
Bodagenta tak tinggal diam lalu melemparkan miekha (pedang dua tangan) yang dua kali lebih besar dari miekha biasanya yang hanya 50 kilogram.
BOOOOM...DHUAR...
Wijaya salto ke belakang menghindari lemparan miekha yang di lakukan oleh Bogadenta. Serangan Bogadenta hanya mengenai lantai, muncul kawah berdiameter satu meter akibat lemparan miekha Bogadenta.
"Keparat kau! akanku patahkan seluruh tulangmu! berani kau mengusik di tempatku! aaaaaaargh!" teriak Bogadenta dengan raungan keras dan mata yang memerah karena marah.
Bogadenta berlari mengambil miekha lalu menerjang Wijaya dan menghantamkan miekha beberapa kali pada Wijaya, namun dengan mudah Wijaya menghindari hantaman miekha Bogadenta.
BOOOM....BOOM...BOOM...JDAAR...JDAAR...
JDAR...
Lanka yang dipasang Wijaya semuanya terputus terkena gelombang kejut serangan Bogadenta. Para hajdut yang tersisa mengambil kesempatan Wijaya yang sedang lengah melempar kunai dan danai.
SHUA...SHUA...SHUA...
Wijaya melompat, menangkis dan menebas kunai serta danai yang dilemparkan 40 hajdut dengan raivaja. Lalu melesat cepat menebas 40 hajdut dengan ajian braza sewu maung sakrama.
SYAT...SYAT..SYAT...SHUA...SLASH...SLASH..
SLASH...
40 hajdut yang terkena tebasan Wijaya tepat diperutnya ususnya terburai keluar bahkan ada yang terbelah dua badannya. Bogadenta melihat kejadian penebasan Wijaya mukanya langsung pucat pasi.
Bogadenta berlari menekan tombol di samping kursi singgasananya. Suar di atas markas menembak ke atas.
TRIIIIIIIILIIIT...TUAR...
1898 hajdut yang mendengar dan meihat bunyi suar segera berlari ke dalam markas karena ada sinyal darurat.
TAP.TAP.TAP.TAP.TAP.TAP.
"Gawat mereka akan kemari!" gumam sambala dengan raut wajah panik.
Langkah derap kaki menggema di seluruh ruangan markas bandit Agrariyin, Sambala segera berlari ke penjara bawah tanah untuk menyelamatkan Rusminda putrinya. Sambala tahu jika ada suara suar darurat maka seluruh hajdut akan berkumpul di dalam aula markas sehingga penjagaan penjara bawah tanah akan kosong.
"Oh kau minta bantuan! baiklah aku tunggu para pasukanmu itu," ledek Wijaya dengan nada remeh sambil menaruh bilah raivaja yang tak tajam ke atas pundak kanannya sedangkan tangan kirinya memegang sarung raivaja.
__ADS_1
Pasukan hajdut masuk menerobos pintu aula markas bandit Agrariyin, Wijaya mengeluarkan sepuluh bola rajahtava dari ripela aksa telapak tangan kanannya dan melemparnya ke arah hajdut yang menerobos pintu masuk aula.
BOOM...BOOM...BOOM...BOOM...BOOM...
100 hajdut langsung tewas seketika terkena ledakan bola rajahtava dan 400 lainnya terluka parah terkapar di tanah dengan tubuh terbakar, kepulan asap dan debu menghalangi pandangan.
"Hahahaha, sungguh menyenangkan! ayo lagi! ayo lagi! aku tak mengeluarkan energi bisa memanggang kalian semua!" Wijaya dengan mata menyeringai jahat dari balik cadarnya.
"Benar-benar psikopat, gila, gemblung!" umpat Bogadenta dalam batinnya dengan muka pucat pasi dan badan gemetaran.
"Cepat pergi dari sini!" Wijaya sambil menunjuk wanita yang setengah telanjang yang mau diperkosa Bogadenta. Wanita itu cepat menutupi tubuhnya lalu lari terbirit-birit.
Wijaya mengenali waja hajdut yang kini berlari dari belakang kepulan asap dan debu bekas ledakan bola rajahtava. 99 temannya dari belakang mengikuti dan bersiap menyerang Wijaya dengan melempar danai sebelum 100 hajdut melempar danai semuanya sudah meledak jadi bubur darah.
DUAR...CRAT...DUAR....CRAT...DUAR....CRAT...
"Hahahahaha, bodoh sekali mau saja minum arak dariku, padahal itu adalah ramuan kutukan budak, hahahaha!" Wijaya terkekeh dari balik cadarnya.
Dalam setengah jam Wijaya sudah membunuh 300 bandit, melihat temannya mati hajdut yang tersisa segera berlari mengepung Wijaya, "Kunyuk jahanam! sekuat apapun kau pasti akan mati di tangan kami! jumlah kami lebih banyak, seraaang!" teriak wakil komandan hajdut.
