
***Jangan lupa berikan like, koment, vote dan gift jika suka setelah membaca.
Selamat menikmati, mohon dukung karya author dengan memberikan kritik dan saran yang membangun agar karya author bisa memberikan kepuasan.
Update setiap hari pukul 20.00 WIB***
Di alam nyata segel bulatan kepala naga yang dikelilingi 7 bulu muncul dan bersinar terang dengan warna merah, tubuh Wijaya melayang dalam keadaan terlentang.
Ya sudah satu bulan Wijaya Kusuma tak sadarkan diri, membuat para siluman dan binatang suci khawatir. Maung Bodas berada di kerajaan Dharma Ayu dalam waktu yang lama, setelah ia mengirimkan 100 ton ikan dan tak pernah kembali menunggu kedatangan Wijaya.
Karbara Sayuta dan Empu Culuk berhasil kembali ke Kadipaten Maung Bahari membawa 20.000 prajurit karbara Bantala (serigala tanah). Sudah satu bulan Bleta Bora membawa 100 blera permoda mencari keberadaan Wijaya di perbatasan gurun Dharma Ayu, namun belum menemukan hasil.
Shintadewi, Prabu Angga dan Ratu Adiningrum serta seluruh pamilya puntadewa lainnya juga sangat khawatir tentang keberadaan Wijaya. Mereka juga mengirim bala bantuan untuk Bleta Bora untuk mencari Wijaya, namun juga belum menemukan hasil yang signifikan. Kedua kalinya Wijaya Kusuma membuat keluarganya hampir putus asa.
Prabu Surya, Ratu endang, Pangeran Wiralodra dan Putri Sukmasari juga sangat khawatir. Bagaimana pun juga Wijaya telah menyelamatkan kerajaan Dharma Ayu dari serangan kerajaan Batavia dan kerajaan Bantani. Bahkan Asmarini setiap hari mengurung diri di kamarnya, setelah tahu Wijaya tidak ditemukan.
Jatmiko, Drona, dan 12 ksatria penjaga Brabang sari mengalami kesedihan yang mendalam. Begitu pula Karbara Sayuta dan Empu Culuk sangat terpukul setelah Wijaya hilang dan belum diketemukan. Benar-benar semua dirundung kesedihan yang mendalam, termasuk penduduk Kadipaten Maung Bahari semuanya merasa kehilangan Wijaya Kusuma.
Penduduk Kadipaten Maung Bahari mengadakan bakti dewata dengan mengadakan doa bersama agar Wijaya Kusuma cepat ditemukan. Bagi mereka Wijaya Kusuma sudah seperti dewata yang telah mengubah kehidupan mereka yang miskin jelata menjadi sejahtera.
Di dalam gua tubuh Wijaya Kusuma masih melayang, sudah satu jam tubuh Wijaya melayang. Tubuhnya terbakar 7 api dengan warna yang berbeda, seluruh tubuhnya ditutupi pakaian dari aura 7 api yang terus berubah-ubah warna setiap 1 menit.
Manggala hanya bisa terkesima dengan menganga mulutnya menyaksikan Fenomena aneh di tubuh Wijaya Kusuma. "Siapa sebenarnya kak Wijaya ini?" Pikir Manggala dengan raut muka penasaran dan mulutnya masih menganga.
7 api yang mengelilingi Wijaya ini yaitu :
Api tahap Chakra namanya Pulawa Agni (api merah).
__ADS_1
Api tahap Mana namanya Azula Agni ( api biru).
Api tahap Chi namanya Dilawa Agni (api kuning).
Api tahap Qi namanya Berdeva Agni ( api hijau).
Api tahap Reiki namanya Kahela Agni ( api jingga).
Api tahap Prana namanya Api Itima (Api hitam).
Api tahap Quantum namanya Api Maputi (Api putih).
7 api yang membakar tubuh Wijaya berubah menjadi 7 bola dengan warna yang berbeda, lalu satu persatu masuk ke dalam dada Wijaya Kusuma. Tubuh Wijaya terus melayang tinggi dalam keadaan terlentang, lalu menerobos atap gubuk. Ketika tubuh Wijaya menyentuh atap gubuk, langsung membakarnya menjadi abu.
SLUURP...SLUURP...SLUURP...
7 tomoe itu berputar-putar di punggung Wijaya Kusuma, lama-kelamaan berputar masuk ke dalam lingkaran bulatan segel kepala naga. Kemudian masuk ke dalam segel kepala naga, Segel bulatan kepala naga berubah warna semula putih menjadi warna merah yang besinar terang.
