KSATRIA LANGIT NUSANTARA

KSATRIA LANGIT NUSANTARA
MEMULAI PENYERANGAN


__ADS_3

Jangan lupa like, koment, gift, dan vote agar author semangat menulis lanjutan chapter novel ini.


Mohon kritik dan saran yang membangun agar novel ini lebih baik lagi, jangan sungkan langsung berikan komentar cabe sahabat readers di kolom komentar.


Untuk update sudah normal 2 chapter/hari pukul 20.00 WIB, maaf belum bisa crazy up lagi, maaf jika alur terlalu lambat. Yang kurang suka skip saja.


Tubuh Wijaya diseluti aura chakra yang berwarna merah, lalu mentransfer isi kitab pancer agni sansinu munda pada Asmarini. Energi di dalam tubuh Asmarini tidak bergejolak dan kembali stabil. "Fyuuh, hampir saja meledak. Begitilah jika penyatuan dua pancer tidak seimbang tubuh bisa meledak.


Asmarini membuka matanya dan terengah-engah keluar dari mulutnya uap yang cukup panas. "Hah, hah, hah, terima kasih kang mas telah menyelamatkanku, kalau tidak tubuhku bisa meledak pancer lawa memang kuat. Sekarang aku bisa menggunakan 3 ajian pancer sekaligus."


"Ajian jagat saksana, kusuma jiwa." Wijaya mengarahkan rune hijau di bawah telapak tangan ke arah Asmarini untuk memulihkan staminanya. Dua wadah jiwa energi dalam tubuh Asmarini sudah mencapai batas maksimal 100% yaitu chakra dan Qi.


"Pil tehostin itu sudah tidak bisa digunakan lagi untuk kalian, karena sekarang energi dalam tubuh kalian tak terbatas."Jelas Wijaya


"Apa! tak terbatas?" Mata Asmarini dan Manggala terbelalak seakan mau keluar dari kelopak matanya. "Sudah ayo kita pergi mencari markas Rah tengger!" Ajak Wijaya.


"Tunggu kang mas! ini adalah peta markas organisai pembunuh bayaran Rah Tengger. Markas utama mereka berada di hutan Alas roban, 30 kilometer ke selatan dari Istana Demak Bintoro."


"Dan ini lencana Rah Tengger yang ditemukan ayahanda dari 3 empu terkenal yang berhasil kita bunuh. Nampaknya mereka adalah petinggi di organisasi Rah tengger." Asmarini menyerahkan gulungan peta dan 3 lencana emas Rah Tengger bermotif kambing bertanduk besar.


Wijaya mengeluaran kitab jagat buana dari ripelas aksanya, lalu membuka halaman bab ajian aksamala baureksa (teknik segel/fuinjutsu). "Hmmm, sangat sulit mempelajari ajian ini, mungkin aku harus bertemu ibunda untuk memintaku mempelajarinya. Setelah masalah ini selesai, aku akan pulang menemuninya." Lalu menyimpannya kembali kitab jagat buana ke ripela aksanya lagi.

__ADS_1


"Kenapa kang mas?" Tanya Manggala yang sedang mengikat pusaka pasopati ke punggungnya. Asmarini juga sedang mengikat pusaka karbara binjaka ke pinggangnya.


"Ah tidak apa-apa hanya melihat isi kitab jagat buana ini. Aku sedang mencoba memahami ajian aksamala baureksa." Wijaya yang melihat Manggala dan Asmarini begitu kesusahan membawa pusaka mereka, punya inisiatif untuk memberinya ripela aksa pada telapak tangan kanan mereka berdua.


"Coba kemarikan telapak tangan kanan kalian!" Pinta Wijaya. Asmarini dan Manggala menyodorkan telapak tangan kanan mereka, Wijaya mentransfer energi Quantum 1% masing-masing pada telapak tangan kanan mereka, dengan menatapnya.


"Ajian aksamala baureksa, minaru dewata aksa (teknik segel, segel mata dewa )!" Wijaya merapal ajiannya. Muncul mata beriak air berwarja merah di telapak kanan Asmarini dan Manggala.


"Hah, hah, hah, berhasil juga. Meski aku harus menguras semua energi Quantumku." Wijaya bergumam dalam batinnya, lalu meminum 10 pil tehostin untuk mengembalikan energi Quantum yang terkuras. "Coba letakan telapak tangan kalian ke pusaka! Itu namanya ripela aksa bisa menyimpan benda sebesar apapun dan tak terbatas. Pinta Wijaya Kusuma. "Untuk melihat isinya kalian bisa mengedarkan mata batin kalian!"


