KSATRIA LANGIT NUSANTARA

KSATRIA LANGIT NUSANTARA
PERPINDAHAN KE DESA LEMBARAWA


__ADS_3

"Saudaraku, saudaraku, apakah kau mendengarnya? tanya Wijaya.


"Ya, gusti aku mendengarnya ada kabar apa?" jawab Maung Bodas.


"Aku kira telepati kita tak akan terhubung karna kita jaraknya jauh. Begini saudaraku bersiap, negosiasiku berhasil kita akan pindah ke desa di pesisir namanya Lembarawa, untuk rinciannya nanti aku berikan padamu gulungan surat mengenai desa Lembarawa. Kita akan mengelola daerah Lembarawa," kata Wijaya.


"Akhirnya lega juga, aku cukup khawatir mereka akan menolak. Semalaman aku memikirkan hal ini dan tak bisa tidur, terima kasih gusti!. Baik kami akan bersiap," kata Maung Bodas dengan wajah sangat gembira sampai-sampai lompat kegirangan.


Belum selesai Sarja, Saputra, dan Kurna berhenti tertawa melihat Maung Bodas seperti itu mereka kembali tertawa tertawa terbahak-bahak sampai berguling-guling di tanah, "hahahaahhaah."


Baladika adilaga Maung Citraksa dan Maung Korawa melihat Sarja, Saputra dab Kurna seperti itu menatap dengan muka yang aneh. Tapi ketika pandangan mata mereka melihat raja mereka Maung Bodas seperti itu, mereka berdua juga ikut tertawa cekikikan, "pffft, hahahahah."


Selama ini mereka hanya melihat Maung Bodas berwibawa dan tegas ternyata ada sisi lain dari raja mereka seperti itu, "Konyol sungguh konyol,pffffft," ucap mereka berdua sambil menutup mulut mereka menahan tawa.


"Ehem,ehem, kalian bersiap kita akan pindah ke desa Lembarawa, untuk rincian informasinya nanti yang mulia prabu Wijaya Kusuma yang akan memberi informasinya. Kemasi kampnya segera!" ucap Maung Bodas dengan mata yang tajam, setelah ia tahu dirinya sedang ditertawakan.


*Di kerajaan Brabang Sari*


"Baik, semuanya sudah bersiap kita akan pergi ke perbatasan alas apuy penangsang!" perintah Angga.


Wijaya yang masih polos bertanya, " apakah kita pergi dengan berkuda atau berlari sepertiku, atau menghilang (maksudnya berteleportasi) seperti ibunda waktu membawaku kemari?".


"Tidak anaku, Ajian ibunda hanya bisa membawa 1 orang untuk pergi dan juga terbatas jangkauannya. Kita percayakan saja pada kakek raja," jawab Shintadewi


"Baik, semuanya bergandengan tangan!" titah raja Angga.


Shintadewi bergandengan tangan dengan Wijaya dan Arya, sedangkan arya bergandengan dengan tangan kiri raja Angga dan ratu Adiningrum bergandengan dengan tangan kanan raja Angga.


"AJIAN PANCER BUMI, MELIPAT BUMI! "raja Angga merapal ajiannya.

__ADS_1


CWUSZH...


Keempat orang itu hilang dari pandangan semua orang yang berada fi gazebo dekat paviliun istana.


*Di perbatasan Alas Apuy Penangsang*


CWUSZH...


Raja Angga, Ratu Adingrum, Arya, Shintadewi dan Wijaya muncul di hadapan para rakyat Maung Bodas dan para penjaga perbatasan.


Semua yang hadir di sana berlutut dengan satu kaki, "HORMAT PADA YANG MULIA PRABU ANGGA, "ucap mereka serentak.


"Bagaimana persiapan sudah siap?" tanya Wijaya.


"Sudah, yang mulia prabu!" jawab Maung Bodas, Maung Citraksa dan Maung Korawa.


"Terus bagaimana cara kita kesana, Kakek raja?, total kita semua ada 10.002 denganku, ditambah ibunda, nenek ratu dan kakek arya totalnya 10.005. Bagaimana cara kita memindahkan mereka sebanyak ini?" Tanya Wijaya.


"Pertama baris yang rapi dan padat, Kedua putriku lakukan!" titah raja Angga.


"Ajian baladewa among slira," Shintadewi merapal ajiannya. Muncul 100 tubuh bayangan, mengelilingi 10.001 rakyat Maung Bodas luasnya 2 kali lapangan bola karna Shintadewi menggunakan Banyak Quantum. "Ibunda ratu, anaku Wijaya dan paman Arya silahkan masuk dalam barisan."


"Ajian aksamala baureksa : formasi binting bintang," muncul dinding transaparan berwarna merah dan 100 tubuh bayangan Shintadewi sebagai pilarnya, "BUKAKUNDHA." Di atas formasi dinding transaparan juga menutup formasi binting bintang.


