KSATRIA LANGIT NUSANTARA

KSATRIA LANGIT NUSANTARA
MASA LALU EMPU CULUK BAGIAN 2


__ADS_3

Senjata buatan Wiharja tak pernah tertandingi karena Wiharja membuat senjata sesuai dengan petunjuk kitab bruta zambala.


Setelah 100 tahun pernikahan Wiharja dan Sawitri, akhirnya mereka baru mendapat momongan.


Wiharja, Sawitri, dan Syudawirat mempelajari kitab bruta zambala dan Wiharja berhasil membuat batu mustika amreta sari, sebagai bahan tambahan pil amreta sari. Sehingga Wiharja, Syudawirat dan Sawitri berumur panjang.


Hingga suatu saat Wiharja membuat 7 buah pedang sejenis Banka (pedang yang sama seperti katana) dengan setiap elemen yang berbeda.


Mendengar sang Maestro sejati menciptakan sebuah pedang berelemen yang mampu bersatu pengguna elemen dan meningkatkan kekuatan elemen pengguna.


Seluruh kosawa ingin memilikinya dan siap membayar mahal, namun Wiharja tak ingin pernah menjualnya. Karena ketidak puasan seluruh kekosawaan, mereka akhirnya menyewa pembunuh bayaran untuk merebut sakrama pancer semesta yaitu nama senjata terakhir yang di buat Wiharja. Karena jika menyewa pembunuh bayaran, nama para kosawa akan bersih


Wiharja menyadari jika hidup keluarganya pasti akan diincar, Wiharja akhirnya meninggalkan Sawitri yang sedang hamil 9 bulan Jatmiko Jayantaka. Ketika Wiharja dikejar oleh para pembunuh bayaran yang di sewa oleh para kosawa benua nusantara, Wiharja meminta perlindungan ke ayahnya Jayantaka.


Namun Pamilya Jayantaka di bantai tak tersisa oleh pembunuh bayaran di bawah naungan organisasi Re kuqa yang di bayar oleh seluruh kosawa benua Nusantara. Sampai akhirnya Sawitri yang sudah melahirkan Jatmiko Jayantaka diserang oleh Re kuqa, namun berhasil di selamatkan oleh Syudawirat, meskipun Sawitri terluka parah.


Syudawirat membabi buta membantai 100 ereti vrashes di markas Re kuqa dengan ajian ciptaanya sendiri yaitu ajian serat jiwa dan menciptakan kitab ajian serat jiwa.


Tragedi tersebut dikenang dengan nama tragedi awan merah, dibalik wajah yang kalem dan sopan ternyata Syudawirat mempunyai jiwa yang maniak bertarung setelah mempelajari ajian serat jiwa. Bahkan Syudawirat sampai menciptakan ajian serat jiwa tahap pamungkas yaitu ajian rengka gunung.


Wiharja yang mengetahui Sawitri terluka parah dan akhirnya mati karena diserang pembunuh bayaran Re kuqa merasa bersalah dan terpukul. Wiharja merasa kematian istrinya Sawitri, karena ia menciptakan braka sakrama pancer semesta dan menitipkan Jatmiko Jayantaka pada Syudawirat untuk di asuhnya.


Untuk membalaskan dendam istrinya Sawitri, Wiharja bertapa di goa bawah tanah bukit wadas putih. Braka sakrama pancer semesta juga Wiharja simpan dan rahasiakan di dalam goa bawah tanah wadas putih.


Dalam pertapaanya, siluman karbara sayuta (serigala berkepala tiga) memberinya kekuatan namun Wiharja tidak mengetahui jika kekuatannya tidak bisa dikendalikan.

__ADS_1


Tubuh Wiharja dipenuhi tato api hitam di sekujur tubuhnya, kutukan karbara ini bisa membuat Kekuatan Wiharja naik sampai 20 kali lipat. Organisasi Re Kuqa di bantai habis oleh Wiharja sebagai balas dendam terhadap istrinya dan seluruh anggota pamilya yang telah dibunuh secara keji.


Wiharja mengetahui dalang utamanya adalah kosawa sri maharaja baduga yang pertama kali mengusulkan membunuh Wiharja dan merebut sakrama pancer semesta, namun sebelum Wiharja membalaskan dendam pada kosawa Sri maharaja Baduga.


Mahapatih Amuk Marugul dari istana agung gajah saluyu, berhasil menyegel kekuatan karbara yang berada di dalam tubuh Wiharja.


Wiharja di penjara di bawah air terjun Basudara, hanya anak yang membawa bintang batu bharatayudhalah yang mampu membuka segel penjara mahapatih Amuk Marugul.


