
Di kota julang emas matahari yang cerah ditemani kicauan burung, pertanda tirani Adipati Durasa sudah berakhir. Semesta pun mendukung dengan mengeluarkan cahaya mentari pagi yang penuh kehangatan.
Kediaman pemimpin adipati di pindahkan ke tengah kota yang rusak oleh ledakan Wijaya Kusuma. Jatmiko kembali ke Kadipaten Maung Bahari bersama 800 pasukan Maung Lodaya dan 970 pasukan Bleta Permoda. Maung Bodas bersama 200 pasukan Maung Lodaya sedang mengambil harta jarahan di bekas markas bandit Dirgacitra, Bleta Bora dan 10 Bleta Permoda menyusul 20 Bleta Permoda lain yang sudah 4 hari mencari Wijaya Kusuma di jurang sungai basudara dan belum kembali.
Sedangkan Drona dan 12 ksatria penjaga bersama 50 pasukan bargawa mengurusi pembangunan kediaman adipati yang baru di kota Julang Emas.
Shintadewi bersama 50 pasukan bergawa sedang mengamankan dan membebaskan para budak tambang julang emas yang berada di barat kota Julang Emas.
Shintadewi juga sudah mengirimkan surat pada istana Brabang Sari perihal 1000 tawanan bandit Dirgacitra dan pasukan perunggu neraka untuk di adili sesuai hukum perang kerajaan Brabang Sari. Dan meminta bantuan pasukan untuk menjaga kota Julang Emas.
"Saudaraku! akhir-akhir ini aku merasakan hal yang aneh, sepertinya yang mulia prabu mendapatkan saudara baru. Apakah kamu merasakannya?" tanya Bleta Bora melalui telepati pada Maung Bodas sambil terbang memimpin 10 Bleta Permoda mencari 20 Bleta Permoda lainnya yang sedang mencari Wijaya Kusuma.
"Ehem, oh ya saudaraku! aku juga merasakannya tapi anehnya aku mencoba berkomunikasi dengan saudara kita yang baru itu tidak bisa seperti ada formasi yang menghalangi. Aku coba hubungi yang mulia gusti prabu juga tidak bisa, sepertinya saudara kita yang baru dan yang mulia di tempat yang sama, tapi dimana? tanya Maung Bodas melalui telepati sambil memasukan harta jarahan bandit Dirgacitra bersama pasukan Maung Lodaya ke dalam peti.
"Baiklah mungkin aku akan coba melacak energi kehidupan yang mulia gusti prabu di tempat terakhir berada. Kita juga sudah menginterogasi semua tawanan, namun tak ada satupun petunjuk tentang keberadaan terakhir yang mulia gusti prabu! aku akan menghubungimu lagi jika ada kabar penting," jawab Bleta Bora melalui telepati sambil terbang menuju 20 Bleta Permoda lain yang lokasinya sudah ditemukan.
"Baiklah saudaraku! hati-hati di jalan," ucap Maung Bodas melalui telepati.
*POV KERAJAAN SINGOSARI*
"Hahahaha, mustika naga gokarya sangat luar biasa. Resi kuncung putih pengetahuanmu sangat hebat, lihatlah berkat kau membuka segel mustika naga gokarya kekuatan pancer agniku meningkat pesat. aku akan membuat cecunguk tak tahu diri menjadi abu!" teriak kosawa Kertarajasa Jayawardhana sambil mencekik Raja Singosari Anusapati lalu menyemburkan ajian pancer agni, bola agni pada muka prabu anusapati langsung menjadi abu meski hanya tingkatan pulawa agni.
SWUSH...BLAR...
"Bantai semua yang tersisa jangan ada satu pun yang hidup, pengkhianat harus mati!" teriak kosawa Kertarajasa Jayawardhana.
Semua pasukan kekosawaan Majapahit membantai semua penduduk yang tak berdosa dan tanpa alasan yang jelas.
Semenjak Resi Kuncung Putih membuka segel batu mustika naga gokarya yang di temukan di istana agung Majapahit dan memberikannya pada kosawa Kertarajasa Jayawardhana, sifatnya berubah menjadi diktator kejam dan licik, serta sangat arogan.
__ADS_1
Siapa yang tak sependapat langsung di bantai habis, seperti kerajaan Singosari yang meminta keringanan pajak karena rakyat gagal panen. Namun Kosawa Kertarajasa Jayawardhana tak menggubrisnya malah menuduh Prabu anusapati dan rakyatnya akan berkhianat pada kekosawaan Majapahit.
