KSATRIA LANGIT NUSANTARA

KSATRIA LANGIT NUSANTARA
HATI-HATI


__ADS_3

Jangan lupa like, koment, gift, dan vote agar author semangat menulis lanjutan chapter novel ini.


Mohon kritik dan saran yang membangun agar novel ini lebih baik lagi, jangan sungkan langsung berikan komentar cabe sahabat readers di kolom komentar.


Untuk update hanya 1 chapter/hari pukul 20.00 WIB, maaf belum bisa crazy up lagi, soalnya menentukan alur ceritanya lagi kurang mood, hehehe.


Kerajaan Demak Bintoro telah diserang oleh kekosawaan Majapahit dengan alasan mereka ingin memberontak. Padahal itu hanya fitnah dari kosawa Kertarajasa Jayawardhana, untuk menguasai tambang batuan yang berada di pegunungan mahameru.


Tambang gunung Mahameru banyak menyimpan besi, perunggu, perak, emas, berlian, saphir, ruby, dan juga giok untuk membuat senjata dan perhiasan.


Kosawa Kertarajasa Jayawardhana begitu serakah dan tamak, ingin meningkatkan kemampuan militer kekosawaan Majapahit seorang diri tanpa adanya jalur perdagangan dengan kerajaan Demak Bintoro.


Kosawa Kertarajasa Jayawardhana menggunakan jasa kelompok pembunuh bayaran Bhre Kumitir, untuk menculik Putri Anindhya Abirupa dan Pangeran Reksadipa Abirupa. Mereka membawa Putri Anindhya dan Pangeran Reksadipa ke perbatasan kekosawaan Majapahit.


Dengan syarat membawa 1000 pasukan ke perbatasan dengan bersenjata lengkap. Tentu saja Prabu Triwitra Abirupa tak curiga, biasanya para penculik pasti meminta tebusan uang atau emas.


30.000 prajurit kekosawaan Majapahit semuanya bersembunyi di dalam hutan perbatasan. Dan 40.000 siap bergerak menuju perbatasan kekosawaan Majapahit.


Pintu pos penjagaan pun memang sengaja dibiarkan, dengan hanya memberikan beberapa ksatria binting dan bargawa, supaya Prabu Triwitra dan pasukan kerajaan Demak Bintoro tak curiga.


Praby Triwitra akhirnya masuk dalam jebakan, begitu mereka melewati perbatasan kekosawaan Majapahit langsung di teriaki akan memberontak. Kosawa Kertarajasa Jayawardhana dari balik pepohonan langsung memerintahkan 30.000 pasukannya untuk membantai Prabu Triwitra dan 1000 prajurit kerajaan Demak Bintoro.

__ADS_1


Putri Anindhya dan Pangeran Reksadipa sebelumnya memang sudah dibunuh dengan memasukan racun ke dalam makanan serta minuman mereka. Sewaktu disekap dalam markas bhre kumitir.


Dalam waktu satu jam 70.000 prajurit kekosawaan Majapahit berhasil meratakan kerajaan Demak Bintoro dibawah kepemimpinan langsung Kosawa Kertarajasa Jayawardhana. Semua petinggi kerajaan dibunuh secara keji, dengan cara disula pada tiang. Mereka menyulanya di halaman istana dengan keadaan kepala di bawah dan kaki di atas termasuk Ratu Kencana Abirupa.


Para penduduk dijadikan budak untuk menambang batu-batuan di tambahng gunung Mahameru. Kini hanya tersisa dua kerajaan yang belum bertekuk lutut di kekosawaan Majapahit yaitu kerajaan Brabang Sari dan kerajaan Kediri.


Wijaya akan menghadapi tiga serangan kekosawaan sekaligus yaitu Siliwangi, Majapahit dan juga Sriwijaya. Begitu kosawa Hyang Dapunta Sri jayanasa tahu Manggala berada bersama Wijaya, tentu ia akan mengerahkan pasukannya untuk merebut Manggala dan pusaka pasopati.


Telik sandi yang memakai pakaian hajdut (ninja) berjalan tergesa-gesa melapor pada Prabu Angga yang sedang berada di aula istana Brabang Sari. Telik sandi sambil berlutut satu kaki, menundukan kepala, dan meninju telapak tangannya.


"Hamba menghadap yang mulia gusti prabu!"


"Ya katakan ada apa telik sandi? tidak biasanya kamu datang, ada kabar penting apa? sepertinya sangat genting sekali." Tanya Prabu Angga dengan raut muka penasaran dan suara yang cukup berat.


"Mereka pada malam hari membawa 1000 pasukan ke perbatasan kekosawaan Majapahit untuk melakukan penyerangan terhadap Kosawa Kertarajasa Jayawardhana yang sedang mendirikan kamp di perbatasan kekosawaan." Jelas telik sandi masih menundukan kepala.