"Haah," teriak hajdut dengan semangat dan maju menerjang menuju Wijaya dengan membawa kameya. "Cih, hanya jumlah segitu saja tak masalah!" Wijaya melompat ke atas kemudian terbang ke atas sambil melempar 10 bola rajahtava ke bawah hajdut yang akan menebas Wijaya.
BOOM...BOOM...BOOM...BOOM...BOOM...
Atap aula runtuh mulai runtuh, Wijaya segera memukul atap yang akan mengenainya.
BANG...DUAR...
Wijaya menghilang dari pandangan para hajdut dan Bogadenta, langsung muncul di hadapan muka Bogadenta dan mengaktifkan ajian lusia bandawa pada Bogadenta.
Bogadenta langsung diam tak bergerak, "bunuh mereka semua!" ucap Wijaya dalam batinnya melalui telepati pada Bogadenta.
Bogadenta langsung mengambil miekha dan melesat cepat menuju 500 hajdut yang tersisa di luar markas dengan muka datar dan pupil mata buwana aksa seperti milik Wijaya.
"Pemimpin kau selamat?" tanya hajdut pada Bogadenta, tapi langsung ditebas kepalanya oleh Bogadenta. "Aaaaakh," pekik hajdut yang kepalanya sudah menggelinding.
Tebasan demi tebasan Bogadenta lepaskan ke arah hajdut tanpa belas kasihan.
SYAT...SYAT..SYAT...SLASH...SLASH..
__ADS_1
SLASH...
Bogadenta terus menebas tanpa henti sampai 1 jam tanpa henti dengan muka datar dengan tatapan yang dingin berhasil membunuh 400 hajdut. 100 hajdut yang mengerti bahwa Bogadenta dikendalikan oleh wijaya, langsung menyerang Wijaya dengan melempar kunai dan danai tapi dihalangi oleh Bogadenta dengan miekhanya.
TRANG...TRANG...TRANG...
"Hahahaha, kalian yang memujanya kalian juga dibunuhnya! bodoh sekali, hahahah" Wijaya duduk di singgasana Bogadenta sambil terkekeh dengan tumit kaki kanan di taruh pada paha sebelah kiri.
"Sulit sekali menyerang pemuda bercadar itu!" teriak salah satu hajdut dari balik cadarnya, "kita gunakan formasi sayap elang untuk menyerang!" teriak salah satu hajdut mencoba memimpin para hajdut yang mulai kehilangan arah. "haah," teriak semua hajdut yang tersisa penuh semangat.
Para hajdut menyebar dengan formasi sayap elang, 50 hajdut menyerang sebelah kiri Bogadenta dan 50 hajdut menyerang sebelah kanan bogadenta. 100 hajdut langsung menyerang bersamaan 25 sebelah kanan dan kiri melempar kunai dan danai.
SHUA...SHUA..SHUA...JLEB...JLEB...
Bogadenta mengeluarkan ajian bedhama amogasakti pamungkas, miekha pirala mangkujagat (putaran menopang dunia). Bogadenta memutar badannya 360 derajat berulang-ulang.
Kunai dan danai yang dilempar 50 hajdut hanya tertangkis 40 putaran miekha, sisanya tepat mengenai tangan kaki dan pundak Bogadenta.
Tubuh Bogadenta di penuhi kucuran darah akibat serangan kunai para hajdut, 25 hajdut sebelah kanan memegang kameya lalu melompat menuju Bogadenta sasaran mereka adalah kepala Bogadenta.
AAAAAAAARGH...
Bogadenta meraung keras tubuhnya yang coklat sawo matang berubah coklat kemerahan, dan mengeluarkan ajian bedhama amogasakti pamungkas miekha jagat slasha (tebasan dunia). Bogadenta menebas ke arah 25 hajdut yang melompat melepaskan siluet berwarna coklat kemerahan seperti sabit.
SLASH...SWUSH....SHUA...CRASH...
25 Hajdut yang melayang beberapa saat tubuhnya terbelah dua, terkena serangan ajian miekha jagat slasha. 25 hajdut yang sebelah kiri juga memegang kameya dan melompat dengan sasaran kepala Bogadenta.
**Terima kasih para readers masih setia membaca Novel pertama author Ksatria langit nusantara.
mohon maaf jika tulisannya masih amburadul, masih terus memperbaiki.
Semoga para readers bisa menikmatinya.
Yuk nikmati membaca sambil minum kopi jeng gorengan singkong.
Mohon dukung author dengan memberikan like koment dan gift jika berkenan.
Jika suka silahkan klik tombol favorit**.
__ADS_1