
"Aku hanya memohon kepada kakek raja dan kakek arya meminta persetujuan kalian, aku sebagai raja siluman maung bodas yang baru meminta bantuan. Aku memberikan setengah harta dari kerajaan maung bodas kepada kerajaan brabang sari totalnya 500.000 giga dan 2000 ramuan cair parantaja dengan efektifitas 1000 cairan 25% dan 1000 cairan 50%. Mohon bantuan kami yang tidak seberapa!" ucap Wijaya sambil membungkuk hormat.
"Nak, jangan seperti ini. Kamu telah berjasa besar dengan menyembuhkan Kakek Raja dan nenek Ratumu. Bukan hanya itu gelombang serangan siluman yang akan terjadi 5 hari lagi kamu berhasil menggagalkanya dengan kerajaan siluman Maung Bodas kamu taklukan. Ini adalah prestasi yang luar biasa," ucap Arya sambil menahan tubuh Wijaya agar tidak membungkuk.
"Ya benar!" ucap Raja Angga
"Kamu hebat nak!" ucap Shintadewi
"Sungguh luar biasa cucuku ini!" ucap Ratu Adiningrum.
"Oh ya, kami sudah memberikan surat kepada dua pamilya besar di kerajaan Dharma Ayu kekosawaan Siliwangi yaitu pamilya Kusuma dan juga Pamilya Wijaya di kerajaan Kediri kekosawaan Majapahit. Perihal nama pamilya yang kamu pakai, meskipun kami kerajaan kecil setingkat bangsawan adipati namun kami menjunjung tinggi kehormatan para pamilya lain," tegas Arya.
"Untuk pamilya puntadewa ingin menguji kesetiaanmu pada pamilya, kamu akan dimasukan ke bagian pamilya Puntadewa dan menjadi bagian keluarga pamilya Puntadewa," Ucap Angga.
"Baik kakek arya dan kakek raja, aku akan menerimanya. Jika kedua Pamilya besar menginginkanku untuk bertanggung jawab aku siap menerima konsekuensinya," jawab Arya
"Tapi nak! yang menamai itu kan ibunda, harusnya-" ucap Shintadewi di potong Wijaya.
"Sudah ibunda tidak apa-apa ini semua takdir dewata agung, ibu tidak perlu khawatir dengan anakmu yang paling tampan di benua nusantara ini," Wijaya sambil memperlihatkan otot-otot kedua tangannya.
Mereka berempat pu tertawa terbahak-bahak atas tingkah konyol Wijaya, "hahahahahah."
"Untuk masalah rakyat maung bodas, aku akan memberikan sebuah desa di pesisir pantai untuk mereka tinggal dan aku mempercayakan pengelolaanya padamu. Kamu juga harus belajar di perguruan ksatria milik kerajaan Brabang sari, sebagai seorang pangeran kamu harus kuat, cerdas dan juga berwawasan," tegas Raja Angga.
" Baik kakek aku menerimanya, jika harus mengelola dan belajar bersama disini aku bingung mengaturnya. Begini saja kakek untuk pengelolaan sementara aku akan menunjuk wakilku yaitu saudaraku, raja Maung Bodas untuk mengelolanya. Aku akan tetap tinggal disini untuk menyelesaikan kelulusan di perguruan ksatria," ucap Wijaya dengan mengelus dagunya.
"Baiklah, kakek menyetujuinya," ucap raja Angga.
"Semoga kamu membawa kesejahteraan, kedamaian dan kebahagiaan untuk rakyat brabang sari, cucuku," Batin raja Angga.
Disetiap kerajaan perguruan ksatria merupakan akademi militer umum bagi para rakyat sipil yang ingin menjadi prajurit kerajaan. Perguruan ksatria dibawah otoritas kerajaan dan harus netral kepada perguruan-perguruan lain yang bukan dari kerajaan.
Kerajaan Brabang sari sendiri merupakan perguruan terkuat dan terlengkap ilmu bidang kemiliterannya, bahkan punya kitab khusus kemiliterannya yaitu kitab dewata adilaga isinya mencakup job setiap ksatria dan teknik penggunaan senjata yaitu ajian bedhama amogasakti.
Mulai dari senjata :
__ADS_1
miekha (pedang dua tangan).
kilopi (pedang dan perisai).
Gladiosa (pedang satu tangan).
kameya (belati).
neula (jarum).
buntar (tombak).
trisula.
nuolia (panah).
lanka (benang khusus pembunuh).
Rimora (pedang ganda).
Setiap job mempunyai kelas, setiap kelas penggunaan senjatanya juga berbeda. Jika sudah tahap tertinggi suatu job/ammatia maka semua senjata job bisa digunakan secara bersamaan.
Kerajaan Brabang Sari juga merupakan penghasil lulusan ksatria terbaik namun juga penghasil penjahat terbaik, ya bagai pisau tajam bermata dua.
Maka tak heran jika banyak penjahat atau pembunuh pasti pimpinan pembunuhnya lulusan dari perguruan ksatria Brabang Sari. Para baladika adilaga di beberapa Kosawa juga merupakan lulusan dari perguruan ksatria Brabang Sari.
