KSATRIA LANGIT NUSANTARA

KSATRIA LANGIT NUSANTARA
SELAMAT DATANG SAUDARA BARU


__ADS_3

"Mengapa kau bocah tengik menolongku?, padahal kau bisa membiarkanku dan terbunuh terkena reruntuhan langit-langit kan?" tanya siluman Karbara Sayuta.


"Sedari awal aku hanya ingin membebaskanmu, apakah kau tak melihat formasi empat neraka itu rusak karena seranganku dan seranganmu yang menghantam dinding sebagai pilar formasi empat neraka?" Wijaya bertanya balik.


Siluman Karbara Sayuta mengedarkan pandangannya melihat sudut dinding gua bawah tanah basudara yang dijadikan pilar formasi empat neraka telah hancur luluh lantak menjadi serpihan-serpihan.


Wijaya yang melihat Karbara Sayuta sedang mengedarkan pandangan penuh kebingungan, merapal ajian jagat saksana kusuma jiwa untuk menyembuhkan luka Karbara Sayuta.


Tubuh Karbara Sayuta di selimuti aura hijau dan lukanya perlahan mulai tertutup, dua kepalanya juga mulai sadarkan diri.


Empu Culuk juga sudah siuman dan perlahan membuka matanya dan berdiri. Wijaya melayang ke atas langit-langit untuk mengambil taiga maung loka yang tertancap di atas langit-langit gua dan menyarungkannya kembali lalu menyimpan auka nagara dan taiga maung loka ke ripela aksa di telapak tangan kanannya.


Tiba-tiba mahkota kurusetra keluar sendiri dari ripela aksa di telapak tangan Wijaya dan berputar-putar mengelilingi Karbara Sayuta.


Melihat mahkota kurusetra Karbara Sayuta berlutut di tanah, "nak kamu tidak ingin melakukan kontrak dengan binatang suci itu?" tanya Empu Culuk sambil menunjuk Karbara Sayuta.


Mendengar pernyataan Empu Culuk Wijaya perlahan turun dari langit-langit, "maksud kakek binatang suci? lalu kenapa Karbara Sayuta melihat mahkota kurusetra berlutut?" tanya Wijaya pada Empu culuk dengan raut muka penuh kebingungan.


"Kamu tak tahu sebuah legenda benua nusantara tentang Dewata agung jayalaksana?" Empu Culuk bertanya balik malah membuat Wijaya semakin bingung.


"Tidak kakek empu, nanti saja ceritanya. Aku ingin melihat apa yang akan di lakukan mahkota kurusetra," ucap Wijaya dengan raut muka datar.


"Lihatlah kamu mengerti!" ucap Empu Culuk dengan nada datar juga.


Mahkota kurusetra terbang menuju Wijaya lalu masuk ke kepala Wijaya, Tubuh Wijaya bersinar berwarna emas dan berganti pakaian dengan set jubah kosawa kurusetra.


"Hamba meminta maaf pada paduka yang mulia kosawa kurusetra! karena tidak mengenali paduka! ucap Karbara Sayuta sambil menundukan kepala.


"A-a-aku kosawa kurusetra?" tanya Wijaya dengan raut muka penuh kebingungan.


"Ya, yang mulia kosawa!, yang mulia kosawa adalah kosawa kurusetra, raja penjaga binatang suci !" jelas Karbara Sayuta serentak.

__ADS_1


"Ah! sudahlah aku tak paham yang jelas aku akan membuat kontrak abadi denganmu!, apakah kau bersedia?" tanya Wijaya dengan sorot mata yang tajam.


"Aku bersedia yang mulia paduka dengan senang hati!"ucap serentak Karbara Sayuta.


Wijaya merapal ajian beluk sandarawa, ciung wanara. Muncul gulungan besar kontrak abadi, Wijaya membukanya, ada dua slot yang sudah terisi yaitu Maung Bodas dan Bleta Bora. Wijaya menggigit jempolnya, darah keluar lalu Wijaya menulis nama Karbara Sayuta pada gulungan ciung wanara.


Muncul rune sihir berbentuk hexagram di bawah tubuh Karbara Sayuta dan segel kontrak abadi di ketiga kening Karbara Sayuta.


Wijaya terbang melayang menuju kepala tengah Karbara Sayuta dan menempelkan telapak tangannya pada kening Karbara Sayuta.