Bagaimana pun juga Kosawa Kertarajasa Jayawardhana adalah sosok kosawa yang adil dan bijaksana peduli terhadap seluruh rakyat di wilayah kekuasaan kekosawaan. Namun karena batu mustika naga gokarya sifatnya berubah drastis.
Kerajaan Singosari tinggal nama, asap membumbung tinggi di seluruh sudut kerajaan Singosari, awan yang cerah menjadi mendung sebagai peringatan duka dan kesedihan atas semua rakyat Singosari yang di bantai habis tak tersisa.
"Kembali ke istana agung kerajaan, bawa semua tawanan wanita termasuk ratu Citrasari dan putri Ratna Panggalih putri dari Anusapati Sialan itu!" teriak Kosawa kertarajasa Jayawardhana.
"Sendiko yang mulia paduka, titah paduka hamba akan segera laksanakan!" ucap mahapatih kekosawaan majapahit, mahapatih Suryadaksa sambil berlutut satu kaki, meninju telapak tangan dan menundukan kepala.
*POV END*
Gua bawah tanah air terjun basudara.
"Kakek Empu dan saudaraku Karbara, aku akan bersemedi dahulu di sini untuk meminta petunjuk dewata agung agar bisa menghancurkan segel formasi panca neraka. Mungkin kalau ibundaku di sini kita bisa keluar karena ibundaku ahli dalam ajian aksamala baureksa, kalau kalian mau menunggu silahkan tapi lebih baik tinggalkan aku di sini saja sendiri!" ucap Wijaya Kusuma.
"Baik kakek yang mempesona ini akan menunggu di gua luar air terjun basudara saja! takut pesonaku akan luntur kalau di sini terus" Empu Culuk sambil mengelus bulu janggutnya bergaya sok mempesona.
"Huh," Empu Culuk mendengus kesal, "ya sudah, ya sudah."
Wijaya mulai bersemedi dengan bersila dan menengadahkan tangan seperti orang berdoa di tengah gua bawah tanah basudara. Selama tiga hari Wijaya Kusuma memusatkan pikiran untuk meminta petunjuk dari dewata agung. Sambil mengisi energi chakranya yang sudah habis karena melawan Karbara Sayuta sebelumbya
Di saat Wijaya Kusuma masih bersemedi taiga maung loka dan auka nagara keluar sendiri dari ripela aksa di telapak tangan kanannya.
SRIING...NGUNGUNGUNG...
Taiga maung loka dan Auka Nagara melayang-layang mengelilingi tubuh Wijaya Kusuma dan bersinar lalu menancap ke tanah, taiga maung loka di sebelah kanan Wijaya, sedangkan Auka nagara di sebelah kiri Wijaya.
Mahkota kurusetra dan batu mustika Karbara Sayuta juga keluar sendiri dari ripela aksa di telapak tangan kanan Wijaya Kusuma.
__ADS_1
Mahkota kurusetra melayang-layang di atas kepala Wijaya lalu masuk ke dalam kepala Wijaya. Batu mustika Karbala sayuta melayang di atas telapak tangan Wijaya, lalu bersinar jingga terang, siluet energi berwarna jingga terpancar menuju taiga maung loka. Gagang pedang dan sarung pedang dengan motif Maung Loka kini bertambah motif Karbala Sayuta.
Taiga maung loka berwarna hitam diselimuti aura keemasan, sedangkan auka nagara yang berwarna emas diselimuti aura hitam.
Wijaya menyadari kedua pedang ini seperti mempunyai jiwa sendiri, lalu menangkupkan tangannya.
PLAK...
Tubuh Wijaya diselimuti aura berwarna emas lalu melayang, "hancurlah formasi panca neraka!" teriak Wijaya Kusuma lalu memukul tanah yang sebelumnya di pijak dengan keras.
BAM...GRR...
**Terima kasih kepada kakak-kakak yang masih setia dengan ksatria nusantara.
dan terima kasih atas boom like dan giftnya untuk
kakak peter cong
kakak rusman fuad
kakak Quartzer god
kakak asik sileor
kakak nurul fuud
kakak abidzar
kakak Azwar syah gani
__ADS_1
dan kakak pak eko eko.
Semoga rizkinya lancar dan berlimpah**.