"Baik, kakek untuk perpindahan rakyat maung bodas kapan akan segera dipindahkan, mereka semua sedang berkemah diperbatasan. Dan untuk daerah yang akan aku kelola namanya desa apa?, kapan juga aku mulai masuk perguruan?" tanya Wijaya dengan wajah antusias.
"Pertama, rakyat maung bodas akan pindah esok hari, aku juga akan ikut bersamamu melihatnya. Kedua, Nama desanya Lembarawa, kakek minta maaf daerah di sana banyak penjahat seperti hajdut di sana. Ekonominya juga sangat lemah, penghasilan pertaniannya juga sangat memprihatinkan dan juga penangkapan ikan hanya bisa di monopoli oleh para hajdut. Untuk rincinya kakek arya yang akan menjelaskan nanti. Ketiga 3 hari lagi kamu masuk perguruan, kakek minta maaf jika kamu harus mengurus daerah yang buruk. Kakek sendiri sudah angkat tangan mengurus daerah itu, sudah banyak ksatria inggil di kirim kesana hasilnya nihil hanya pulang membawa jasad," jawab Angga.
"Tidak masalah kek, anggap saja ini tantangan untukku sebagai pangeran baru Kerajaan Brabang Sari, aku akan berusaha semaksimal mungkin. Satu bulan aku berjanji akan membalikan keadaannya," ucap Wijaya penuh percaya diri.
Tak terasa waktu sudah larut malam, mereka semua beristirahat dikamar masing-masing. Wijaya pun tidur di kamar tersendiri meskipun umurnya 5 tahun tapi fisiknya terlalu dewasa sebagai anak kecil.
Pagi hari di istana Kerajaan Brabang Sari.
__ADS_1
Wijaya, Shintadewi, raja Angga dan Ratu Adiningrum berada di gazebo istana dekat paviliun belakang sedang sarapan, ditemani cahaya mentari dan juga kicauang burung yang begitu teduh dan asri.
"Nak, semua persiapan sudah selesai, sebentar lagi kita akan segera menuju kesana!, kita akan melakukan secepat mungkin," tegas Angga.
"Baik kakek aku akan menghubungi mereka sekarang juga!" ucap Wijaya.
Sementara itu di perbatasan Maung Bodas yang tak tidur semalaman, memikirkan tuannya Wijaya apakah berhasil atau tidak, membujuk raja Angga untuk rakyat Maung Bodas bisa tinggal di kerajaan Brabang Sari.
"Aaaaah, sial, sial,sial. Kenapa aku tak bisa berpikir jernih malah menyerahkan masalah ini pada tuanku, aku merasa tak berguna sebagai seorang raja siluman maung, KAMPRET!" teriak keras Maung Bodas sambil mengacak-acak rambutnya.
Melihat Maung Bodas seperti itu Sarja yang tak jauh sedang melihat itu bergumam, "Ah sial, prabu Maung Bodas yang begitu berwibawa pun sudah gila gara gara berteman dengan bocah gemblung itu!".
Ksatria inggil dan ksatria binting yang dibelakang Sarja pun tertawa cekikikan dan lama lama tertawa terbahak-bahak mendengar Sarja bergumam, "pfffftt, ckckckck, hahahaahha."
"Ada apa kalian tertawa seperti itu," tanya Sarja Kepada mereka berdua.
"Tidak, balakosawa saya hanya membayangkan pangeran yang begitu sakti mandraguna bahkan raja siluman maung yang terkenal ganas itu pun ditaklukannya, namun kalau melihat kemarin lusa pangeran itu benar-benar konyol. Seorang pengguna ajian belum mampu mengendalikan ajiannya sendiri, sampai menabrak pintu pos penjagaan, sungguh konyol, memang konyol!" ucap Ksatria Inggil bernama Saputra.
"Di tambah lihat Raja Maung Bodaa juga di bikin gila seperti itu gara-gara berteman dengan pangeran," timpal ksatria binting bernama Kurna.
Mendengar hal itu Sarja pun ikut tertawa terbahak-bahak, "hahahahahahaha".
"Hachii! kenapa jadi bersin begini, mungkin aku masuk angin gara-gara begadang!" gumam Maung Bodas.
"Hachi!, kenapa jadi bersin begini. Apakah aku jadi terkenal sekarang banyak perempuan yang membicarakan ketampananku?" gumam Maung bodas yang sedang makan di gazebo dekat paviliun istana.
"NARSIS BANGET," teriak Angga, Adiningrum, Shintadewi dan Arya.
Terima kasih para readers masih setia membaca Novel pertama author Ksatria langit nusantara.
mohon maaf jika tulisannya masih amburadul, masih terus memperbaiki.
Semoga para readers bisa menikmatinya.
Yuk nikmati membaca sambil minum kopi jeng gorengan singkong.
__ADS_1
Mohon dukung author dengan memberikan like koment dan gift jika berkenan. jika suka silahkan klik tombol favorit.