KSATRIA LANGIT NUSANTARA

KSATRIA LANGIT NUSANTARA
LENYAPNYA PAMILYA SAPUTRA


__ADS_3

Gempuran kerajaan Sriwijaya terhadap kadipaten bakaheuni membuat pamilya Saputra terdesak. Entah berapa lama lagi pamilya Saputra bertahan, seluruh pasukan pertahanan kadipaten pun hanya tinggal 100 orang.


Semenjak Hyang Dapunta Sri Jayanasa menelan batu mustika naga Sugriwa, kekuatan tempur pasukan yang mempunyai elemen air atau ajian pancer banu meningkat dan juga staminanya tak pernah habis serta semua tingkatan energi yang dimiliki pasukan kerajaan Sriwijaya tak pernah ada habisnya.


Membuat pasukan Kadipaten Bakaheuni kelelahan harus bertahan dari gempuran yang tanpa henti siang malam. Seluruh pamilya Saputra pun tewas hanya menyisakan Manggala Saputra.


Kini Manggala bertarung sendirian bersama pasukan Kadipaten Bakaheuni yang di pimpinnya hingga terpojok di tepi laut. Tak ada lagi tempat kembali, ibarat kata warkop dki maju kena mundur kena.


"Hahahaha, menyerahlah manggala! dan berikan pusaka pasopati dan kitab pancer banu, aigua rumi. Kamu benar-benar hebat pusaka pasopati yang dulunya tingkat konta sekarang tingkat ajisaka, karena jasamu aku akan mengampunimu! bergabunglah denganmu dan kita kuasai dunia, hahahaha!" teriak kosawa Hyang Dapunta Sri Jayanasa menepuk-nepuk dadanya.


"Jangan bermimpi, kosawa laknat lebih baik aku mati berkalang tanah daripada harus menjadi budakmu, cuih!" teriak Manggala Saputra sambil meludah ke tanah.


"Kau pikir hanya kau yang punya pusaka yang hebat, aku juga punya rasakan ini. Ajian pancer banu, nuolia kamatayan!" Kosawa Hyang Dapunta Sri Jayanasa mengambil panah disampingnya, lalu melepaskan tarikan anak panah yang diselimuti aura biru hitam pekat.


SHUA...SWUSH...


Anak panah yang tadinya panjang 1 meter dan diameter 3 centimeter, lama kelamaan membesar menjadi anak panah panjang 10 meter dan diameter 2 meter. Anak panah itu melesat cepat, Manggala tak sempat mengelak dan terhantam anak panah yang dilesatkan kosawa Hyang Dapunta Sri Jayanasa.


BOOOM...JDAAR...


"Aaaaaakh!" pekik 50 pasukan Kadipaten Bakaehuni, mereka langsung tewas seketika, dan Manggala Saputra terpental jauh ke arah laut Palung Sunda. Sebelum menyentuh permukaan air laut, Manggala masih sadar mengikat pusaka nuolia pasopati dan kitab aigua rumi pada tubuhnya.


BYUUUR...


Kitab aigua ruma terbuat dari lempengan es abadi yang tidak akan pernah mencair dan hancur, meskipun dibakar atau pun di celupkan ke dalam air.


"Rasakan itu pemuda laknat semoga kau tenang di neraka!" umpat kosawa Hyang Dapunta Sri Jayanasa. "Semua pasukan kembali ke istana agung Sriwijaya, kita berhasil menang tak ada lagi pengganggu di kekosawaan kita"! teriak kosawa Hyang Dapunta Sri Jayanasa dengan nada sombong.


Semua pasukan dengan jumalah 10.000 di tingkatan Dendawa Inggil bergerak meninggalkan pantai palung sunda. Kosawa Hyang Dapunta Sri Jayanasa menganggap Manggala Saputra sudah mati tenggelam.

__ADS_1


"Ajian pancer banu, bola binting," Manggala merapal ajiannya. Muncul bola berdiameter 4 meter menyelimuti tubuh Manggala Saputra. Bola air itu bergerak di dalam arus laut seperti kapal selam.


"Aku harus mencari anak yang diramalkan oleh nyai Resi gondangdia, anak yang akan membawa perdamaian. Nyai Resi hanya memberikan petunjuk anak itu akan muncul di bimantala javaruka mempunyai segel bulatan kepala naga di dahinya." Gumam Manggala Saputra.


Bola air itu terus bergerak di dalam arus air laut, menuju Bimantala Javaruka. "Sial energiku sudah mau habis, aku harus mencari pulau terdekat untuk beristirahat dan bersemedi untuk mengembalikan energiku." Ucap Manggala Saputra.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bukan juga sangat tampan tapi juga sakti mandraguna, di usianya yang sepertinya masih muda sudah bisa melakukan pengendalian evolusi energi di tahap lugara. Tapi namanya tidak asing, kakek raja Surya pernah bercerita tentang nama Wijaya Kusuma."


"Hmm, nama Kusuma bukannya hanya nama pamilya kusuma yang boleh menggunakannya? tunggu, kakek pernah bercerita tentang pemuda yang sangat berbakat dari kerajaan Brabang Sari. Apakah Wijaya Kusuma ini adalah pangeran Brabang Sari aku akan memastikannya dahulu." Gumam Asmarini dalam batinnya.