Tubuh Karbara Sayuta berubah warna menjadi warna coklat kemerahan. Kepala sebelah kiri menghilang berubah menjadi batu mustika Karbara Sayuta berwarna jingga dan Kepala sebelah kanan menjadi senjata sarung tangan kurusetra berwarna emas.


Batu mustika Karbala Sayuta, Wijaya pasang pada wadah mustika di mahkota kurusetra letaknya sebelah kanan batu mustika Maung Loka.


Wijaya terbang melayang menuju kepala tengah Karbara Sayuta dan menempelkan telapak tangannya pada kening Karbara Sayuta.


Sarung tangan kurusetra merupakan bagian set jubah kosawa kurusetra terdiri dari mahkota kurusetra, sarung tangan kurusetra, sepatu kurusetra, jubah kurusetra, bola mustika kurusetra, gulungan emas kurusetra dan gladiosa kurusetra. Jubah yang dikenakan oleh Wijaya sekarang hanyalah proyeksi energi dari mahkota kurusetra.


BATU MUSTIKA KARBARA SAYUTA


BANG...


BANG...


Karbala Sayuta naik tingkatan ke Mahasura baharu.


Karbala Sayuta naik tingkatan ke Mahasura inggil.


"Terima kasih paduka yang mulia sudah berkenan memberikan hamba kekuatan, sudah lama hamba tak pernah bisa naik tingkatan!" ucap Karbara Sayuta sambil menundukan kepala.


"Tak perlu sungkan kau adalah saudaraku jadi kau harus terbiasa!" ucap Wijaya sambil memasukan mahkota dan sarung tangan kurusetra ke dalam ripela aksa di telapak tangan kanannya.

__ADS_1


"Kakek nampaknya urusan di goa bawah tanah basudara sudah selesai! bukankah kita akan pergi ke dunia luar karena formasi empat neraka sudah di hancurkan? tanya Wijaya pada Empu Culuk.


"Belum bisa nak, karena air terjun basudara di pasang formasi panca neraka!" jawab Empu Culuk sambil mengelus-elus janggutnya.


"Terus kita harus bagaimana?" tanya Wijaya


lagi.


"Hmm, hmm, hmm, pria yang paling mempesona di benua nusantara ini pun tak tahu! hahahaha," Empu Culuk terkekeh dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Eeeeh!" Wijaya menjatuhkan rahangnya karena terkesiap oleh tingkah laku Empy Culuk.


"Paduka apakah aku bisa mengecilkan diri? kalau aku begini terus manusia pasti akan ketakutan padaku jika aku ikut dengan paduka berkelana ke dunia luar?" tanya Karbala Sayura dengan raut muka yang sedih.


Ya selama 20000 tahun Karbara Sayuta selalu dalam bentuk tubuh siluman penuh, tidak bisa menjadi setengah manusia atau manusia seutuhnya.


"Kamu bisa berubah menjadi manusia, setengah manusia setengah siluman serigala, dan siluman serigala berkepala tiga penuh, meskipun dua kepalamu sudah menjadi sarung tangan kurusetra dan batu mustika Karbala Sayuta. Tubuhmu bisa berubah tiga bentuk karena itu adalah akibat tambahan energi dari mahkota kurusetra," jelas Wijaya Kusuma.


"Oh begitu! baik aku akan berubah menjadi manusia," ucap Karbara Sayuta. Perlahan tubub silumannya mengecil dan terus mengecil, hingga nampak sosok pria paruh baya dengan kulit pucat pasi, berambut abu-abu, hidung yang mancung dan mata sedikit sipit dengan pupil mata merah bergaris vertikal hitam.


"Maaf empu, pesonamu telah aku kalahkan! aku binatang suci Karbara Sayuta, binatang suci terpesona di benua nusantara, hahahaha!" Ucap Karbara Sayuta sambil membusungkan dada dan menepuk-nepuknya.


"Kenapa nasibku selalu tragis begini, punya saudara siluman tak ada yang waras. Yang satu maniak membunuh, yang satu mudah stres, dan yang sekarang tingkat kepedeannya setingkat dewa, aiiiih!" Wijaya membatin dengan raut muka sedih dan pasrah.


**Terima kasih para readers masih setia membaca Novel pertama author Ksatria langit nusantara.


mohon maaf jika tulisannya masih amburadul, masih terus memperbaiki.


Semoga para readers bisa menikmatinya.


Yuk nikmati membaca sambil minum kopi jeng gorengan singkong.

__ADS_1


Mohon dukung author dengan memberikan like koment dan gift jika berkenan.


Jika suka silahkan klik tombol favorit**.


__ADS_2