, memperdebatkan pil parantaja (penyembuh) buatan Wijaya Kusuma.


"Maaf, gusti Wijaya! bolehkah hamba melihat lebih dekat pil buatan gusti Wijaya." Pinta salah satu peserta yang seorang nenek tua renta dengan memegang tongkat berkepala ular kobra. Rambutnya sedikit beruban, namun wajahnya tetap cantik dibalik cadarnya, dan berjalan sedikit bongkok. "Hai nenek tua! lancang sekali kau!" Teriak Maung Bodas dengan raut wajah geram.


"Sudah saudaraku Maung Bodas tak apa, mungkin nyai Sindang Barang ingin memastikannya. Bukan begitu Nyai?" Wijaya menahan Maung Bodas dan bertanya pada Nyai Sindang Barang dengan raut wajah tersenyum.


"Anak muda yang sangat jeli, hehehe." Nyai Sindang Barang tertawa seperti mak lampir, membuat semua orang ngeri mendengar tawanya. "Ternyata nenek tua itu sudah turun gunung, pasti ada sesuatu yang gawat jika nenek tua itu turun gunung." Gumam dalam batin seorang peserta dengan tubuh tegap, kekar, dan wajah yang cukup tampan, serta berjenggot tipis.


Nyai Sindang Barang mendekati Wijaya dan memegang pil parantaja tingkat nirvana dengan warna hijau pekat. "Pil ini memang tingkat nirvana tapi warnanya belum pernah aku lihat, baunya sangat harum dan menyengat." Batin Nyai Sindang Barang.


BANG...BANG...BANG...


Beberapa peserta yang dekat dari Nyai Sindang Barang, dan mencium bau pil parantaja buatan Wijaya, tiba-tiba naik tahapan. Gemuruh ledakan menggema di halaman istana, bahkan sampai memekakan telinga. Semua mata peserta yang menyaksikannya terbelalak dengan rasa tidak percaya.


"Ti-ti-dak mungkin. Pil itu bukan efektifitas 100% tapi 200%. Pil yang sangat hebat dan kuat, bahkan aku hidup 1000 tahun pun belum pernah melihat pil parantaja sehebat ini." Nyai Sindang barang terduduk lemas dengan wajah pucat pasi melihat kehebatan pil Wijaya.

__ADS_1


"Ya benar Nyai itu pil dengan efektifitas 200%, bisa menaikan kapasitas wadah jiwa energi, bahkan mengevolusikan dari tingkat chakra ke tingkat mana. Semua luka luar dan dalam bisa sembuh seketika, energi kembali pulih seketika dan satu hal lagi hanya baunya saja bisa meningkatkan tingkatan naik satu tahapan. Apabila di minum bisa naik 3 tahapan sekaligus, tapi ada konsekuensi yaitu panjang umur selama 1000 tahun dan awet muda, meski badan dicincang akan menyatu kembali." Jelas Wijaya Kusuma.


Semua orang ingin memuntahkan darah mendengar penjelasan Wijaya. Bagaimana mungkin ada pil sehebat itu, yang sangat super hebat. "Baik, kalau tidak percaya minumlah pil parantaja ini Nyai!" Pinta Wijaya.


__ADS_2