
"Aku setuju!" Wijaya Kusuma.
"Aku juga Setuju!" Maung Bodas.
"Kalu aku sih ya, ya, ya, setuju saja! tapi sumber dayanya darimana alias uangnya?" tanya Jatmiko penuh sangsi.
"Untuk biaya paman tidak usah khawatir, kami masih punya cadangan biaya dari perbendaharaan kerajaan Maung Bodas, ada 500.000 giga dan juga ramuan parantaja tingkat burna ada 1000 pil dengan efektifitas 25% dan 1000 botol ramuan dengan efektifitas 25%, serta kitab pancer agni, sansinu munda. Bagaimana saudaraku, Maung Bodas? bolehkan di pergunakan untuk membangun desa ini?" kata Wijaya Kusuma yang sambil mengupil.
"Tentu saja boleh, apapun yang mulia gusti prabu inginkan, aku akan menyetujuinya!" Maung Bodas tersenyum lebar dengan mengacungkan jempol pada Wijaya.
"Aku akan ikut andil membantu, karna sekarang desa Lembarawa adalah desa kami juga. Kami hanya punya 100.000 mega dan bahan ramuan madu hitam 10.000 ton yang berada di gua bleta permoda serta kitab myerka neula," ucap Bleta Bora sambil menyodorkan kitab myerka neula.
Kitab ajian myerka neula adalah kitab ajian khusus hanya mengajarkan teknik melempar seribu jarum beracun
Ajian myerka neula tingkat I Grupada yaitu teknik membuat jarum beracun hanya menggunakan evolusi energi, semakin tinggi tingkat evolusi energi semakin tinggi pula efektifitaa racun.
Ajian myerka neula tingkat II Hentama yaitu pengguna bisa melempar benda apapun maksimal bobot 10 kg tanpa menyentuhnya (telekinesis), semakin besar dan banyak benda yang di kontrol semakin tinggi pula penggunaan energinya.
Ajian myerka neula tingkat III Jizukuga yaitu pengguna bisa mencampurkan jenis racun apapun pada benda berbentuk jarum dengan pembentukan material apapun baik perunggu, perak, emas, berlian, atau jenis yang lebih keras serta bisa mengontrol dan melemparnya sesuka hati tanpa menggunakan sedikitpun energi.
Ajian myerka neula tingkat pamungkas, ajian pancer bayu myerka neula subrata yaitu pengguna ajian mampu mengendalikan udara atau angin menjadi jarum tak terbatas sesuka hati.
"Aku juga menemukan harta perbendaharaan di bekas markas jauhetu rota totalnya ada 1.000.000 kiga, 1000 mega dan 325 giga serta 1000 ramuan pil parantaja efektifitas 50% dan botol ramuan parantaja efektifitas 50%," ucap Maung Bodas
"Wow, banyak sekali mantap, mantap, mantap, mantap betul! padahal kami hanya punya biaya anggaran desa cuma 1 mega saja dan hanya lumbung ikan itu pun sudah pasti mereka akan mengambilnya cepat atau lambat!" Jatmiko dengan wajah yang berbinar-binar lama kelamaan lesu dan muram.
__ADS_1
"Untuk semua permasalahan desa kita sudah mampu mengatur dan menyelesaikannya, tinggal kita dirikan perguruan untuk meningkatkan keamanan dan tawarkan kepada seluruh penduduk untuk belajar di perguruan dan akan di beri gaji 2000 kiga/bulan. Juga cari beberapa ahli untuk membuat senjata dan ramuan, nanti aku akan menemuinya sendiri para ahli tersebut, untuk memperbincangkan syaratnya!" perintah Wijaya Kusuma.
"Untuk ahli pembuat senjata aku tahu informasi tentang ahli pembuat senjata terbaik di benua nusantara yaitu Empu Culuk dan ahli pembuat ramuan yaitu Nyai Sindang Barang. Namun untuk informasi tempatnya aku kurang paham. Oh ya, sebagai rasa terima kasih dariku dan penduduk Lembarawa, aku akan memberikan kitab serat jiwa, sebagai harta perbendaharaan desa," ucap Jatmiko sambil menggaruk pahanya yang tidak gatal, lalu menyodorkan kitab serat jiwa
"Apa?, kitab serat jiwa!" Bleta Bora dan Maung Bodas berteriak dan menjatuhkan rahangnya karena terkesiap.