Asmarini dan Manggala meletakan ripela aksa mereka ke pusaka masing-masing. Pusaka karbara binjaka dan pasopati terhisap ke dalamnya. Asmarini dan Manggala mengedarkan mata batinnya untuk melihat pusaka mereka.


"Wah benar-benar ada kang mas, besar sekali ya ruang penyimpanannya." Ucap Manggala Saputra dengan tersenyum lebar


"Baik kita pergi sekarang bersiaplah!" Perintah Wijaya, mereka bertiga memakai set baju ereti vrashes dan topeng motif kelinci. Wijaya menggunakan ajian sagisaga pada mereka berdua agar bisa terbang bersama menuju keberadaan markas Rah Tengger.


SHUA...SWUSH...


Mereka terbang dengan kecepatan penuh, dalam 30 menit sampai ke bagian luar hutan alas roban. Jarak dari Desa Karangsong ke hutan Alas Roban kurang lebih jaraknya 300 kilometer.


"Manggala kau bawa nyi mas bersamamu di atas langit seperti biasa. Aku akan menyelinap masuk, tunggu aba-aba dariku. Sepertinya disini ada total 30.000 prajurit kekosawaan Majapahit berada di dalam markas Rah Tengger. Aku juga merasakan energi kegepalan yang sangat pekat."

__ADS_1


"Baik kang mas."Manggala dan Asmarini naik ke atas langit, Manggala mengaktifkan reinka aksa, begitu juga Asmarini mengaktifkan maputi aksa.


Wijaya mulai masuk ke dalam hutan Alas Roban dengan ajian baladewa brabata naga. Melompati satu pohon ke pohon lainnya dengan sangat cepat. Banyak pos penjagaan di dalam hutan, terlihat prajurit Kekosawaan Majapahit yang banyak berjaga. "Seperti dugaanku, ternyata mereka dalang dibalik kerusuhan kemarin." Wijaya berhenti di salah satu dahan pohon di bagian utara markas Rah Tengger.


"Ajian pancer agni, barsa agni naga (semburan api naga)!" Wijaya menangkupkan kedua tangannya, lalu menyemburkan api yang sangat besar dari dalam mulutnya.


SWUSH...


"Aaaakh!" pekik 500 prajurit Rah Tengger yang berjaga di pintu utara.


Api yang sangat besar membakar hutan Alas roban, 500 prajurit langsung tewas terpanggang. "Itu tandanya, nyi mas ayo!" Teriak Manggala mengeluarkan Pasopati dari ripela aksanya dan melepaskan ajian pancer banu, nuolia paluja( hujan panah). Ribuan panah menghujani bagian timur markas rah tengger.


SHUA...SHUA...SHUA...


"Ada serangan, berlindung!" teriak salah satu prajurit kekosawaan Majapahit yang berlindung menutupi kepalanya dengan bedhama kilopi. Namun sayang panah yang dilepaskan Manggala bisa menembus pertahanan kilopi, 1000 pasukan langsung tewas seketika tertancap anak panah.


Pasukan Rah Tengger adalah pasukan bawah tanah yang dipimpin kosawa Kertarajasa Jayawardhana untuk membunuh musuh-musuhnya. Mereka di perintah untuk membunuh siapapun yang menghalangi kekosawaan Majapahit.


Sehinga para pejabat tinggi kekosawaan Majapahit selalu mendiamkan perbuatan mereka, karena para pejabat tinggi kekosawaan Majapahit sendirilah yang menjadi dalang, dari setiap perbuatan keji pasukan Rah Tengger lakukan.


"Itu dia seraaang!" Teriak salah satu senopati mengarahkan telunjuknya pada Wijaya Kusuma. 500 prajurit menerobos api yang menyala-nyala untuk mengepung Wijaya. Ksatria binting, ksatria bujaga, ksatria ambek pati, ksatria bimantra dan ksatria inggil menyerang Wijaya secara bersamaan.

__ADS_1


"Kita tidak boleh meremehkan musuh meskipun hanya satu orang, ringkus dia!" Teriak Senopati Sambasena. "Seperti yang dugaan yang mulia paduka kosawa, anak itu akan datang kemari." Batin Sambasena menyeringai licik.


"Sepertinya kang mas Wijaya sedang di kepung, aku akan turun ke sana, rayi!" Asmarini segera mengeluarkan pusaka karbara binjakanya. "Baiklah nyi mas, hati-hati!" Manggala menciptakan pijakan cermin dengan ajian pancer spiela, kasta spiela (pijakan cermin). Pijakan cermin dibuat menurun ke bawah agar Asmarini mudah menuruninya.


__ADS_2