Shintadewi bergandengan tangan dengan salah satu tubuh bayangannya, " ayahanda raja, persiapan sudah selesai!."


Raja Angga pun mengandeng tangan satunya lagi milik Shintadewi, seluruh tubuh bayangan muncul aura energi berwarna merah yang menyebar 10 centimeter dari tubuh mereka, "Baik putriku!, Saudaraku Sarja jaga perbatasan ini dengan baik kuserahkan tugas ini padamu sekali lagi, mohon bantuannya. Ajian pancer bumi, melipat bumi."


CWUSZH....

__ADS_1


Mereka semua perdi dan kemudian menghilang hanya tinggal 10 ksatria dan balakosawa di perbatasan Alas Apuy Penangsang.


*500 meter di pintu masuk desa Lembarawa*


Padang rumput yang luas dikelilingi persawahan yang kering kerontang, 5 kilometer dari padang rumput dekat pintu masuk desa Lembarawa pantai pasir putih yang indah menghampar.


Banyak perahu terdampar di dermaga sekitar 100 perahu. 200 meter di ke barat ada sebuah pulau seperti bukit luas 3 kali lapangan sepak bola. Desa Lembarawa cukup luas, disebelah utara berbatasan dengan laut selat sunda. Di sebelah barat berbatasan dengan desa Soka dari Kerajaan Caruban Nagari jarak perjalanan berkuda sekitar 1 jam, dan di sebalah timur desa Banjaranyar dari kerajaan Demak Bintoro jarak perjalanan berkuda sekitar dua jam, di sebelah Selatan berbatasan dengan Kota Mangun jati jarak perjalanan berkuda sekitar 3 jam.


Meskipun secara geografis tanah desa Lembarawa sangat bagus sebagai penghasil padi, sayur-sayuran dan buah-buahan. Namun banyak masalah yang terjadi di sana 2 tahun terakhir, penghasilan mereka menurun drastis.


Dikarenakan adanya serangan Siluman jauhettu rotta (tikus tanah) menjadi panen gagal. Serta monopoli irigasi air oleh para hajdut, ketika mereka ingin menjual hasil panen pun kadang sering di rampok di tengah jalan ketika mereka mau menjualnya ke kota Mangun Jati.


Para nelayan pun di larang oleh para hajdut yang memonopoli penangkapan ikan di sana, barang siapa melanggar tidak segan segan para hajdut akan mengirimkan ereti vrases untuk menghabisi mereka.


Pihak Kerajaan Brabang sari sering mengirimkan beberapa prajurit setingkat Ksatria berammatia Ksatria Inggil selalu berakhir menjadi sebujur bangkai.


Desa Lembarawa di apit 3 Markas bandit di hutan desa Soka, bandit Agrariyin total 2000 anggota dengan pimpinan punya ammatia setingkat ereti vrases, begitu pula dengan bandit Agrasara dengan total 3000 anggota dengan pimpinan punya amatia setingkat ereti vrases juga,markas bandti Agrasara bertempat di bukit desa Banjaranyar. Bandit yang terkuat yang menguasai desa Lembarawa adalah Bandit Dirgacitra dengan total Anggota 5000 dengan pimpinan mereka berammatia sulmues 10 wakil pimpinan ereti Vrases 2000 Vrases, 500 Ksatria Bimantra, 1000 Ksatria bujangga, 500 berah adilaga, 300 bargawa dan 200 bargawa slira, 389 magjistar dan 100 luftarak, tingkatan mereka rata-rata minimal level ksatria.


Dengan kekuatan seperti Bandit Dirgacitralah yang memonopoli desa Lembarawa dan menguasainya. Kekuatan mereka patut di perhitungkan sehingga pihak kerajaan Brabang Sari sangat kewalahan menghadapi mereka meski Raja Angga di tahap suryarama asor, namun para prajurit kebanyakan masih di levek taruna.


Raja Angga tidak ingin mengorbankan prajuritnya untuk melakukan bunuh diri. prajurit setingkat Ksatria dan berammatia Ksatria Inggil saja banyak yang terbunuh, negosiasi pun tidak memungkinkan. Apalagi meminta bantuan kerajaan terdekat untuk membantu, tidak akan mungkin karna Kerajaan Brabang Sari merupakan kerajaan Kecil yang sangat dikucipkan dan diremehkan.


Terima kasih para readers masih setia membaca Novel pertama author Ksatria langit nusantara.


mohon maaf jika tulisannya masih amburadul, masih terus memperbaiki.


Semoga para readers bisa menikmatinya.


Yuk nikmati membaca sambil minum kopi jeng gorengan singkong.

__ADS_1


Mohon dukung author dengan memberikan like koment dan gift jika berkenan. jika suka silahkan klik tombol favorit.


__ADS_2