
"Bukan juga sangat tampan tapi juga sakti mandraguna, di usianya yang sepertinya masih muda sudah bisa melakukan pengendalian evolusi energi di tahap lugara. Tapi namanya tidak asing, kakek raja Surya pernah bercerita tentang nama Wijaya Kusuma."
"Hmm, nama Kusuma bukannya hanya nama pamilya kusuma yang boleh menggunakannya? tunggu, kakek pernah bercerita tentang pemuda yang sangat berbakat dari kerajaan Brabang Sari. Apakah Wijaya Kusuma ini adalah pangeran Brabang Sari aku akan memastikannya dahulu." Gumam Asmarini dalam batinnya.
Wijaya yang terbang melayang turun perlahan, dan menggerakan tangannya untuk menurunkan 50 peti berisi masing-masing 200 kilogram ikan.
penjaga gudang ikan tercengang mukanya pucat pasi melihat kotak ikan bisa melayang sendiri, membuatnya takut karena dikira ada hantu. "Penjaga tolong bukakan pintu gudang!" teriak Wijaya dari atas.
"Ya t-t-tuan hantu!, a-a-aku akan membukanya!" penjaga gudang membukakan pintu gudang penyimpanan ikan.
KRIEEEET....
"Hmmm, penjaga apa kau bilang hantu mana mungkin hantu setampan ini!" kata wijaya sambil menggembungkan pipinya lalu mendengus kesal.
"Maaf gusti, maaf! hamba takut gusti, karena melihat kotak itu terbang sendiri. Aku kira tuan adalah hantu!" penjaga gudang menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
__ADS_1
Wijaya mengarahkan tangannya untuk mengatur kotak ikan turun perlahan dan tersusun rapi. "Maaf kalau membuatmu takut paman penjaga, ini sebagai penebus kesalahanku!" Wijaya memberikan kantung uang berisi 1000 kiga pada penjaga gudang.
"Terima kasih gusti!" ucap penjaga gudang sambil membungkuk hormat. "Wah, ini rezeki nomplok. Gara-gara melihat hantu palsu dapat rezeki 1000 kiga apalagi kalau melihat hantu beneran bisa dapat banyak duit, heheheh." Batin penjaga gudang terkekeh yang masih membungkuk hormat dengan mata berbinar-binar.
Wijaya kembali ke bagian depan restoran meski harus memutar, karena tidak mungkin masuk bagian dapur restoran yang tepatnya di belakang, bisa di anggap tidak sopan. Wijaya sudah masuk kembali ke tempat semula para rombongan sedang makan, Asmarini pun berdiri di sana, "tuan Wijaya mari masuk ke dalam kita bicara di ruanganku!" seru Asmarini.
"Baik nona, tunjukan jalannya!" Wijaya mempersilahkan. Mereka berdua masuk ke dalam ruangan, Asmarini duduk di tempat kerjanya sedangkan Wijaya duduk di depan meja Asmarini.
"Untuk pesanan selanjutnya aku meminta 100 ton apakah bisa tuan Wijaya?" tanya Asmarini. "Tentu saja bisa di atur asal harganya cocok, heheheh" jawab Wijaya sambil menggosok-gosok telapak tangannya.
"Untuk pengiriman pertama aku memberikan potongan harga untuk nona 50% jadi totalnya 5 tera yang seharusnya 10 tera, bagaimana nona?" tanya Wijaya.
"Tuan Wijaya apa anda tidak merugi memberikan potongan harga 50%, tuan Wijaya sangat bermurah hati. Biasanya kami membeli dari kerajaan Bantai untuk persepuluh ton harganya sampai 30 tera kualitasnya pun jauh dibawah ikan yang tuan Wijaya berikan." Jelas Asmarini.
"Tidak apa-apa nona ini sebagai pelayanan kami, untung kecil pun tak masalah, asal kita bisa bekerja sama dalam jangka panjang." Ucap Wijaya tersenyum ramah.
__ADS_1
"Baik tuan Wijaya aku akan memberikanmu kontrak jangka panjang selama 1 tahun antara restoran Kala Asta dan Kadipaten Maung Bahari, bagaimana tuan setuju?" tanya Asmarini.
"Aku setuju, tapi aku meminta syarat tambahan, aku akan memberikan 15 tera persepuluh ton dengan minimal pengiriman 100 ton. Syarat pertama kami meminta kapal yang besar dan seratus kereta kuda untuk mengirim ikan atas nama kami."
"Sebuah toko untuk kami menjual senjata dan ramuan obat, sebagai gantinya restoran Kala Asta bisa membuka cabang secara gratis di Kadipaten Maung Bahari. Bangunan dan tanah akan kami berikan atas nama restoran Kala Asta dan kami tidak meminta keuntungan sedikit pun, bagaimana nona?" tanya wijaya dengan seringai licik dan menggosok-gosok tangannya.
"Dasar pemuda licik, pintar sekali bersilat lidah!" batin Asmarini dengan menyeringai sinis.
"Baik aku setuju, untuk izin aku akan membantumu bertemu Raja Surya setelah kita selesai!" jawab Asmarini
***Untuk update author terus usahan sehari empat kali, untuk waktunya tidak menentu ya sahabat ksatria.
**Terima kasih para readers masih setia membaca Novel pertama author Ksatria langit nusantara.
mohon maaf jika tulisannya masih amburadul, masih terus memperbaiki.
__ADS_1
Semoga para readers bisa menikmatinya.
Yuk nikmati membaca sambil minum kopi jeng gorengan singkong**.