Kitab serat jiwa adalah kitab yang sangat diperebutkan oleh banyak padepokan di dunia persilatan, banyak pendekar rela bertarung memperebutkan kitab serat jiwa. Namun kitab itu menghilang setelah beberapa dekade, setelah kematian Resi Syudawirat sebagai pencipta ajian serat jiwa. Banyak yang mencarinya namun tak pernah menemukannya.
"Memangnya kenapa dengan kitab itu?" tanya Wijaya penasaran.
Jatmiko tersenyum lebar dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal, "kitab ini adalah kitab tertinggi ajian kanuragan bhandayuda. Tak ada satupun ajian mampu mengalahkan ajian serat jiwa ini meski pengguna hanya menggunakan tingkat I ajian serat jiwa. Tapi ajian ini berhasil di kalahkan oleh pangeran, padahal aku sampai kehilangan kesadaran karena menggunakan ajian serat jiwa tahap V, hahahahaha."
"Paman terlalu banyak memuji!" pipi Wijaya Kusuma merona merah dan menyentuhkan kedua ujung jari telunjuk berhadapan karena saking malunya.
"Aku tidak salah memilih tuan. Yang mulia gusti praby Wijaya memang luar biasa," Bleta Bora membatin.
"Woy! aku dengar apa yang kalian bicarakan!" batin Wijaya melalu telepati.
"Eeh, maaf yang mulia gusti prabu!" batin mereka berdua serentak melalui telepati.
"Yang mulia gusti prabu aku akan kembali ke goa bleta permoda untuk mengambil madu hitam di sarang kami, izinkan hamba untuk undur diri!" Bleta bora membungkuk hormat.
"Tunggu! aku akan menemanimu, memangnya kamu mampu saudaraku membawa 10.000 ton madu hitam sendirian? meskipun kamu membawa 1500 Bleta Permoda, belum tentu itu semua terbawa. Aku juga punya rencana membawa sarang kalian juga untuk di pindahkan ke markas baru kita!" tegas Wijaya Kusuma
"Sendiko yang mulia prabu! kenapa aku tidak kepikiran ya? hahahaha," Bleta Bora sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
__ADS_1
"Saudaraku Maung Bodas tugasmu perkuat pertahanan dan keamanan serta latih para ksatria Maung Lodaya dan juga Ksatria Bleta Permoda, jika ada para bandit yang mendekat bantai saja. Silahkan pelajari kitab pancer agni sansinu munda dan kitab myerka neula. Paman Jatmiko cari keberadaan Empu Culuk dan juga Nyai Sindang Barang temukan secepatnya, jika sudah kegemu langsung kabari aku melalui saudaraku Maung Bodas!, aku juga akan mampir dahulu ke istana Brabang Sari mencaru informasi Empu Culuk dan Nyai Sindang Barang juga!" perintah tegas Wijaya Kusuma.
"Sendiko yang mulia gusti prabu!" ucap serentak mereka berdua dengan membungkuk hormat.
Mereka berempat keluar dari bekas kediaman Lurai, karna kediaman lurai sudah dipindahkan ke bekas markas jauhetu rota.
POFF...
Bleta Bora bertransformasi menjadi lebah setinggi 5 meter dengan lebar badan 3 meter dan lebar sayap 4 meter. Wijaya Kusuma menaiki punggung Bleta Bora dan terbang menuju alas apuy penangsang si bagian hutan dalam gunung ciremai.
Maung Bodas kembali ke bekas markas jauhetu rota, untuk menyembuhkan para Maung Lodaya yang masih terluka.
Sedangkan Jatmiko mengumpulkan penduduk untuk memberikan informasi yang telah di perintahkan Wijaya dalam rapat dan memberitahu pada penduduk desa Lembarawa ditunda esok hari. Jatmiko juga telah memberikan para nelayan untuk menyiapkan ikan untuk di kirim ke kerajaan Dharma Ayu , sekalian mencari informasi keberadaan Empu Culuk. Sebelum gurunya Resi Syudawirat meninggal beliau berpesan untuk mencari Empu Culuk di kerajaam Dharma Ayu, jika ada seorang pemuda berhasil mengalahkan dirinya.
**Terima kasih para readers masih setia membaca Novel pertama author Ksatria langit nusantara.
mohon maaf jika tulisannya masih amburadul, masih terus memperbaiki.
Semoga para readers bisa menikmatinya.
Yuk nikmati membaca sambil minum kopi jeng gorengan singkong.
Mohon dukung author dengan memberikan like koment dan gift jika berkenan.
Jika suka silahkan klik tombol favorit**.
__ADS_1