Prabu Angga mengelus dagunya sambil berpikir, "ini sangat aneh. Kenapa Prabu Triwitra melakukan penyerangan ini?, Aku tahu betul watak sahabatku ini. Dia tidak akan melakukan hal gegabah seperti itu, pasti ada hal lain atau ini jebakan Kosawa Kertarajasa Jayawardhana?"


"Dasar raja bodoh, kali ini akan tamat nasib kerajaan Brabang sari, hahahaha" Batin telik Sandi tersenyum jahat dari balik cadarnya. "Baik, terima kasih atas berita yang kau berikan. Ini untukmu! kamu boleh pergi" Prabu Angga mendekati telik sandi dan memberikan sebuah kantung uang.


"Terima kasih yang mulia gusti prabu! hamba pamit undur diri!" Telik sandi berjinjit ke belakang dan pamit undur diri lalu perlahan berjalan meninggalkan aula istana. "Tunggu!" teriak Patih Arya.

__ADS_1


"Ada apa gusti patih, memanggil hamba kembali?" Telik sandi membalikan badannya dan kembali berlutut dengan satu kaki serta menundukan kepala. "Apa sandi pamilya puntadewa?" tanya Patih Arya Puntadewa.


"Sial, sepertinya aku ketahuan. Ternyata mereka tak mampu dibodohi oleh berita seperti itu. Apakah sandi pamilya puntadewa itu?" Batin telik sandi dengan keringat dingin dan wajah pucat pasi di balik cadarnya yang penuh tanda tanya.


Setiap telik sandi yang dikirimkan kerajaan Brabang Sari harus dari pamilya puntadewa. Dan setiap anggota Pamilya puntadewa mempunyai sandi rahasia, yang hanya diketahui oleh anggota pamilya dan sesepuh pamilya puntadewa.


"Cepat katakan apa sandi rahasia pamilya puntadewa!" Teriak Patih Arya Puntadewa. Telik sandi segera mengambil pil rajahtava dari kantung dibelakang pingganya, untuk melakukan bom bunuh diri. "Matilah kalian semua!" teriak telik sandi.


"Sudah kuduga dia mata-mata musuh, gerak geriknya mencurigakan." Batin Patih Arya lalu bergerak cepat menendang tubuh telik sandi keluar halaman istana. Tubuh telik sandi menabrak pintu aula istana dan mendarat di tengah halaman istana.


BUAK...SHUA...SWUSHH...BRAK...BOOOM...CCWUSZH...


Prabu Angga menggunakan ajian pancer bantala, melipat bumi, untuk melakukan teleportasi ke telik sandi yang berada di tengah halaman dan langsung mencekiknya. "Katakan siapa yang menyuruhmu! berani sekali kau menyamar menjadi anggota pamilya puntadewa!" Prabu Angga begitu geram, mukanya merah padam.


"Uhuk, uhuk, uhuk, bodoh! raja bodoh aku tak akan mengatakannya. Aku akan membawamu ke alam baka bersamaku." Telik sandi memeluk tubuh Prabu Angga dengan pelukan yang sangat kuat dan menyeringai jahat. Tubuhnya dipenuhi urat otot yang menonjol berwarna jingga terang, tubuhnya akan meledak.


"Hahahaha, kau pikir aku bodoh. Ajian pancer bantala, melipat bumi." Gumam Prabu Angga merapal ajiannya. Mereka berdua berpindah tempat menggunakan teleportasi ke langit. "Aku akan menyerap sel-sel tubuhmu hingga menjadi kering. Ajian Pancer bantala, imusoga (hisapan molekul)."


Tubuh Prabu Angga diselimuti aura coklat pekat, Prabu Angga menghisap isi seluruh tubuh telik sandi. Mulai dari daging, darah, sampai ingatannya di hisap, "sudah selesai. Rasakan ini!" Prabu Angga menyikut perut telik sandi dan membalikan badan lalu menendang muka telik sandi ke atas langir yang lebih tinggi. Tubuh telik sandi yang sudah keriput dan mengering karena ajian milik Prabu angga itu terpental.


BUAK...SWUSH...SHUA....BOOOM....

__ADS_1


Lalu meledak di atas langit, siang itu matahari seperti ada dua matahari yang bersinar di atas langit, sungguh amat terang. Prabu Angga turun perlahan dengan terbang melayang lalu menghilang dengan ajian pancer bantala, melipat bumi dan muncul kembali di depan pintu aula istana.


"Gawat! sungguh gawat!" Prabu Angga memukul pintu aula istana lalu berjalan menuju singgasana raja dan ratu, sambil memijat-mijat keningnya. "Ada apa kakang prabu?, bagaimana sudah mendapat berita dari telik sandi itu?" Tanya Patih Arya dengan wajah penasaran dan nada yang gugup, karena melihat Prabu Angga panik serta marah.


__ADS_2