Wijaya yang terbang melayang turun perlahan, dan menggerakan tangannya untuk menurunkan 50 peti berisi masing-masing 200 kilogram ikan.


penjaga gudang ikan tercengang mukanya pucat pasi melihat kotak ikan bisa melayang sendiri, membuatnya takut karena dikira ada hantu. "Penjaga tolong bukakan pintu gudang!" teriak Wijaya dari atas.


"Ya t-t-tuan hantu!, a-a-aku akan membukanya!" penjaga gudang membukakan pintu gudang penyimpanan ikan.


"Hmmm, penjaga apa kau bilang hantu mana mungkin hantu setampan ini!" kata wijaya sambil menggembungkan pipinya lalu mendengus kesal.


"Maaf gusti, maaf! hamba takut gusti, karena melihat kotak itu terbang sendiri. Aku kira tuan adalah hantu!" penjaga gudang menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Wijaya mengarahkan tangannya untuk mengatur kotak ikan turun perlahan dan tersusun rapi. "Maaf kalau membuatmu takut paman penjaga, ini sebagai penebus kesalahanku!" Wijaya memberikan kantung uang berisi 1000 kiga pada penjaga gudang.


"Terima kasih gusti!" ucap penjaga gudang sambil membungkuk hormat. "Wah, ini rezeki nomplok. Gara-gara melihat hantu palsu dapat rezeki 1000 kiga apalagi kalau melihat hantu beneran bisa dapat banyak duit, heheheh." Batin penjaga gudang terkekeh yang masih membungkuk hormat dengan mata berbinar-binar.


Wijaya kembali ke bagian depan restoran meski harus memutar, karena tidak mungkin masuk bagian dapur restoran yang tepatnya di belakang, bisa di anggap tidak sopan. Wijaya sudah masuk kembali ke tempat semula para rombongan sedang makan, Asmarini pun berdiri di sana, "tuan Wijaya mari masuk ke dalam kita bicara di ruanganku!" seru Asmarini.


"Baik nona, tunjukan jalannya!" Wijaya mempersilahkan. Mereka berdua masuk ke dalam ruangan, Asmarini duduk di tempat kerjanya sedangkan Wijaya duduk di depan meja Asmarini.

__ADS_1


"Untuk pesanan selanjutnya aku meminta 100 ton apakah bisa tuan Wijaya?" tanya Asmarini. "Tentu saja bisa di atur asal harganya cocok, heheheh" jawab Wijaya sambil menggosok-gosok telapak tangannya.


"Untuk pengiriman pertama aku memberikan potongan harga untuk nona 50% jadi totalnya 5 tera yang seharusnya 10 tera, bagaimana nona?" tanya Wijaya.


Modal ikan 10 ton itu sebenarnya hanya 100 giga, sekalipun Wijaya memberi potongan pun, nelayan Kadipaten Maung Bahari tetap untung banyak.


"Tuan Wijaya apa anda tidak merugi memberikan potongan harga 50%, tuan Wijaya sangat bermurah hati. Biasanya kami membeli dari kerajaan Bantai untuk persepuluh ton harganya sampai 30 tera kualitasnya pun jauh dibawah ikan yang tuan Wijaya berikan." Jelas Asmarini.


"Tidak apa-apa nona ini sebagai pelayanan kami, untung kecil pun tak masalah, asal kita bisa bekerja sama dalam jangka panjang." Ucap Wijaya tersenyum ramah.


"Baik tuan Wijaya aku akan memberikanmu kontrak jangka panjang selama 1 tahun antara restoran Kala Asta dan Kadipaten Maung Bahari, bagaimana tuan setuju?" tanya Asmarini.


"Aku setuju, tapi aku meminta syarat tambahan, aku akan memberikan 15 tera persepuluh ton dengan minimal pengiriman 100 ton. Syarat pertama kami meminta kapal yang besar dan seratus kereta kuda untuk mengirim ikan atas nama kami."


"Sebuah toko untuk kami menjual senjata dan ramuan obat, sebagai gantinya restoran Kala Asta bisa membuka cabang secara gratis di Kadipaten Maung Bahari. Bangunan dan tanah akan kami berikan atas nama restoran Kala Asta dan kami tidak meminta keuntungan sedikit pun, bagaimana nona?" tanya wijaya dengan seringai licik dan menggosok-gosok tangannya.


"Dasar pemuda licik, pintar sekali bersilat lidah!" batin Asmarini dengan menyeringai sinis.


"Baik aku setuju, untuk izin aku akan membantumu bertemu Raja Surya setelah kita selesai!" jawab Asmarini


**Untuk update author terus usahan sehari empat kali, untuk waktunya tidak menentu ya sahabat ksatria.


**Terima kasih para readers masih setia membaca Novel pertama author Ksatria langit nusantara.


mohon maaf jika tulisannya masih amburadul, masih terus memperbaiki.


Semoga para readers bisa menikmatinya.


Yuk nikmati membaca sambil minum kopi jeng gorengan singkong.

__ADS_1


Mohon dukung author dengan memberikan like koment dan gift jika berkenan.


Jika suka silahkan klik tombol favorit****.


__ADS_2