Rambut acak Wijaya yang merah padam, berubah menjadi merah terang. Otot-otot tubuhnya keluar, dalam keadaan tak sadar diri Wijaya mengerang keras seperti kesakitan karena ada benda lain masuk dalam badannya, "Aaaaaaargh!"
Erangan Wijaya menggema di bagian dalam hutan Dharma Ayu, sungai di samping gubuk bergejolak, pepohonan di radius 1 kilometer roboh. Semua binatang dan siluman yang berada di radius tersebut lari tunggang langgang karena ketakutan mendengar suara Wijaya.
BANG...
BANG...
BANG...
__ADS_1
Wijaya naik tingkatan ke praburata asor.
Wijaya naik tingkatan ke praburata baharu.
Wijaya naik tingkatan ke praburata inggil.
Gelombang kejut dari dalam tubuh Wijaya karena kenaikan tingkatan menghempaskan pepohonan dan bebatuan sampai radius 10 km. Suara ledakannya bahkan sampai terdengar ke istana kerajaan Dharma ayu yang jaraknya 30 kilometer dari tempat Wijaya.
Laut yang berada jaraknya 20 kilometer ke utara dari tempat Wijaya, juga ikut bergejolak menggulung ombak setinggi 10 meter ke arah tengah laut. "Apa yang terjadi? oh dewata agung ampuni kami jika kami lupa atau banyak bersalah!" Pikir penduduk kerajaan Dharma Ayu serentak.
"Cepat cari tahu suara ledakan seperrtinya dari arah barat laut dekat hutan dalam Dharma Ayu." titah Prabu Surya dengan raut wajah cemas. "Gusti Prabu Surya! aku akan ikut kesana, firasatku mengatakan ini erat kaitannya dengan yang mulia paduka Wijaya Kusuma." Ucap Maung Bodas dengan meninju telapak tangannya.
Maung Bodas berada di istana kerajaan Dharma Ayu setiap hari bekerja sama dengan Prabu Surya mengurus pemerintahan dua kerajaan yang sudah berhasil di kalahkan. Bagaimana pun juga Maung Bodas mendapat mandat untuk mengurus semua daerah yang ditaklukan Wijaya Kusuma.
Wijaya yang melayang 50 meter dengan terlentang perlahan turun lalu berdiri, meskipun belum sadarkan diri. Perlahan Wijaya membuka mata, "Ada dimana aku? bukannya aku tadi bertemu dengan kembaran diriku naga gokarya?" Pikir Wijaya sambil memijat keningnya yang sedikit pusing.
Manggala segera berlari ke arah Wijaya dan tertawa sambil memegangnya , "hahahaha, kak Wijaya apakah kau tak malu dengan keadaan seperti itu?" Tanya Manggala sambil menunjuk bagian burung Wijaya. Wijaya tak sadar kalau dirinya sudah telanjang bulat.
"Maksudmu?"
Wijaya masih belum sadar, namun setelah melihat dirinya sendiri wajahnya merah merona karena malu bahwa dirinya sudah telanjang bulat. "Woy, laki-laki mesum sialan kau!, jangan bilang kau menyukai tubuhku yang sangat mempesona ini, hmmm!" Wijaya mendengus kesal pada Manggala.
"Maaf kak! aku masih normal. Aku masih menyukai wanita cantik, cepatlah memakai baju kalau tidak beruang wanita pun akan jatuh hati padamu!" Ledek Manggala sambil mengibaskan tangannya.
Wijaya mengeluarkan set baju lija dari ripela aksa di tangan sebelah kanan, lalu memakainya. "Kak apakah mata yang di telapak tanganmu itu bisa menyimpan benda apapun?" Tanya Manggala sedikit penasaran namun dengan raut wajah agak jijik.
Bagaimana tidak, melihat sebuah mata dengan motif riak air berwarna merah di telapak tangan ada rasa aneh dan jijik. "Ya, itu bisa menyimpan benda apapun. Meskipun banyak dan besar semuanya bisa disimpan asal benda itu bukan makhluk hidup." Jelas Wijaya yang masih memakai baju set lija (pendekar).
__ADS_1
"Kak, kau tambah mempesona dengan rambut merah terang seperti itu!" Puji Manggala setelah melihat Wijaya memakai baju set lija. "Ah, masa? Tapi ya juga. Ketampananku sekarang bukan saja di seluruh benua nusantara tapi bisa mengalahkan ketampanan dewata, hahahaha" Wijaya tertawa dengan raut muka bodoh dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.