*Flashback end*


"Begitulah cerintanya," ucap Empu culuk dengan raut wajah yang sedih karena mengingat anaknya Jatmiko dan istrinya Sawitri lalu meneteskan air mata.


"Baiklah kek, aku mengerti! berarti paman Jatmiko saudaraku adalah benar-benar anak kakek!" Wijaya menyeka air mata Empu Culuk.


"Memang kenapa nak Wijaya mencariku?" tanya Empu Culuk.


"Aku ingin kakek menjadi pandai besi di Kadipaten Maung Bahari," jawab Wijaya.


"Kamu kan sudah tahu jika aku tak bisa keluar dari goa air terjun Basudara ini!" sela Empu Culuk.


"Kakek tenanglah aku bisa mengeluarkan kakek dari sini, percayalah! aku pemilik batu bintang Bharatayudha. Ibuku Shintadewi yang memberikannya padaku, dan ini adalah Braza yang aku buat sendiri dengan campuran batu bintang bharatayudha. Namun sayangnya taiga Maung loka ku ini hanya di tingkat Ajisaka," Wijaya mencoba menenangkan Empu Culuk dan membuatnya percaya.


"Apa! hanya di tingkat ajisaka, kau bilang hanya. eh bocah tengik! semua senjata yang ku buatal saja hanya sampai tingkat konta, kau bilang hanya di tingkat ajisaka, aku bertemu bocah tengik macam kau ini benar-benar sial!" teriak Empu Culuk karena kesal dikalahkan oleh seorang pemuda tingkat bakal.


Perasaan Empu Culuk sangat kesal ingin sekali memuntahkan seluruh asam lambung dari dalam perutnya, karena perkataan Wijaya Kusuma.

__ADS_1


"Baiklah kakek, aku ingin menjadi muridmu. Ajarkan aku membuat senjata yang mempunyai jiwa!" Wijaya berlutut sebagai tanda penghormatan terhadap calon gurunya.


"Apa-apaan bocah tengik ini, memintaku menjadi muridnya? sudah jelas-jelas aku ini adalah junior baginya!" Empu Culuk membatin dengan raut muka masih kesal, bagaimana mungkin seorang maestro yang sesungguhnya mau berguru pada Empu Culuk yang sudah di kalahkan oleh Wijaya dalam hal membuat senjata.


"Kakek aku akan memberikan batu bintang bharatayudha sebagai hadiah untukmu, anggap saja suap ya biar kakek mau menjadi guruku! hahahahaha," ledek Wijaya Kusuma.


"Ah baiklah baiklah! aku menerimamu tapi ada syaratnya taklukan dahulu siluman karbara yang berada di bawah tanah gua! dan keluarkan aku dari sini! ucap Empu Culuk.


"Tenang saja kek! itu bisa diatur!" Wijaya sambil mengacungkan jempol pada Empu Culuk.


"Tapi kakek berjanji jika sudah keluar dari sini, kakek empu harus mengikutiku dan bersumpah setia padaku menjadi bagian dari Kadipaten Maung Bahari, bagaimana?" Pinta Wijaya Kusuma.


"Baiklah aku berjanji! jika aku ingkar aku rela di sambar siluman Anya muka!" Ucap Empu Culuk sambil mengangkat jari telunjuk dan jari tengah.


Siluman anya muka adalah siluman nyamuk berukuran panjang tubuh 20 centimeter, lebar 10 centimeter dan tinggi 5 centimeter. Jika tergigit oleh siluman anya muka, darahnya akan terkuras habis.


Wijaya memberikan batu bintang Bharatayudha seukuran bola basket dari ripela aksa di telapak tangan kanannya pada Empu Culuk, " ini batunya kakek, dan buatkan satu senjata untuku dengan batu itu. Aku akan bersemedi untuk mengembalikan energiku."


"Baiklah silahkan nak Wijaya!" ucap Empu Culuk dan memulai memotong dan serta mencairkan batu bintang bharatayudha dengan Dilawa agni.


Wijaya meninggalkan Empu Culuk lalu masuk ke dalam goa bagian bawah untuk bersemedi mengembalikan energinya yang telah terkuraa hampir habis.


Empu Culuk membutuhkan tungku untuk mencairkan batu bintang bharatayudha, berbeda dengan Wijaya tidak perlu menggunakan tungku untuk mencairkan.


Semoga kakak readers semua sehat walafiat dan di berikan kemimpahan rizki. Aamiin

__ADS_1


__ADS_2